
Happy reading all, di epsd kali ini Regha yang sifatnya kek dakjal yah. jadi harus sabar. Warning typo bertebaran yang gak paham skip aja lah.😁
Sepertinya Riana harus menerima nasibnya, pasalnya semua rencana yang dia susun dengan sangat baik guna menjadi sebuah kejutan kini berubah menjadi sebuah angan. Kejutannya gagal total, jika mengenai kejutan yang gagal masih ingatkah kalian kejutanulang tauhun yang gagal waktu lampau.
" Makanlah duku setelah itu tidur,"
Riana menatap Regha serius, prianya sepertinya masih dalam mode marah sekarang. pasalnya sejak tadi suaminya itu lebih banyak diam dari biasanya.
" Kenapa kau menatapku seperti itu hah," tanya Regha mengintrogasi.
" Tidak ada, aku akan tidur sekarang," .asuk kedalam selimut tebal dan menenggelamkan dirinya disana, mencari posisi ternyaman untuk tidur.
Regha mengelus kepala Riana sebentar, lalu segera turun kebawah menemui asistennya yang sepertinya kini sedang memberikan arahan pada para pelayan. Pria itu sengaja mengambil dihalaman belakang agar Riana tidak mengetahui jika dirinya memerangi para pelayan itu.
" Apakah kalian dengar, sudah aku katakan untuk tidak membuat kesalahan sekecil apapun. Apa perlu aku menjatuhkan kalian semua dari tangga juga," gertaknya yang terbilang sedikit kasar tapi tidak sampai berteriak agar tidak mengganggu Riana lebih tepatnya agar gadis itu tidak mengetahui hal ini.
" Maafkan kesalahan kami asisten Sam, kami janji ini tidak akan terulang lagi," kepala pelayan lah yang harus menerima konsekuensinya, dirinya harus sanggup untuk membuka bibir keluhanya dan bicara pada pria yang ada dihadapannya.
" Aku tidak butuh permintaan maaf kalian, cepat lakukan tugas kalian sebaik mungkin atau kalian terima sendiri akibatnya. Bersyukurlah karena aku tidak sampai melayangkan tanganku kewajah kalian itu,"
" Sam," Regha datang disaat asisten Sam sedang mendisiplinkan para pelayan dengan caranya.
" Tuan Regha anda disini, untuk apa?," terkejut melihat Regha disana, bukankah pria itu seharusnya sekarang berada disamping Riana.
" Apa yang kau lakukan, bagaimana jika Ina sampai tau kau melakukan kekerasan lagi kepada para pelayan. Bisa-bisa aku yang akan kena imbasnya nanti kau tau," geram Regha.
" Maaf tuan muda, saya hanya berusaha menjalankan kewajiban saya,"
" Kenapa aku merasa ada yang berbeda disini," memperhatikan sekelilingnya.
" Maaf tuan Regha, tapi ini semua dibuat khusus oleh nona. untuk memberikan kejutan khusus untuk anda," takut memang tapi setidaknya Regha tidak lebih kejam dari pada asistennya itu.
" Kejutan, apa karena kejutan bodoh ini lah dia sampai jatuh,"
Semua hanya terdiam, tidak tahu harus menjawab apa pertanyaan Regha itu.
" Sayang...," tiba-tiba suara Riana terdengar dari dalam kamar.
Dengan cepat Regha berlari kekamarnya, mengambil langkah seribu mungkin jika bisa dia akan terbang sekarang.
" Ada apa Ina," nafasnya memburu masuk kedalam kamar, dirinya dibuat semakin terkejut ketika melihat wajah Riana yang sudah dialiri oleh air mata.
__ADS_1
Sungguh sangat menggemaskan sekali, tapi rasa khawatir Regha lebih besar sekarang, gemoynya nanti aja.
" Hikksss," Riana langsung memeluk tubuh Regha kuat begitu pria itu berada didekatnya.
" Ada apa sayang, hah apa ada yang berani mengganggumu. Mengganggu istri seorang Regha Tanjung sama saja dengan mencari mati," mengelus punggung Riana yang masih terisak kecil itu.
" Aku mimpi buruk, hikss.... didalam mimpiku kau pergi meninggalkanku dan," ucapannya terpotong karena Regha lebih dulu membungkam bibirnya dengan jari telunjuk.
" Sudah itu hanya mimpi, kemari tidurlah sekarang," membaringkan lagi tubuh Riana kekasur tapi kali ini dirinya juga ikut berbaring.
" Aku takut sayang, bagaimana hikss jika itu terjadi," berbicara sambil sesegukan.
" Borgol saja aku jika kau mau, agar aku tidak bisa melarikan diri nantinya," sempat-sempatnya dia bergurau disaat seperti ini.
"Kau ingin ikut aku sebentar," bisik Regha yang langsung diangguki Riana, mau bagaimana lagi kantuk yang tadi sempat menyerangnya kini sudah lenyap begitu saja.
" Gara-gara inikan kau sampai terluka," kirain Riana bakalan mau dibawa kemana, ternyata kebelakang ketempat seharusnya sekarang mereka sedang bersantai menikmati malam.
" Aku tidak sengaja sayang," lagi-lagi biacaranya keburu dipotong sama Regha.
" Kamu gak salah, yang salah tangganya. Seharusnya aku tidak perlu membuat tangga didalam rumah," oke baik pria ini tidak waras.
" Maaf sayang," memasang wajah imutnya.
" Ohhhh sayang apa yang kita lakukan disini,"
" Merealisasikan apa yang menjadi keinginan istriku," mengecup pipi Riana yang memerah.
Sederhana memang tapi sudah bisa membuat Riana senang dengan tinglah bodoh suaminya yang sangat menghibur, meskipun harus dengan kesabaran ekstrem untuk menghadapi pria itu.
Seharusnya kan ini menjadi kejutan Riana buat Regha tapi kenapa jadi sebaliknya Regha yang memberikan kejutan, pria itu hanya menyolong ide dari Riana saja sungguh tidak kreatif sekali anda tuan muda.
Kaum jomblo minggir tuan Regha mau ngomong empat mata dengan istrinya.
" Sayang apa yang kau lakukan hah," kaget saat Regha tiba-tiba saja berlutut dibawahnya.
" Ina aku ingin mengatakan sesuatu yang penting kepadamu,"
Rasanya jantung Riana berpacu sangat cepat, tidak biasanya pria itu bersikap seserius sekarang ini.
" A..ada apa sayang,"
__ADS_1
" Sebenarnya aku, ingin memberitahumu jika aku," ucapannya sungguh menggantung.
" Sayang ada apa," sudah mau mati saja rasanya karena deg degan.
" Aku... itu kamu," ini orang maunya apa sih.
" aku mencintaimu sayang," Riana mengucapkannya lebih dulu, percuma menunggu batu menghasilkan buah.
" Hah..," kini Regha yang bingung.
" Aku juga mencintaimu tuan Regha Tanjung,"
Regha hanya mengangkat sebelah alisnya, mungkin bingung dengan aksi nekat wanita satu ini.
" tapi aku hanya ingin membantumu memakai sendal, kau tidak perlu mengungkapkan cintamu seperti itu," Regha tersenyum sendiri.
Jduarrrrrrr...malu sungguh sangat malu, tolong hilangkan saja Riana sekarang.Bagaimana bisa dia berfikir jika Regha akan mengucapkan kata cinta juga dan membalas kata-katanya itu.
" Apa sih, cepat berikan aku sendal," salah tingkah sendiri, karena merasa bodoh tolong jangan biarkan Riana melihat cermin sekarang atau dia akan syok karena melihat wajahnya yang merah padam seperti itu.
" Hei apa kau malu nona Tanjung," memainkan dagu Riana pria ini sungguh minta dibacok.
" Sudah sana ahh, aku mau tidur," mendorong tubuh Regha pelan.
" Kau berani mendorongku hah," tuhkan marah.
" Sayang maaf,"
" cepat cium aku," apa-apaan pria ini sudah gila yah.
Turuti maka anda akan selamat.
" Kau tadi bilang apa coba ulang lagi,"
Riana yang paham dengan maksud tuan Regha akhirnya melafalkan kata aku mencintaimu lagi.
Regha sebenarnya tidak tahan untuk tidak tertawa sekarang juga, terutama saat melihat wajah Riana yang menggemaskan itu uhhh rasanya dia ingin memakannya sekarang juga.
Perlahan Regha mendekatkan wajahnya ditelinga Riana dan membisikkan sebuah kalimat paling langkah dalam peradaban manusia.
" Aku juga mencintaimu nona Riana Regha Tanjung," lirih Regha sebelum mengecup kuping istrinya pelan.
__ADS_1
Ingin sekali Riana mendengar kata itu lagi, bahkan telinganya saja masih tidak percaya sampai sekarang. Tapi tidak akan ada pengulangan jadi bagi yang tidak menyimak ya sudahlah.