Istri Kecil Sang Miliyader 1

Istri Kecil Sang Miliyader 1
gosip tentang Regha


__ADS_3

Happy reading all 🌺


Riana berlari menyusuri lorong sekolahnya, hari ini adalah hari terakhir untuk ujiannya. Namun seperti tidak ada hentinya Regha terus saja menyusahkan dirinya dan membuat Riana terlambat.


" Astaga aku benar-benar terlambat sekarang," sambil terus berlari menyusuri lorong yang sepi itu.


Meskipun kini nafasnya sudah terasa sangat pendek, belum lagi dadanya yang begitu sesak Riana tetap memaksakan untuk berlari.


Akhirnya selesailah ujian terakhir itu, dada Riana sesekali terasa berdenyut ngilu. Untung saja dia selalu membawa obatnya kemanapun dia pergi, karena takut jika kondisi seperti ini akan terjadi.


Setelah merasa kondisinya lebih baik, gadis itu segera bergegas menuju ketempat bekerja sampingannya.


Disana Riana membawakan beberapa lagu guna menghibur para pengunjung kafe. Hari ini pria yang biasanya selalu mengganggu Riana dan memperhatikan dirinya bermain gitar tidak datang ke kafe. Entah kemana Evan pergi sudah beberapa hari ini Riana tidak pernah melihatnya.


Setelah bekerja Riana berjalan menuju kehalte bus sambil bersenandung kecil.


Seperti sudah menjadi kebiasaannya, setiap hari kemanapun gadis itu pergi dia selalu menggunakan angkutan umum bernama bus itu.


Sambil menunggu kedatangan bisnya, gadis itu duduk di halte sambil mengotak-atik ponsel pintarnya. Perhatian Riana teralihkan ketika mendengar beberapa wanita membicarakan seseorang yang dia kenal.


" Ehh apa kau tau jika tuan Regha Tanjung sekarang sedang berpacaran dengan salah satu artis terkenal," ucap salah satu wanita yang berdiri didekat Riana.


Artis, kali ini dengan siapa lagi. Fikir Riana sambil diam-diam terus mendengarkan perbincangan kedua gadis itu.


" Iya dan dari kabar yang aku dengar katanya gadis itu adalah cinta pertama dari Regha Tanjung," timpal gadis lain dengan semangat.


" Wahhh berarti ini adalah cinta lama yang bersemi kembali dong,"


Kedua gadis itu asik bergosip tentang Regha sambil tertawa bahagia, mereka tidak menyadari jika gadis yang ada didekat mereka ternyata adalah istri sah dari Regha Tanjung, pria yang mereka puja-puja itu.


Cinta pertama yah, ternyata pria playboy sepertinya juga memiliki cinta pertama. Tapi siapa sebenarnya gadis itu. Tidak mungkin wanita yang kemarin lagi bukan. Ahhh entahlah lagi pula itu juga bukan urusanku. Bergumam didalam hati.


Akhirnya bus yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba dihalte bus, dengan segera Riana menaiki bus itu.


***


Regha membanting sebuah benda pipih dilantai dengan cukup keras, emosinya kini benar-benar sedang memuncak.


" Bagaimana bisa berita menjijikan seperti itu bisa tersebar luas Sam," ucap Regha dengan penuh amarah.


" Maafkan saya tuan, saya telah menganggap remeh nona Clarisa ini. Tapi saya akan segera menyelesaikan masalah ini secepatnya," ucap Asisten Sam guna meredam amarah dari tuannya itu.


" Gadis itu telah bermain-main dengan seorang Regha, lihat saja apa yang akan aku lakukan kepada gadis itu," mengepalkan tangannya.


" Apakah perlu kita memutus hubangan kontrak kerja sama kita dengan XX entertainment,"

__ADS_1


" Aku ingin menghancurkan semuanya Sam, tapi jika kita berbuat hal gegabah maka bisa-bisa mereka akan mendapatkan keuntungan lebih dari hal ini,"


" Lalu apakah anda akan mengikuti alur permainan ini,"


" Tentu mari kita lihat apa yang ingin dilakukan gadis itu, dan seberapa jauhkah dia bisa bertindak," tersenyum licik.


" Saya akan mengurus segalanya tuan muda," menunduk hormat sebelum meninggalkan ruangan Regha.


" Lihat saja aku pasti akan menghancurkan gadis itu hingga tidak bersisa sedikitpun," gumam Regha dengan menahan amarahnya.


***


Riana membuka pintu lemari es didapur, dia mencari bahan makanan yang bisa diolah.


Karena sekarang belum waktunya untuk makan malam, jadi tentu saja belum ada persiapan dari para pelayan. Namun perut Riana tidak bisa bekerja sama, sama sekali.


" Ahh aku lapar sekali," membuka lemari es yang ternyata kaya akan bahan makanan itu.


" Nona muda apa yang anda lakukan disini," tanya seorang pelayang kepada Riana.


" Ahh aku lapar jadi aku ingin membuat sesuatu," sibuk mengeluarkan bahan yang ia butuhkan.


" Nona muda biar kami para pelayan yang mengerjakannya nona tinggal bilang ingin apa," ucap pelayan itu lagi.


" Tidak perlu, aku lebih suka melakukan semuanya sendiri. Aku juga sudah terbiasa melakukannya," memotong sayuran.


" Nona muda mengapa anda datang kedapur apa anda membutuhkan sesuatu," ucap kepala pelayan yang baru datang.


" Ahh bik Kum aku ingin memasak sesuatu, aku sangat lapar sekarang,"


" Tapi nona bisa menyuruh pelayan untuk membuatkan sesuatu kenapa harus nonalah yang melakukannya," mengambil pisau dari tangan Riana.


" Tapi aku ingin melakukannya sendiri," ingin merebut pisau itu lagi.


" Dengan melakukan hal ini nona tanpa sengaja telah menghina para pelayan," menatap Riana dengan tatapan mengerikannya.


" Tapikan aku hanya ingin memasak memangnya apa yang aku lakukan hingga menghina para pelayan," tidak terima dengan perkataan wanita itu.


" Nona muda, melayani majikannya adalah tugas pelayan seperti kami, jika nona menolak para pelayan untuk melakukan tugas mereka dengan baik maka sama saja nona telah meremehkan mereka dan menghina mereka," jelasnya.


" Itu sama sekali tidak masuk akal, bagiku sama saja antara majikan dan pelayan. Jadi sekarang berikan itu kepadaku," ingin mengambil pisaunya lagi.


" Tapi nona muda," ucapannya terpotong karena Riana mengambil pisau itu dari tangannya.


" Kalian pergilah, lanjutkan pekerjaan kalian dan tidak usah pedulikan diriku disini," kembali melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


" Nona jika tuan muda tau maka kami pasti akan dihukum," ucap Bik Kum lagi.


" Tenang saja dia tidak akan menghukum kalian. Akulah yang menjaminnya,"


Dengan terpaksa bik Kum dan pelayan itu meninggalkan Riana yang sibuk dengan masakannya.


Riana memang sangatlah berbeda, dia tidak pernah menunjukkan sikap seorang istri sah dari seorang Regha Tanjung. Alih-alih menyuruh para pelayan dia lebih memilih untuk melakukan semuanya sendiri, bahkan terkadang dia juga ngotot untuk membantu pekerjaan para pelayan seperti bersih-bersih dan lainnya. Dan tidak ada yang bisa menghentikan gadis itu untuk melakukan hal itu.


" Nah sudah siap," meletakkan semangkuk sup yang masih mengepul mengeluarkan asap panas.


" Nona muda, tuan muda telah kembali dan sedang menunggu anda," ucap seorang pelayan dengan sangat sopan.


Riana bahkan belum mencicipi sup itu sedikitpun.


" Ahh baiklah aku akan kesana," melirik sekilas supnya yang begitu menggiurkan.


Riana menemui Regha dengan wajah cemberutnya.


" Ada apa dengan wajahmu itu, kau itu sudah jelek jadi jangan memasang ekspresi seperti itu," ucap Regha mengejek.


" Ada apa, kenapa om memanggilku," tidak memperdulikan perkataan Regha, Riana sudah kebal dengan kata-kata tajam dari pria itu.


" Apa butuh sebuah alasan jika aku memanggilmu,"


" Tentu saja, aku juga memiliki urusan lain selain melayani dirimu," bergumam pelan.


" Aku bisa mendengarmu," ucap Regha dingin.


" Baiklah jika tidak ada yang anda butuhkan saya akan pergi," ingin pergi dari sana.


" Apa aku menyuruhmu pergi,"


" Kalau begitu apa yang anda butuhkan," sudah mulai kesal.


" Tidak ada," jawabnya singkat.


" Dasar om om gila," sangat geram dengan kelakuan Regha.


" Apa kau bilang," mulai kesal dengan perkataan Riana.


" Tidak aku bilang kau adalah pria hebat dan juga kaya raya," menjawab dengan sangat terpaksa.


" Jadi kau sudah sadar baguslah," tersenyum sekilas.


Dasar om om tua, ahhh supku pasti akan dingin nanti. Mengingat supnya.

__ADS_1


" Aku lapar," ucap Regha tiba-tiba.


__ADS_2