ISTRI BAYANGAN

ISTRI BAYANGAN
BAB 20


__ADS_3

"Pak, udah berhenti di sini aja" Ucap Reva kepada pak udin.


"Ini masih lumayan jauh nona, biar saya antar ke tempat yang lebih dekat dengan kantor saja ya" Jawab pak udin yang masih mengemudi.


"Tidak apa- apa pak, sekalian olahraga saja, kalo terlalu deket nanti orang kantor ada yang lihat, saya ga enak" Kata Reva meyakin kan pak Udin.


"Baik lah, saya akan menunggu nona di sini sampai nona pulang" pak Udin sudah memarkirkan mobil nya di pinggir jalan.


"Tidak usah pak, bapak pulang aja. Nanti saya telfon deh kalo udah mau pulang" Ucap Reva mengambil tas dan paperbag berisi kotak bekal nya.


Reva pun keluar dari mobil dan bergegas berjalan menuju tempat nya bekerja.


Reva duduk di kursi nya, dan bersiap untuk bekerja. Hingga melihat seseorang yang menghampirinya.


"Ada dia ingin aku untuk mengerjakan pekerjaan nya lagi, aku akan menolak nya jika dia seenak nya lagi. Lihat itu dia tersenyum ke arah ku, apa dia mengejek ku? apa dia pikir aku gampang di tindas, dasar cacing pita" Reva menggerutu melihat Sinta, orang yang kemarin membuat nya bekerja keras.


"Kerjaan mu lumayan rapih juga, terima kasih karna kamu aku jadi bisa menyelesaikan pekerjaan ku tepat waktu" Ucap Sinta yang kini berdiri di depan meja Reva.


Reva tidak menjawab, hanya mengeluarkan senyum kecut nya.


"Karna pekerjaan mu lebih sedikit, jadi sesekali tidak apa kan jika aku meminta bantuan mu lagi?" Tanya Sinta.


"Maaf Kak, tapi sepertinya kita memiliki pekerjaan masing - masing" Jawab Reva menatap Sinta tidak suka.


"Brakkkkk" Sinta memukul meja kerja Reva, dan tidak sengaja menjatuhkan bekal di dalam paperbag Reva.


Reva berdiri menatap tajam seniornya itu, dan beralih hendak mengambil paperbag nya.


"Besar sekali nyali karyawan baru seperti mu" Bentak Sinta, membuat semua pasang mata di ruangan tersebut melihat ke arah nya.


Reva tidak memperdulikan ucapan Sinta dan masih saja berjongkok, membersihkan makanan nya yang tumpah ke lantai.


Sinta menghampiri Reva dan menginjak paperbag yang sedang di bereskan oleh Reva.


Reva mendongak dengan wajah yang sudah merah padam menahan marah, dia memegang kotak bekal nya sangat erat, dan langsung berdiri di hadapan.


Reva hendak menumpahkan semua makanan nya ke arah Sinta namun tangan nya terhenti, ketika mendengar seseorang berbicara.


"Apa yang terjadi" Reva dan Sinta langsung menoleh ke arah suara tersebut.


"pak Arka, di dia yang mu mulai du duluan pak" Jawab Sinta dengan gugup. Ternyata suara itu milik Arka.

__ADS_1


Gatan, Arka dan pak Ade yang baru sampai langsung mengarahkan pandangan nya, ke arah keributan yang sedang terjadi.


Arka mengepalkan tangan nya ketika melihat kotak bekal di tangan Reva yang sudah berantakan.


"Pak, tolong urus semua keributan itu" Ucap Arka kepada pak Ade dan berlalu masuk ke dalam ruangan nya.


Mata Reva berkaca-kaca melihat punggung Arka yang semakin menjauh.


"Dia bahkan tidak melihat ku sama sekali, dia terlihat marah, apa karena aku telah membuat keributan?" pikir Reva.


"Kalian tolong ikut ke ruangan saya" Ucap pak Ade tegas.


Setiba nya di ruangan pak Ade, Reva dan Sinta sudah duduk. Mereka tidak berani menatap pak Ade.


Pak Ade hanya menatap layar monitor di hadapan nya dengan serius, dia sedang memperhatikan rekaman CCTV tentang kejadian tadi.


"Apa ada yang ingin anda katakan?" Ucap pak Ade menatap Sinta datar.


"Glekk" Sinta menelan saliva nya susah payah.


"Memotong gaji anda saja sepertinya belum cukup, anda sudah lama kerja di sini, anda pasti tahu benar jika pak Arka sangat tidak menyukai kekerasan dalam bentuk apa pun" Lanjut pak Ade membuat Sinta pucat pasi.


"Ma ma maaf kan saya pak, saya tidak akan mengulanginya lagi, to tolong berikan saya kesempatan se sekali lagi" Ucap Sinta memelas.


"Baik lah, karena anda karyawan yang sudah lama mengabdi di perusahaan ini, saya akan memberikan satu kesempatan lagi, tapi semua itu tergantung dari jawaban nona Reva" Reva yang mendengar nama nya di sebut, langsung mengangkat kepala nya menatap kedua orang yang tengah memeperhatikan nya.


"Sa sa saya?? Sa saya ke kenapa? Ap apa yang ha harus saya ja jawab?" Reva kaget karena dia merasa tidak bersalah.


"Apa anda tidak mau meminta maaf, nona Sinta?" Tanya pak Ade, membuat Sinta mengepalkan tangan nya yang berada di bawah meja.


Reva bisa melihat jika Sinta sedang menahan marah.


"Sa saya sudah memaaf kan nya pak, ini semua hanya karena kesalah pahaman, saya minta maaf karena sudah membuat keributan" Ucap Reva sungguh - sungguh.


Sinta menatap Reva sinis, wajah nya semakin memerah karena menahan marah, dan mengeluarkan senyum kecut nya.


"Saya minta maaf" Ucap nya singkat, dan pak Ade bisa melihat ketidak tulusan dari ucapan Sinta.


"Baik lah, saya anggap semua sudah selesai, saya harap hal seperti ini tidak akan terjadi lagi, dan sebagai pengganti pemecatan anda.._" pak Ade menatap Sinta sebelum melanjutkan kalimatnya.


"Anda di liburkan selama 1 minggu" Lanjut pak Ade. Sinta mengangguk pasrah.

__ADS_1


"Terima kasih karena tidak memecat saya pak" Ucap Sinta.


"Ta tapi kenapa harus seperti itu pak, bukan kah saya sudah bilang kalau saya sudah memaaf kan kak Sinta" Reva tidak terima dengan keputusan pak Ade.


"Ini sudah menjadi keputusan saya, silahkan kalian bisa kembali bekerja sekarang!" Jawab pak Ade tegas.


Sinta berdiri dan membungkuk hormat, sedang kan Reva masih menatap tak percaya dengan keputusan pak Ade.


"Apa anda juga ingin mendapat libur?" Tanya pak Ade, membuat Reva berdiri dari duduk nya.


"Ti ti tidak, saya permisi" Ucap Reva meninggalka ruangan tersebut.


Reva melihat Sinta membereskan meja kerja nya, mengambil tas dan berlalu pergi.


"*Apa dia baik - baik saja, p*asti dia akan semakin marah pada ku" Pikir Reva melihat kepergian Sinta.


Reva pun melanjutkan pekerjaan nya hingga waktu tak terasa berlalu, dan jam makan siang pun hampir tiba.


"Permisi, ada kiriman buat mba Reva" Kata seorang OB yang memberikan sebuah paperbag yang bertuliskan nama restauran terkenal.


"Dari siapa mba?" tanya Reva mengerutkan dahi nya.


"Dari seorang driver ojol mba, kata nya buat mba Reva" Jawab OB tersebut, meletakan barang tersebut di atas meja kerja Reva, karena Reva tak kunjung menerima nya.


"Tapi saya gak pesen mba, coba di mana mas ojol nya, biar saya kembalikan, mungkin salah orang" Jawab Reva berdiri, berniat menemuai sang drivel ojol.


"Maaf mba, bang ojol nya sudah pergi, kata nya pesanan nya sudah di bayar dan sesuai dengan alamat nya, coba mba cek di dalam situ ada tanda bukti pembelian nya ko, saya permisi mba" Ucap OB itu pamit dengan sopan, meninggalkan Reva yang masih kebingungan.


Reva melihat memang tanda bukti pembelian nya atas nama nya.


"Apa pak Gatan yang pesenin ya, tadi pagi pasti dia melihat kotak bekal ku yang berantakan" Pikir nya sambil melihat makanan tersebut.


"kruuuyuuukk" Reva langsung memegang perut nya yang berbunyi, tanda jika perut nya minta di isi.


"Ahh dasar perut nakal, ayoo kita makan biar nanti saja kita cari pengirim nya, ga mungkin kan kalau makanan nya beracun. sayang kalau ga di makan, pasti makanan nya mahal" Gumam Reva sambil membawa paperbag nya pergi.


Bersambung...


INFO


Khusus hari ini dapet doble up ya, permintaan maaf karena kemarin2 suka tlat up nya.

__ADS_1


Mohon Like, Vote & Coment nya ya..


Terima kasih...


__ADS_2