
Reva sudah berada di dalam kamar yang asing bagi nya, duduk di sofa yang terdapat di dekat kamar jendela, menunggu sang pemilik datang.
Pintu pun kemudian terbuka, terlihat lah seorang pria tampan yang kini berstatus suami nya.
Dingin, aura yang di rasakan Reva ketika melihat Arka melewatinya begitu saja.
"Apa kau tidak mau mandi? Hidung ku bisa rusak jika lama - lama mencium bau mu" Arka menatap dengan tatapan meledek.
"Makanya kalo beli hidung tuh yang ori jangan yang bajakan" Reva membuka koper dan mengambil peralatan mandi nya, kemudian berlalu ke kamar mandi, sementara Arka tidak bisa berkata apa - apa lagi.
Selesai membersihkan diri, Reva turun dari kamarnya mencari - cari keberadaan sang mertua yang sedang berada di ruang tamu.
"Sini sayangg.." Ucap Adel yang melihat kedatangan Reva.
"Kamu sudah lapar sayang, mau makan siang apa?" Lanjut Adel kepada Reva yang sudah duduk di samping nya.
"Aku belum lapar bu, kalo soal makanan, apa saja aku bisa makan bu, asal jangan makan ati aja aku takut makin kurus soal nya heheee" Adel tersenyum melihat Reva sedang tertawa.
"Sayang, lusa ibu harus pulang ke korea, ibu sudah terlalu lama meninggalkan pekerjaan ibu di sana" Ucap Adel.
Reva menatap Adel sedih.
"Bukan nya ibu akan tinggal di sini, bersama ku?? Berapa hari ibu di sana?" Tanya Reva.
Adel tersenyum manis menatap menantu nya.
"Ibu sebenarnya tinggal di korea sayang, ibu kesini hanya sesekali saja untuk berkunjung, jadi kamu harus baik - baik di sini ya, kalau Arka nakal langsung telfon ibu aja, nanti ibu yang marahin hmmm" Adel menghibur Reva yang terlihat sedih.
"Kalau ibu pergi aku teh sama siapa atuh?? Apa yang harus aku kerjain, pasti cepet tua aku karna bosan disini sendirian" Ucap Reva cemberut.
"Di sini kan banyak orang sayang, nanti ibu juga suruh pak Udin buat jadi supir pribadi kamu, kebetulan besok pak udin sudah mulai kerja kembali, jadi kamu bisa jalan - jalan kemana pun kamu mau kalau kamu lagi bosan" Adel meyakin kan Reva.
"Syukurlah pak udin sudah sembuh, aku jadi seneng dengernya bu" Reva berubah ceria kembali saat mendengar kabar itu.
__ADS_1
"Kamu benar - benar gadis yang baik Reva" Pikir Adel tentang Reva.
Seharian Reva merapihkan barang - barang nya, menyimpan pakaian di almari dalam ruang ganti di bantu oleh bu Nur.
Tak terasa waktu makan malam pun tiba, Arka sudah kembali dari kantor nya sejak tadi sore.
"Apa boleh aku bekerja bu?" Reva membuka pembicaraan saat melihat ibu nya sudah selesai dengan makanan nya.
"Kamu mau kerja apa sayang? apa kamu gak mau di rumah aja, ibu sudah bilang kamu bisa pergi ke salon atau shoping semau kamu saat sedang bosan" Jawab Adel menatap Reva.
"Aku sudah terbiasa bekerja bu, berintetaksi dengan orang banyak, keluar rumah, dan aku juga tidak mungkin setiap hari shoping kan??itu pemborosan" Reva berbicara dengan makanan yang masih berada di mulut nya.
"Baik lah, kamu bisa bekerja dengan Arka"
Adel mengalihkan pandangan nya pada anak nya dengan senyuman mengancam.
"Bukan kah kamu perlu sekretaris baru, untuk menggantikan Reni yang sedang cuti melahirkan sayang?" Arka menaruh sendok nya mendengar ibunya bertanya.
"Iya bu, tapi ga sembarang orang bisa jadi seorang sekretaris. kerja di kantor dan kafe itu sangat berbeda" Arka menatap Reva remeh. Reva hanya memutarkan bola mata nya kesal.
"Dia bisa kerja mulai minggu depan" Arka berdiri dari duduknya setelah meneguk air di gelasnya. Adel tersenyum gemas melihat anak kesayangannya yang kaku itu.
Setelah selesai makan, Reva dan Adel mengobrol di ruang keluarga, hingga jam pun menunjukan 22.30 WIB Reva masuk ke kamarnya setelah pamit pada mertua nya karena sudah tidak bisa menahan kantuknya.
"tokk..tokk.." Reva mengetuk pintu kamar nya, karena tidak terdengar sautan dari dalam, Reva pun masuk melihat ke arah kasur tapi tidak ada orang disana, mendekati kamar mandi namun tidak ada suara juga.
Reva merebahkan badan nya di atas kasur king size yang nyaman itu, setelah mengganti baju nya dengan piama motip kuda pony, ketika hampir terlelap Reva mendengar suara yang Ia kenal.
"Heii..hei..kau pindah sana, enak aja tidur di kasur orang tanpa ijin" Ucap Arka yang tengah berdiri memasukan tangan nya ke dalam saku celana nya.
"Iya maaf, aku ijin tidur dulu ya" Reva tidak ingin berdebat karena kantuk dosis tinggi nya, Reva menutup mata nya kembali.
"Heii aku tidak memberi mu ijin tidur di kasur ku" Arka membuat mata Reva kembali terbuka, dan berdiri dengan kesal seperti macan yang di bangun kan.
__ADS_1
"Terus aku harus tidur dimana??Kemarin kamu juga tidur di kasur ku" Ucap Reva dengan sedikit berjinjit mengimbangi tinggi orang di depan nya dan bedecak pinggang.
"Kamu bisa tidur di sofa, tempat itu cukup nyaman kok, karna itu sofa mahal jadi lebih empuk di banding dengan kasur di kamar kamu" Ucap Arka angkuh.
"Agggghhhh" Arka berteriak ketika kaki nya di injak oleh Reva ketika Reva melewatinya menuju sofa.
"Maaf ga sengaja" Reva tersenyum senang ketika Arka tetlihat kesal memegang kaki nya. yang sakit.
"Ga sengaja tapi kenceng banget gitu, kamu itu sekecil kurcaci tapi tenaga nya kaya gajah, pantes aja makan nya banyak" Arka masih sangat kesal, apa lagi saat Reva mengacuhkan perkataan nya dan memilih membaringkan badan nya di sofa.
Pagi ini Adel sudah berangkat ke korea dengan di antar oleh Arka sebelum berangkat ke kantor.
Reva sudah sedikit menyesuaikan diri nya di rumah besar itu, tetap membantu pekerjaan rumah walaupun sudah di larang oleh para ART, namun sebelum berangkat, Adel meminta para ART agar membiarkan Reva untuk melakukan apa yang Ia mau, supaya bisa betah di rumah itu.
Seharian Reva menyibukan diri dengan pekerjaan nya, membereskan kamarnya sendiri, membantu menyetrika.Hingga malam tiba Reva membantu memasak di dapur dan menatanya di meja.
Reva menunggu Arka pulang, hingga makanan nya dingin Arka tidak kunjung kelihatan.
"Buu...bu Nur.." panggil Reva, dan terlihat bu Nur langsung mendekat.
"Iya nona" Jawab bu Nur.
"Kalo kita lagi berdua, jangan panggil nona, aku merinding dengernya. Panggil Reva aja" Pinta Reva.
"Maaf nona, tapi itu tidak sopan" Ucap bu Nur tegas menolak.
"Ihhh bu Nur mah susah di atur, ya udah terserah deh, yang penting sekarang temenin aku makan ya, aku laper" pinta Reva.
"Saya tidak bisa melakukan nya nona, tempat saya di belakang bersama para ART yang lain, bukan di meja ini, saya tidak berani" Bu Nur terlihat tidak enak menolak keinginan majikan nya.
"Ya udah kalo gitu kita makan bareng di belakang aja, kalo ART ga boleh makan di sini, tapi saya bolehkan makan di belakang??" Ucap Reva membawa piring nya meninggalkan bu Nur yang masih bingung harus menjawab apa.
Bersambung..
__ADS_1
Bantu aku dengan Like terus komentar ya, balik ke cover dan tekan bintang lima dan jangan lupa Vote nya juga ya.
Terima kasih