
Happy reading all 🌺
" junior siapa itu," tanya Slavina kepada Riana.
Riana mengelus perut datarnya.
Tanpa dijelaskanpun wanita itu sudah mengerti yang dimaksudkan oleh Riana.
" Tidak mungkin," ucapnya tidak percaya.
" Itu benar, dan makanya dia harus bertanggung jawab, apakah kau ingin melihat seorang anak yang tidak bersalah harus kehilangan ayahnya. Ohhh aku tidak tau lagi harus mengatakan apa. Jadi nona aku mohon hiks jangan merebut ayah dari junior ku mohon," berekting dengan sangat baik.
Regha sangat bingung saat ini karena ini sangat jauh menyimpang dari rencana yang sebelumnya.
" Baiklah jika itu yang terjadi maka aku akan merelakan cintaku, semoga junior tumbuh menjadi anak yang baik yah," ucapnya lalu mengelus perut Riana sebelum dia pergi meninggalkan dua orang itu.
" Terimakasih banyak, aku tidak akan pernah melupakan kebesaran hatimu ini,"
Regha hanya mengerjapkan matanya tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh istri kecilnya itu.
Riana membanting dirinya disofa dekatnya setelah Slavina tidak terlihat lagi.
" Kau telah melakukan kesalahan," ucap Regha kesal.
" Hei om, rencana kita sudah berhasil, apa lagi yang perlu kau khawatirkan. Lagi pula jika menjalankan rencana awal itu tidak akan mompan pada wanita sepertinya," ucap Riana sambil meneguk minuman yang ada dimeja.
" Bagaimana bisa kau mengetahui itu hah,"
" Dengar siapa yang tidak mengenal artis terkenal sepertinya. Aku pernah mendengar jika dia itu sangat tidak tegaan terutama kepada seorang anak kecil jadi aku berfikir hanya cara itu sajalah yang dapat berhasil," ucap Riana setelah meneguk semua minuman yang ada di gelas itu hingga habis tak bersisa.
" Aku akan mengampunimu kali ini, tapi jika kau mengulanginya lagi lihat saja apa yang akan aku lakukan pada mu," ucap Regha yang ikut duduk didekat Riana.
" Cihhh," tidak memperdulikan Regha dan mulai fokus kepada alunan musik disana dan juga tarian orang-orang.
***
Perlahan Riana membuka matanya, kepalanya terasa sangat pusing sekali.
" Apa yang terjadi semalam. Dan kapan kami pulang kerumah kenapa aku tidak mengingat apapun sekarang," Ucap Riana yang memegangi kepalanya.
Tiba-tiba Riana tersadar dimana dia tidur sekarang, dia menengok kesamping dan terkejut melihat sosok Regha yang masih terlelap.
Astaga apa yang terjadi, kenapa aku bisa tidur disini. Ucap Riana berusaha mengingat-ingat kejadian semalam.
Perlahan Riana turun dari kasur dan berjalan kearah kamar mandi. Jangan sampai dia membangunkan Regha jika tidak mau mendapatkan masalah.
Riana keluar dari kamar mandi, dan terkejut melihat Regha yang kini sudah duduk bersandar di kasur.
"Astaga om, kau membuatku terkejut," ucap Riana kaget.
Regha hanya menatap Riana dengan tatapan mematikannya.
__ADS_1
" Apa kau sudah sadar sekarang," tanya Regha balik.
" Hah sadar maksudmu," tanya Riana bingung dengan maksud Regha.
" Apa kau lupa dengan apa yang kau lakukan semalam," tanya Regha balik dengan nada dinginnya.
Riana memutar otaknya kembali, untuk mencari jawaban.
Tiba-tiba rangkaian peristiwa yang terjadi semalam kembali terulang difikirannya.
" Astaga apa yang kulakukan," ucap Riana menutup mulutnya tidak percaya.
***
Yang terjadi semalam adalah.
Riana merasakan jika minuman yang dia minum sedikit aneh.
Kenapa rasa minuman ini sedikit aneh yah. Namun Riana tidak mengambil pusing pasal minuman itu.
Namun lama kelamaan dia merasakan dirinya seolah melayang diudara.
Dirinya seperti tertarik untuk mengikuti alunan musik dan ikut menari bersama orang-orang yang ada disana.
Dengan sempoyangan gadis itu berjalan mendekati panggung asal dari musik itu.
Regha yang terkejut dengan tingkah laku Riana segera mendekati gadis itu.
" Hei siapa wanita itu," ucap semua orang yang mulai merasa terganggu dengan perilaku Riana.
" Biar aku tunjukkan seperti apa musik yang sebenarnya," Riana mengambil sebuah gitar dan mulai memainkannya.
Namun karena dalam kondisi tidak sadar permainan musik yang dia mainkan itu benar-benar sangatlah buruk. Bahkan gadis itu bernyanyi dengan tidak jelas.
Regha mengangkat sebelah alisnya bingung dengan kelakuan Riana.
Karena faham jika Riana sudah mengganggu kenyamanan orang-orang disana dengan cepat Regha menarik Riana untuk menjauhi panggung.
" Hei om apa yang kau lakukan lepaskan aku, aku ingin bernyanyi," ucap gadis itu tidak sadar.
" Apa yang kau lakukan hah," tanya Regha yang berusaha membuat Riana duduk dengan tenang.
Musikpun kembali dibunyikan, orang-orang kembali fokus dengan kegiatan mereka.
" Hei om lepaskan aku ayo kita menari saja," ucap Riana berdiri dan mulai berjoget tidak jelas.
" Hei berhentilah melakukan hal itu apa kau tidak malu," berusaha menarik Riana duduk kembali.
" Ohh ayolah om kita nikmati pesta meriah ini," terus berjoget.
" Apa kau salah makan hah," ucap Regha kesal.
__ADS_1
" Tidak aku hanya minum minuman enak tadi," ucap Riana menatap Regha dengan tatapan sayunya.
" Minuman, minuman apa yang kau minum," tanya Regha lagi.
" Itu dia," menunjuk gelas bekasnya tadi.
Regha mengambil gelas itu dan menghirup aromanya.
" Ohh tidak ini alkohol, dari mana kau mendapatkannya hah," ucap Regha lagi.
" Tidak tahu itu ada dimeja tadi," Ucap Riana yang tiba-tiba kehilangan kesadarannya dan jatuh pingsan.
Dengan sigap Regha menangkap tubuh Riana dan membawanya kedalam mobil.
Didalam perjalanan pun Riana terus mengoceh kan hal yang tidak jelas.
" Aku mau minum lagi, aku ingin berpesta ingin menari," gumam Riana.
Regha hanya tersenyum sekilas mendapati kebodohan gadis itu ketika mabuk.
Regha membawa Riana kekamarnya, kemudian membaringkan gadis itu dikasurnya.
" Ternyata tubuhmu saja yang kecil, tapi ternyata kau itu sangatlah berat," ucap Regha setelah meletakkan Riana dikasur.
" Ayah ibu jangan pergi," Ucap Riana tiba-tiba.
Regha yang tidak terlalu mendengarnya jelas segera mendekatkan telinganya pada wajah Riana.
" Apa yang kau katakan aku tidak bisa mendengarmu," ucap Regha.
" Jangan pergi, aku takut," ucap Riana mulai menangis.
Regha menatap gadis itu, kemudian menghapus air matanya.
" Apakah dia mimpi buruk," sambil menutupi tubuh Riana menggunakan selimut.
Saat Regha ingin pergi, Riana tiba-tiba memegang tangannya.
" Jangan pergi kumohon jangan pergi. Ayah ibu kumohon jangan tinggalkan aku, aku takut disini," sambil terisak.
Regha terdiam kemudian kembali duduk didekat gadis itu.
" Ada apa denganmu hah, hei gadis kecil," ucap Regha sambil menepuk pipi Riana pelan.
" Kumohon jangan pergi," tambah terisak.
Regha terkejut karena gadis itu justru semakin kencang menangisinya.
" Baiklah, aku tidak akan pergi tidurlah sekarang," berusaha menenangkan Riana.
Regha akhirnya tertidur didekat Riana dengan tanganya yang masih terus digenggam oleh gadis itu.
__ADS_1
Mereka tidur bersama dikasur itu, hingga pagi menjelang.