
Arka berdiri, menatap sinis ke arah Alya.
"Sepertinya kau sudah sembuh, aku akan menghubungi polisi sekarang!!" Ucap Arka, namun Reva menahan tangan suaminya.
"A, kita tidak perlu melakukannya" Ucap Reva dengan kepala menggeleng.
Arka mencakup kedua pipi istrinya.
"Sayang dia sudah memfitnahku, mencemarkan nama baikku, aku tidak mungkin membiarkannya begitu saja" Ucap Arka.
Alya meraung menangis sejadi-jadinya.
"Ma..mafkan sa..saya tu..tuan, sa..saya akan pergi se..sejauh mungkin da..dari keluarga an..anda, ta..tapi jangan laporkan sa..saya ke kepolisi, sa..saya mohon" Ucap Alya.
Mendengar hal itu, Reva menyentuh tangan Arka yang berada di pipinya, dan menggenggamnya dengan erat.
"A, dia melakukannya karena terpaksa, jadi maafkan dia, setidaknya untuk janin yang berada di perutnya, jika dia di penjara maka dia akan melahirkan di dalam penjara, tolong pikirkan itu" Ucap Reva dengan lembut.
"Aku sudah pernah bilang, jangan pakai perasaanmu kepada setiap orang, karena orang jahat akan dengan mudah memanfaatkannya" Ucap Arka kesal.
"Tidak ada salahnya jika kita memberikan dia kesempatan" Ucap Reva dengan tersenyum.
Arkapun hanya membuang nafasnya kasar, karena tidak mampu melawan keras kepala istrinya itu.
Setelah seminggu di rawat akhirnya Adel di perbolehkan pulang ke rumah, dan sejak Arka mengingat Reva dia tidak pernah jauh dari istri dan anaknya itu, bahkan dia hanya pergi ke kantor saat ada meeting penting saja.
"A, kamu gak ke kantor lagi hari ini?" Tanya Reva memberikan secangkir kopi kepada suaminya.
"Nanti siang yank" Ucapnya sambil menciumi pipi gembul putranya.
"Jangan ciumin terus A, lihat dia risih gak mau di gituin nanti dia nangis loh" Ucap Reva kepada suaminya.
"Dia bukan risih sayang, malah dia seneng aku ciumin, ya kan jagoan daddy" Jawab Arka.
"Emang kamu gak lihat, mukanya mau nangis gitu, sini biar aku yang gendong" Ucap Reva.
Namun Arka malah menjauhkan Arva dari jangkauan Reva.
"Bilang aja iri, pengen di cium juga" Ucap Arka dengan tatapan jahilnya.
"Dihhhh males!!" Ucap Reva melengos pergi, Arka hanya tertawa karena menggoda istrinya.
Reva menghampiri Adel yang tengah menyiram tanaman di belakang rumahnya.
"Biar aku saja yang melakukannya bu, jangan bekerja terlalu banyak nanti ibu kecapean" Ucap Reva.
"Ihhh kamu lebay sayang, ibu cuma nyiram tanaman kok masa iya kecapean, ibukan gak lari maraton, tubuh ibu juga perlu gerak biar makin sehat" Jawab Adel.
__ADS_1
"Ya udah, tapi jangan ngerjain yang lain lagi ya" Ucap Reva duduk di kursi belakang Adel yang tengah berdiri.
Setelah selesai menyiram tanaman, Adel ikut duduk di samping Reva.
"Si mbul kemana neng, bobo ya?" Tanya Adel.
"Mana bisa dia bobo mah, kalau daddy nya belum berangkat ke kantor, di kucek terus itu anaknya kalau kertas udah lecek kali tuh Arva" Ucap Reva mengerucutkan bibirnya.
Adel Tersenyum mendengarnya.
"Oh..iya nanti acara nikahan Gatan, kita duluan aja ke Bandung neng, ke rumah teh Ihat, jangan ikut rombongan dari sini, kasian Arva takutnya kecapean dia" Ucap Adel.
"Iya bu, emang rencananya A Arka juga gitu 2 atau 3 hari sebelum hari H, kita udah berangkat duluan ke Bandung, sekalian liburang juga, A Arka udah ngosongin jadwalnya selama seminggu" Ucap Reva.
Setelah lamaran minggu kemarin, kedua keluarga besar itu menentukan tanggal pernikahan yang akan di selenggarakan tiga minggu lagi, pas acara lamaran keluarga Adel tidak ikut karena kejadian Adel masuk rumah sakit.
****
"A, bantuin aku milihin baju dong, kamu mau bawa baju yang mana aja, buat di bawa ke bandung besok, aku binging nih beresin keperluan Arva aja belum beres" Ucap Reva yang sedang sibuk di depan lemari Arva.
Karena merasa tidak ada jawaban, akhirnya Reva keluar dari ruang ganti dan melihat ke arah Arka tadi berada.
Reva membuang nafasnya perlahan dan tersenyum, saat melihat Arka tengah tertidur bersama Arva berada di sampingnya.
"Mommy lagi sibuk kalian malah enak-enakan tidur, dasar nakal" Gumamnya menghampiri kedua jagoannya dan mencium kening mereka satu persatu.
Setelah selesai, dia mengendong Arka dan memindahkannya ke dalam box bayi yang berada di kamar tersebut, lalu merebahkan tubuhnya yang merasa kelelahan hingga terlelap di samping suaminya.
Pagipun menyapa mereka tengah sibuk sarapan, sedangkan pak Udin dan pak Ade sedang sibuk memasukan koper-koper dan barang bawaan lainnya ke dalam mobil.
"Sayang, apa kamu yakin gak mau bawa bu Nur ke Bandung buat bantuin kamu jagain Arva di sana" Tanya Adel.
"Iya bu gak usah, disanakan ada bi Ihat juga yang bisa bantuin aku, bu Nur biar disini aja ngurusin rumah" Jawab Reva dengan tersenyum.
"Ya udah, sebaiknya kita mulai berangkat, kalau nunggu siang jalanan pasti macet" Ucap Arka yang di angguki oleh Adel dan Reva.
Arka dan Reva masuk ke dalam mobil yang di kendarai oleh pak Ade, sedangkan Adel perangkat bersama pak Udin.
Mereka membawa 2 mobil karena barang bawaan mereka yang cukup banyak.
Di sepanjang perjalanan Arva berada di pangkuan Arka dengan tenang, sesekali Reva mengambil alihnya jika Arva mulai rewel karena ingin ASI.
Beberapa jam berlalu akhirnya kedua mobil itu sampai di depan pagar rumah bi Ihat.
Merekapun di sambut oleh bi Ihat denga senang, setelah bersalaman dan berpelukan bi Ihat langsung menggendong Arva dan mengajak semua orang untuk masuk ke dalam.
Bi ihat sudah menyiapkan kue-kue dan teh hangat serta beberapa cangkir kopi.
__ADS_1
"Ayo duduk, pasti capek banget ya, gimana tadi di jalan teh macet apa enggak?" Tanya bi Ihat.
"Alhamdullih teh lancar, cuma macet sebentar doang" Jawab Adel.
"Maaf ya Li, teteh gak sempet nengok kamu kemarin pas sakit, teteh lagi repot-repotnya di kafe karena Salfa gak kerja, sibuk ngurusin buat acara lamaran kemarin" Ucap bi Ihat.
"Gak apa-apa teh, alhamdulliha sekarang udah sehat lagi kok" Ucap Adel dengan tersenyum.
"Syukur atuh kalau kamu udah sehat, kalau kamu kecapean lebih baik istirahat aja langsung di kamar Li, atau mau makan dulu aja atuh yuk, udah teteh siapin itu di meja makan" Ucap bi Ihat.
"Iya nanti aja teh, kayanya lia mau mandi dulu aja" Ucap Adel pamit untuk membersihkan dirinya.
Bi Ihat beralih kepada Arka dan Reva yang tengah selonjoran di karpet yang berada di bawah sofa.
"Loh kalian malah duduk di bawah, ayo duduk di sofa" Ucap bi Ihat menepuk sofanya.
"Enakan disini bi, ngelurusin kaki tadi pegel gendong si mbul sepanjang perjalanan" Ucap Arka memijat-mijat kakinya.
"Dihh boong, orang aku yang lebih lama gendong Arva" Cetus Reva.
Bi Ihat tersenyum melihat sepasang suami istri itu.
"Oh iya bi, gimana kafe rame?" Tanya Reva.
"Alhamdullh rame neng, rencananya Asep mau buka cabang di deket kampus katanya, gimana menurut kamu neng?" Tanya hi Ihat.
"Kayanya bagus juga bi, kalau deket kampuskan otomatis para mahasiswa nanti nongkrongnya di kafe kita" Jawab Reva membuat bi Ihat mengangguk-anggukan kepalanya.
"Mamang belum pulang bi?" Tanya Arka.
"Belum jang, Asep ada kuliah jadi mamang kalian yang jagain kafenya" Jawab bi Ihat, membuat Arka dan Reva mengangguk.
"Oh iya, nih anak ganteng udah di kasih makan apa sih kok pipinya luber gini?mmm gemes nenek pengen gigit" Ucap bi Ihat.
"Cuma ASI aja bi, tapi kalau dia masih rewel juga aku kasih sufor tapi cuma sesekali aja, dia kan baru mau 6 bulan tuh nanti pas akhir bulan, jadi aku belum ngasih dia makan" Jawab Reva.
"Yank..aku mandi dulu deh ya, terus nanti kalau udah selesai ngobrolnya pijitin aku sebentar, badan aku pegel banget ini" Ucap Arka.
"Iya, nanti kalau udah mandinya panggil aja" Jawab Reva.
"Bi Aku permisi mau mandi dulu ya" Ucap Arka berdiri dan pamit kepada bi Ihat.
Bersambung..
Mohon Like dan komentarnya, jangan lupan Votenya juga ya..
Terima kasih
__ADS_1