
Bu Nur menaruh satu mangkuk lagi mie instan, kali ini untuk tuan muda nya yang sudah duduk berhadapan dengan Reva.
"Terimakasih" Ucap Arka dengan menarik mangkuk ke dekat nya.
Bu Nur hanya mengangguk dan pergi setelah menuangkan air untuk Arka.
"Kenapa kau baru pulang?" Arka memulai percakapan nya.
"Apa dia bertanya pada ku?" Reva pura - pura tidak mendengar nya.
Tak mendengar adanya jawaban, Arka menyimpan sendok dan garpunya, melipat tangan nya memaruhnya di atas meja, dan menatap Reva yang masih sibuk melahap mie nya.
"Apa telinga mu itu hanya pajangan? apakah sudah tidak berfungsi? kau tidak mendengarku bicara?" Arka mulai kesal ketika lagi - lagi Reva hanya fokus pada makanan nya.
"*wahhh d*ia benar - benar berbicara pada ku, apa dia pikir telinga manusia itu seperti barang bisa di bongkar pasang, apa aku harus mencakar mulut nya" pikir Reva tak memperdulikan orang di hadapan nya.
"Heiii..itu punya ku, balikin sini" Reva protes saat Arka menarik mangkuk Reva.
"Apa??" Tanya Reva kembali ketika Arka menatap nya dengan tatapan membunuh.
"Kau benar - benar tidak mendengarkan ku berbicara? aku curiga telinga mu itu hanya tempelan?" Reva mendengus kesal mendengar ucapan arka.
"Aku lembur, kerjaan ku hari ini banyak" Jawab Reva sambil menarik lagi mangkuk nya kembali.
"Apa sebanyak itu kerjaan seorang sekretaris, seperti nya aku tidak terlalu banyak memberi mu pekerjaan?" Tanya Arka.
"Aku membantu pekerjaan mbak - mbak yang cerewet itu" Jawab Reva di seletah suapan terakhirnya.
"Mbak - mbak?" Tanya Arka dengan memgerutkan dahi nya.
"Iya, wanita menor yang hari ini pake baju merah ketat itu" Reva menjelaskan setelah meneguk air di gelas nya.
"Sinta??" Arka bertanya kembali.
"Oh jadi nama siluman nyinyir itu sinta, aku hampir ga bisa istirahat hari ini" Reva mengerucutkan bibirnya, sedangkan Arka menarik senyum di bibirnya.
"Kamu aja yang bodoh, ngapain kamu mau ngerjain pekerjaan orang lain". ledek Arka.
__ADS_1
"Aku bisa apa, aku cuma karyawan baru, serem aja kalo harus di musuhin para senior, aku males cari masalah". Reva mulai nyaman berbicara dengan Arka
"Mulai besok, pak Udin yang akan anter jemput kamu" Tegas Arka.
"Enggak, enggak!! Apa yang akan kamu pikirin saat ngeliat karyawan baru turun dari sebuah mobil mewah??" Tanya Reva.
"Aku tidak suka memikirkan urusan orang lain" Jawab Arka
"Isshhh..tapi enggak semua orang bisa berpikir seperti kamu tau.." Reva kesal.
"Jelas lah, otak aku jenius di atas rata - rata di bandingkan dengan orang lain" Arka menyombongkan diri.
"Aisshhh..kenapa kamu ga hidup di zaman purba aja si, biar abis di caplok dinosaurus, sombong nya tingkat dewa" Reva semakin kesal, apalagi saat melihat Arka tersenyum meledek.
"Mana ada dinosaurus yang tega makan cowok ganteng kaya aku" Arka tersenyum bangga.
Reva menggeleng - gelengkan kepada nya, sambil mengusap - usap dada nya, dia tidak tahu harus berkata apa lagi.
"kamu bisa di antar pak udin, atau kamu ngundurin diri aja dari perusahaan" Arka mulai terlihat serius dengan perkataan nya.
"Aku ga mau, aku ga suka ada orang berpikiran buruk nanti, gimana kalo mereka pikir aku cewek ga bener, punya mobil mewah padahal kerjaan cuma karyawan kan aneh" Reva masih kukuh dengan pendirian nya.
"Tapi aku gak perlu di anter- anter kaya anak kecil , aku biasa sendiri bahkan waktu di bandung aku bawa motor sendiri" Jawab Reva.
"Tapi ini jakarta, dan beberapa hari ini kamu pulang malem terus, kamu belum tau daerah di sini gimana kalo kamu salah jalan" Arka mulai kesal karena bantahan dari Reva.
"Kamu ga usah khaw.._" Reva menghentikan ucapan nya dan menatap Arka lekat - lekat.
"apa Kamu sedang khawatir?" Reva menggoda Arka.
"Kha..kha khawatir apa, yang jelas di sini kamu tanggung jawab ku, nanti kalo terjadi sesuatu ibu pasti akan nyalahin aku". Arka berdiri dari duduk nya, dan semakin salang tingkah saat melihat Reva masih tersenyum meremeh kan.
"Su sudah lah, terserah kamu aja, kalo kamu masih ga mau di anter pak udin, mulai besok kita berangkat ke kantor bareng aja" Arka pergi setelah menyelesaikan ucapan nya, meninggalkan Reva yang masih menatap tak percaya dengan keputusan suami nya itu.
Ke esokan pagi nya, ketika Reva menuruni anak tangga nya, dia melihat Arka yang tengah sarapan, dia menghampiri nya dan duduk di kursi yang biasa dia duduki.
Bu Nur menuangkan susu ke dalam gelas Reva.
__ADS_1
"Terima kasih bu" Ucap Reva.
"Iya nona, dan ini bekal yang anda minta" Bu Nur memberika sebuah kotak makan kepada Reva, semalam Reva memang meminta bu Nur membuatkan bekal makan untuk di bawa nya ke kantor.
Arka menatap kotak makan tersebut.
"Kata nya bukan anak kecil lagi, tapi ke kantor aja bawa bekal" Ledek Arka.
"Emang nya cuma anak kecil aja yang boleh bawa bekal, aku cuma jaga - jaga aja takut nya kaya kemarin aku ga sempet makan, untung aja pa Gatan baik banget, tau aja kalo aku ga sempet buat makan" Reva menggigit roti yang sudah di olesi nya dengan selai coklat.
"Uhukkk uhukkkk" Arka tersedak ketika mendengar nama Gatan.
Reva menatap Arka yang kini sedang meminum air putih di gelas nya.
Arka membalas tatapan Reva tak kalah tajam nya.
"Jangan dekat- dekat dengan orang itu" Perintah Arka tegas.
"Kenapa?" Tanya Reva ringan.
"Dia itu playboy, sudah biasa bersikap seperti itu ke semua perempuan, jadi jangan ke GR an" Ucap Arka.
"Siapa yang GR, lagian aku ga ada niat buat deket sama pak Gatan, apa kata orang kalo perempuan yang sudah memakai cincin di jari manis nya dekat dengan laki - laki lain" Arka mengalihkan pandangan nya melihat cincin yang berada di jari manis Reva, dia tersenyum melihat cincin tersebut.
"Apa dia selalu memakai nya? apa dia mengakui pernikahan nya?" Pikir Arka ketika melihat cincin itu.
"Aku menganggap pernikahan itu sebuah hubungan yang sakral, bukan permainan yang bisa di mulai dan di akhiri begitu saja, jadi apa pun yang terjadi selama status ku masih jadi istri dari seseorang, aku tidak akan melepaskan cincin pernikahan ku" Arka tertegun mendengar kata - kata Reva.
Reva bangkit dari duduk nya, dan menatap tangan Arka yang tidak memakai cincin nya.
"Tenang saja pak, saya tidak akan memberitahu siapapun tentang suami saya, saya hanya perlu orang - orang tahu jika saya sudah menikah". Reva berlalu meninggal Arka yang masih terpaku.
Reva menuju pak Udin yang sudah siap membuka kan pintu mobil nya, semalam Reva sudah memutuskan untuk di antar jemput mulai hari ini,
dari pada dia harus berhenti bekerja.
Bersambung....
__ADS_1
Mohon Like, Vote & coment nya ya...
Terima kasih dan mohon maaf jika novel yang saya buat, masih banyak sekali kekurangan.. ❤❤