ISTRI BAYANGAN

ISTRI BAYANGAN
BAB 23


__ADS_3

Reva terlihat sibuk sendirian di dapur, mulai membersihkan beras, memberi nya air dan sedikit minyak sayur serta sejumput garam dan beberapa lembar daun salam yang sudah kering, nasi liwet menjadi menu pilihan yang cocok untuk udara dingin seperti ini pikir Reva.


Beberapa waktu telah berlalu, masakan Reva sudah matang semua, Reva menata nasi liwet nya di atas nampan ukuran sedang dan menata oreg tempe, goreng tahu, ayam goreng, oseng kangkung, sambal tomat serta beberapa buah timun dan terong mengelilingi nasi nya.


"Ayoo sudah siap, kita makan sekarang!!" Ajak Reva kepada Arka yang tengah sibuk dengan laptop di pangkuan nya, Arka menatap nampan yang di bawa Reva.


"Apa itu?" Tanya Arka.


"Makanan kita malam ini, wangi kan?" Tanya Reva mendekatkan nampan itu ke arah hidung Arka.


Arka mengangguk setelah mencium aroma sedap yang menggoda perut nya.


Arka mengikuti langkah Reva, dia membawa dua gelas air di tangan nya, mereka menuju taman di depan vila tersebut, tikar di dekat sebuah pohon cemara sudah mereka gelar.


Reva duduk bersimpuh di hadapan nampan liwet yang tadi di bawa nya berhadapan dengan Arka yang duduk bersila.


"Pake tangan?" Tanya Arka kepada Reva yang mulai melahap makanan nya.


"kalau pakai sendok, kurang nikmat rasa nya. Tenang aja aku gak punya penyakit menular kok dan tangan aku juga udah bersih, nihhhh" Jawab Reva memperlihatkan tangan nya.


Melihat Arka yang tak kunjung menyentuh makanan nya, Reva bangkit dari duduk nya.


"Mau kemana?" Tanya Arka.


"Mau ngambil piring ama sendok buat kamu makan" Jawab nya, langkah Reva terhenti ketika Arka menahan tangan nya, dia langsung menatap Arka yang menggeleng.


"Enggak usah, kata kamu kurang enak kan kalo malan pakai sendok" Jawab Arka yang menarik tangan Reva lembut membawa nya untuk duduk kembali.


"Mari makan" Kata Arka yang mulai melahap makanan nya.


Reva tersenyum senang ketika melihat Arka makan dengan lehap, hanya sedikit makanan yang tersisa di nampan itu.


Setelah merasa perut nya sama - sama kenyang, kini mereka meluruskan kaki nya menatap langit yang terang karena sinar bulan, dan bintang yang bertebaran.


"Indah sekali, bintang nya bisa terlihat jelas di tempat ini ya, gak kaya di jakarta, bintang nya jarang bisa terlihat karena cahaya nya kalah terang di banding cahaya lampu kota" Ucap Reva menatap langit.


"hmmmm" Arka mengangguk, dan menatap Reva kagum.

__ADS_1


Merasa di perhatikan Reva menjadi gugup dan salah tingkah.


"Apa ada sisa nasi di pipi ku" Pikir Reva mengusap - usap pipi dan bibir nya.


Arka tersenyum melihat tingakah Reva itu.


"Apa? kenapa menatap ku aneh seperti itu?" Tanya Reva judes.


"Aku hanya penasaran" Jawab Arka mengalihkan pandangan nya ke langit yang terlihat semakin indah itu.


"Penasaran? tentang apa?" Tanya Reva kini berbalik menatap Arka.


"Apa kau benar - benar pernah menjadi orang kaya?" Tanya Arka serius.


"Hahaa jadi itu yang ada di pikiran mu sejak tadi, kamu penasaran kenapa aku tidak manja? kamu tidak percaya bahwa aku pernah memiliki segala nya?" Tanya Reva tertawa melihat Arka mengangguk.


Reva mengubah tawa nya menjadi senyum getir dan menerawang jauh pandangan nya ke langit.


"Semua itu hanya titipan, dan mamah sama papah yang kebetulan mendapatka titipan itu dari Allah, Aku memang terbiasa mendapat kan apapun dengan mudah, tapi soal pendidikan aku selelu serius kok, buktinya aku bisa kuliah di LN itu karna beasiswa" Ucap Reva kepada Arka yang setia mendengarkan cerita nya.


"Beberapa hari setelah mamah dan papah pergi, om mengambil alih perusahaan dan hanya membuat nya bangkrut dan meninggalkan banyak hutang, aku menjual semua aset yang tersisa untuk membayar hutang - hutang yang tertulis atas nama ku" Reva mengusap air mata nya yang rembes di pinggir mata nya.


"Kamu wanita yang kuat" Ucap Arka tulus.


"Awal nya sangat sulit, bahkan aku harus menjual semua barang kesayang ku untuk membeli rumah yang sekarang, aku menyisakan sebagian untuk membuka sebuah kafe kecil untuk mencicil hutang yang masih tersisi" Ucap nya getir.


" Tapi kenapa kamu tidak bekerja di perusahaan besar aja, secara lulusan bisnis dari sebuah universitas di Inggris" Tanya Arka penasaran.


"Sejak perusahaan papah bangkut, aku takut untuk melihat dunia yang seperti itu, di mana banyak orang serakah yang sangat berambisi saling menjatuhkan dan saling merebut dengan cara apa pun, aku tidak ingin berada di dunia seperti itu, jadi aku memilih untuk berinvestasi saja" Jawab Reva yang sudah bisa menenangkan diri nya.


"Investasi di kafe?" Tanya Arka.


"ummmm, awal nya aku hanya kerja sama dengan kakak kelas ku waktu SMP, teh Salfa lebih dulu menjalankan bisnis kafe nya, karena aku awam dalam hal kuliner aku hanya menanamkan modal aja, tapi melihat setiap hari orang - orang mengobrol dan makan bersama teman dan keluarga nya, hati ku terasa hangat, aku meras tidak sendirian lagi, dan saat itu lah aku belajar untuk terjun langsung membantu teh Salfa" Ucap Reva antusias.


Arka tersenyum melihat wanita yang kini berstatus istri nya itu.


"Tapi kenapa kau mau di nikah kan dengan ku?" Tanya Arka membuay Reva langsung menatap nya.

__ADS_1


"Itu..itu karena aku ingin membantu Ibu" Jawab Reva menundukan pandangan nya.


"Apa ini, apa aku harus memberi tahukan semua nya" Pikir Reva bimbang.


"Bantu?? cerita kan semuanya pada ku!" Pinta Arka tegas.


"Saat itu ibu bilang, ada yang ingin mencelaka kan ibu, kejadian malam itu bukan murni kecelakaan tapi ada seseorang yang dengan sengaja menyabotase mobil yang di tumpangi oleh ibu" Ucap Reva hati - hati melihat Arka yang hanya mendengarkan saja.


"Jadi ibu sudah mengetahui nya? apa aku beritahu semua nya sekarang, tapi sebaik nya aku menyingkirkan mereka dulu sebelum menjadi masalah untuk kami ke depan nya" Pikir Arka dalam diam.


"Ibu meminta ku untuk menjaga mu, seperti nya ibu gak suma sama pacar mu yang cantik itu, ibu ingin aku menjauhkan mu dari nya, karena ibu pikir dia adalah ancaman buat kamu" Ucap Reva ringan.


"Ternyata ibu sudah mengetahui nya sebelum aku" Pikir Arka lagi, menatap Reva.


"Bagaimana dengan pacar mu, Bagaimana kau menjelaskan nya saat kau memutuskan untuk menikah dengan ku?" Pertanyaan Arka langsung mangalihkan pandangan Reva, Arka melihat seutas kesedihan di mata istri nya.


"Ahhhhh tapat saat aku kehilangan harta aku juga harus melepaskan semua nya, sahabat, kerabat dan pacar yang awalnya selalu setia di samping ku, tapi dengan begitu aku bisa mengetahui jenis manusia macam apa mereka itu, ihhhh menjijikan" Ucap Reva dengan jijik.


"Untung ada bibi ama mamang, mereka rela pindah dari desa menjual tanah dan sawah nya untuk pindah dan merawat ku seperti anak nya sendiri" Lanjut Reva.


"Kenapa enggak kamu saja yang ikut tinggal di desa?" Tanya Arka.


"Mamang bilang, akan lebih mudah jika mereka menyesuaikan hidup di kota dari pada memaksa ku untuk menyesuaikan hidup di desa, dan supaya Asep gak perlu kos saat kuliah, jadi mamang mutusin buat beli toko elektronik dari hasil jual sawah dan tanah nya" Lanjut Reva yang mulai menguap..


"Terus kenapa kamu mau nikah sama aku?" Tanya Reva serius menatap Arka, tapi yang di tatap malah berdiri dan mengusap - usap pantat nya yang tidak kotor.


"Aku mengantuk, ayo kita tidur" Ucap nya dan bergegas meninggalkan Reva yang kesal.


"HEIIII DASAR CURANGGG!!!" teriak Reva kesal yang sudah berdiri dan menghentakan kaki nya, tanpa Reva lihat Arka tertawa bahagia karena bisa menjahili istri nya.


Bersambung....


Mohon Like, Vote & Coment nya.


Terima kasih yang sudah mampir...


Mohon koreksi nya juga ya...😍😍

__ADS_1


__ADS_2