
Semua berjalan baik-baik saja sebagaimana mestinya, Regha selalu bersikap manis setiap harinya. Perhatiannya semakin bertambah seiring dengan bertambahnya usia kandungan Riana.
Hari inipun sama, ada saja hal manis yang pria itu lakukan untuk sang istri dan buah hatinya. Reghanya kini berubah, Riana berhasil mengubah seorang pria yang membencinya kini begitu sangat mencintai dirinya.
" Ina sayang apa yang kau lihat?," Regha memperhatikan perhatian istrinya kini mengarah pada sebuah acara telivisi.
" Aku sangat suka dengan lagu ini sayang, dulu aku selalu menyanyikannya disaat aku sedang sedih," Riana kembali teringat akan mimpinya dulu.
" Kau ingin bernyanyi, apakah kau ingin menjadi bintang besar," Regha bertanya selembut mungkin.
" Aku tidak mempunyai hak itu, kau tidak suka jika aku bernyanyi terutama dihadapan banyak orang. Dan aku tidak ingin membuat suamiku merasa tidak nyaman dengan tindakanku, jika dulu aku terpaksa mengikuti semua perintahmu sekarang berbeda sayang. Aku menjalankannya karena aku merasa itu adalah yang terbaik untukku," Menarik sebuah senyuman manis diwajahnya.
Regha sadar, semua kesalahannya dimasa lalu sudah terbalaskan kecuali satu hal. Dia merenggut mimpi istrinya hanya karena keegoisan belaka.
" Ina setelah kau melahirkan anak kita, kau bisa memulai meraih mimpimu itu. Aku tidak akan menghalangi aku akan mendukungmu, selama ini kau terus menurut akan setiap perintahku,"
Ucapan Regha membuat Riana tersentuh, tapi tetap saja setelah melahirkan dia mempunyai tanggung jawab besar. Menjadi ibu pasti bukanlah hal yang mudah terutama diusianya sekarang.
" Tidak sayang aku tidak ingin anak kita kekurangan kasih sayang nantinya, pangeran kecilku harus penuh dengan kasih sayang. Aku tidak ingin dia tumbuh menjadi seperti diriku yang tidak mendapatkan kasih sayang orang tua,"
" Ina, kau lupa jika siapa ayahnya. Ini sudah keputusanku kau kejarlah mimpimu itu, kita akan menjaganya dengan sangat baik meski dalam situasi apapun juga oke,"
Riana memeluk erat sang suami, saat ini bersama Regha adalah masa terbaik dalam hidupnya. Semua penderitaan yang ia alami dulu terbayar oleh curahan kasih dan perhatian Regha.
"Terimakasih sayang aku mencintaimu,"
***
Sam dan Tina bertengkar kecil hari ini, gadis itu terus saja mengungkit tentang Carly sejak pagi.
" Sayang kenapa kau terus mengungkit gadis itu, kau tau mendengar namanya saja membuatku naik pitam," membanting tubuhnya kasar kesofa.
" Aku hanya mengatakan jika aku melihat gadis seperti Carly di pusat perbelanjaan tadi Sam," ikut duduk disamping sang suami.
" Itu tidak mungkin Tina, jangan membahas ini aku sedang sangat lelah saat ini jadi tolong jangan membahas wanita itu sekarang," menghembuskan nafasnya kasar.
Tina terdiam, mungkin itu benar. Kenapa dirinya malah membesarkan masalah kecil seperti ini.
" Maaf sayang, sepertinya aku memang sangat tidak mengerti dirimu," membujuk sang suami.
Mereka bertengkar karena masalah kecil dan berbaikan karena hal konyol yang dilakukan salah satunya. Begitu indahkah cinta.
***
Regha menggenggam tangan sang istri tidak ingin melepasnya begitu saja.
" Ina kau akan baik-baik saja, tenang yah sayang," menyuruh Riana tenang tapi dirinya sendiri sanggup untuk menghancurkan rumah sakit saat ini juga.
__ADS_1
" Dokter cepatlah, bagaimana bisa istrik merasa kesakitan seperti ini hah!," Regha membentak para dokter yang sedang menagangani istrinya dengan sepenuh hati.
" Tenanglah tuan, ini normal jika seorang wanita merasakan sakit saat melahirkan," salah satu dokter memberanikan diri menjawab, dari pada nantinya Regha semakin marah.
" Sayang sakit sekali," Menggenggam tangan Regha kuat.
Kening Riana kini sudah dibanjiri oleh keringat, tangannya senantiasa menggenggam tangan suaminya untuk sekedar mendapatkan kekuatan.
" Ina kau tidak perlu melahirkan lagi, ini yang pertama dan terakhir kalinya. Hiks bagaimana bisa aku melihatmu kesakitan," Regha tanpa sadar malah ikut menangis, entah karena genggamab Riana ditangannya terlalu kuat atau karena bisa merasakan sakit sang istri sekarang.
"Nona bersabarlah, anda pasti bisa melakukannya," dokter itu kembali menyemangati Riana.
" Simpan bicaramu, dan lakukan pekerjaanmu dengan benar," Regha kembali angkat bicara.
***
Sementara terjadi kegaduhan didalam ruang bersalin, diluar ruang tunggu keluarga Regha serta Riana menunggu dengan cemas.
Asisten Sam bahkan kelimpungan sendiri kesana kemari, dirinya juga tidak tenang mungkin setiap perasaan Regha juga akan selalu ia rasakan.
" Sayang aku jadi takut untuk melahirkan nanti, sepertinya sangat menyiksa," Tina angkat bicara.
" Kau benar, lebih baik tidak usah hamil saja,"
Ucapan itu langsung mendapatkan pukulan keras dari sang istri.
" Ini sudah jadi mau bagaimana lagi hah," mengelus perut datarnya.
" Tenanglah, kita tunggu saja. Semoga Riana dan bayinya baik-baik saja,"
***
kembali dalam kegaduhan didalam ruang bersalin itu, Regha tak henti-hentinya berkomentar tentang cara para dokter bekerja.
" Cepatlah apakah kalian butuh surat pemecatan dulu baru akan bekerja dengan baik. Kenapa kau melakukan itu, jangan melihat milik istriku seperti itu,"
" Tuan tolong tenanglah, biarkan kami bekerja dengan baik,"
" Kau berani kepadaku hah," tidak mau kalah.
***
Penantian panjangpun akhirnya menemui akhirnya, Seorang bayi tampan kini telah hadir menjadi saksi cinta kedua insan.
"Kenapa wajahnya hanya mirip denganmu saja, dia benar-benar jiplakan dari daddy-nya," membelai bayi mungil itu.
" Tentu saja mom, aku yang membuatnya dengan susah payah," Mengangkat wajahnya keatas.
__ADS_1
Ingin sekali Riana meruntuhkan kesombongan itu sekarang juga jika saja kondisinya tidak selemah sekarang.
" Kalau begitu coba gendong dia,"
Regha dengan ragu mengambil bayinya, tampak bayi itu menggeliat kecil begitu merasakan sentuhan lembut dari tangan ayahnya.
" Ina aku tidak ingin menangis tapi aku tidak sanggup, dia benar-benar bayi kecil yang menggemaskan," menatap bayi yang kini ada di gendongannya.
" Astaga aku ingin mengabadikan momen ini, seorang Regha Tanjung kini menangis melihat kelahiran putranya," Tina berbisik kepada sang suami yang kini juga menatap lurus kedepan, entah apa yang difikirkan oleh pria itu.
" Setelah melihat bayinya aku berubah fikiran Tina, aku rasa aku juga ingin seorang anak secepatnya,"
" Ina terimakasih karena sudah memberikanku kesempatan untuk menjadi seorang ayah,"
***
Epilog:
Seorang wanita cantik kini sedang memamerkan bakatnya diatas panggung, Regha tersenyum. Istrinya kini menjadi wanita hebat.
Bukan hanya dikenal sebagai istri seorang Regha Tanjung, kini Riana membentuk namanya sendiri dengan kemampuan bernyanyinya.
" Lihatlah bukankah mommymu sangat cantik," Regha menggendong putranya, setelah seharian menjaga pangeran kecilnya itu dikantor membuat Regha merasa merindukan sang istri. Bagaimana bisa wanita itu bertahan menjaga seorang bayi dan suami serta pekerjaannya secara bersamaan.
***
" Ouhhh pangeran kecilku," mengambil alih Raga kecil dari gendongan sang ayah.
" Ina, kau sudah selesai bukan. Aku ingin membawamu kesuatu tempat setelah ini,"
Pertanyaan Regha mendapat anggukan dari sang istri.
Malam yang indah bertabur bintang, Riana ingat dulu disaat dirinya mengatakan bisa mendapatkan ketenangan hanya dengan melihat bintang dilangit malam. Siapa sangka pria yang takut gelap itu kini berada dibelakangnya menyalurkan kehangatan untuk dirinya dan juga putra kecil mereka yang kini sudah terlelap.
" Ina semua yang kita lalui adalah takdir, pernikahan kita serta semua rasa yang dulu pernah ada kini bercampur menjadi sebuah cinta. Aku tidak pernah menyangka bisa mencintaimu sebesar sekarang. Dimana dulunya kebencian menjadi dasar pernikahan kita," Regha berkata lembut.
Riana tersenyum, hatinya merasa tenang. Semua rintangan yang selalu datang akan bisa ia lewati bersama dengan Regha dan putra mereka.
" Aku mencintaimu Ina, sangat mencintaimu sayang," ucapan yang begitu menenangkan hati, harapan Riana satu persatu menjadi kenyataan berkat pria ini.
" Aku juga mencintaimu sayang, sangat mencintaimu. Kisah kita mungkin cukup sampai disini, kisah berikutnya adalah kisah tentang pangeran kecil kita ini,"
" Dia akan mendapatkan cinta seperti daddy-nya, akan ada seorang gadis yang membawanya kejalan yang benar jika dia berbelok arah dari kebenaran seperti diriku dulu,"
Mereka menghabiskan malam itu dengan penuh cinta, malam menenangkan untuk mengenang kisah panjang mereka.
***Untuk kisah Regha dan Riana selesai.
__ADS_1
Terimakasih untuk yang mau bertahan membaca selama ini, silahkan membaca secuelnya dengan judul yang sama. Terimakasih.
Penuh cinta author.❤️❤️💜💜***