Istri Kecil Sang Miliyader 1

Istri Kecil Sang Miliyader 1
ciuman pertama


__ADS_3

happy reading all 🌺


Regha melepaskan Riana dari pelukannya secara tiba-tiba, entah apa yang sebenarnya yang pria itu fikirkan.


" Hai gadis kecil apa kau sengaja mendekatiku," tanya Regha sambil mengalihkan pandangannya kearah lain.


" Aku," menunjuk dirinya.


Apa pria ini tidak waras jelas-jelasnya dia yang memelukku lebih dulu.


" Tentu saja kau, memangnya kau melihat ada orang lain disini selain dirimu," ucap Regha kesal.


" Ahh benar hanya aku orang yang ada disini, karena makhluk yang ada dihadapanku ini bukanlah seorang manusia, dia adalah seorang makhluk prasejarah yang menjengkelkan," memaki Regha kemudian langsung pergi keluar.


" Kau berani mengataiku, dasar gadis bodoh lihat saja kau nanti apa yang akan aku lakukan kepadamu dan keluargamu," teriak Regha dari dalam ruangan namun tidak ditanggapi oleh Riana.


***


" Apa kau bodoh Riana, kenapa kau sampai mengatainya seperti itu," memukul kepalanya sendiri.


" Tidak ini bukan salahmu dia memanglah bukan manusia, dia adalah makhluk paling aneh dimuka bumi ini," ucapnya lagi sambil melihat pantulan dirinya dicermin.


" Tapi bukankah tadi kata-kata ku sudah keterlaluan, aku sampai mengatainya seperti itu. huhuhu bagaimana dengan nasib ku sekarang. Bukan hanya nasibku tapi nasib keluargamu juga ditanggung oleh pria yang satu itu," ucapnya lagi tidak lama.


Riana terus saja mengoceh sendiri didalam kamar mandi tentang perbuatannya kepada Regha tadi.


" Kemana gadis itu pergi sekarang," ucap Regha ketika memasuki kamar dan melihat tidak ada seorangpun disana.


Saat Regha ingin keluar dan mencari keberadaan Riana, dia mendengar seseorang sedang berbicara didalam kamar mandi.


" Dengan siapa gadis itu berbicara didalam kamar mandi," mencoba menguping didekat pintu.


" Dasar Regha breng***, om om gila. pria mesum," Riana memaki Regha dengan cukup keras hingga pria yang ada didepan pintu bisa mendengarnya.


Regha mengeraskan rahangnya dan menggesekkan giginya.


" Apa dia bilang, breng***, om om gila dan pria mesum. Lihat saja kau gadis kecil apa yang akan aku perbuat kepadamu," pergi dari sana tanpa diketahui oleh Riana.


Riana masih terus saja mengomel tidak jelas, hingga dia merasa telah melampiaskan semua kekesalannya.


Riana keluar dari kamar mandi dan melihat kini Regha sudah menatapnya dengan tatapan mematikan khas seorang Regha.

__ADS_1


Ada apa dengannya, apakah dia marah gara-gara aku menghinanya tadi. Atau apakah dia mendengar semua ucapanku didalam kamar mandi tadi, ahh semoga saja itu tidak benar. Baiklah Riana sebelum amarahnya memuncak lagi lebih baik kau pergi dan meminta maaf sekarang. Gumam Riana sambil berjalan mendekat kearah Regha.


" Om soal tadi aku benar-benar minta maaf, sungguh aku tidak bermaksud demikian," mengangkat tangannya.


" Memangnya apa yang kau lakukan," ucap Regha.


Ehh apakah dia sudah lupa. Ataukah dia menyuruhku mengaku kesalahanku dengan sangat jelas.


" Tentang aku menghinamu tadi dengan mengatakan kau adalah makhluk prasejarah, aku benar-benar minta maaf soal itu, kumohon jangan lakukan apapun kepada keluargaku," menunduk takut dengan tatapan seorang Regha.


" Hanya itu saja," berjalan mendekati Riana yang kini sedang menunduk ketakutan sambil meremas ujung bajunya.


" i...iya," ucapnya takut.


Suasana disekeliling mereka berubah menjadi sangat cekam, belum lagi Regha terus mendekat kearah Riana dengan tatapan yang sulit diartikan.


Ohh Tuhan apa yang ingin dia lakukan padaku sekarang, kumohon selamatkan aku. Ucap Kayla dalam hati.


" Lihat mataku," berbisik ditelinga Riana.


Tubuh Riana bergetar hebat mendengar suara Regha tepat ditelinganya, dengan perlahan Riana mengangkat wajahnya dan menatap mata Regha yang kini berada hanya beberapa centi dari wajahnya.


" om aku..," ucapannya terhenti karena Regha langsung saja membanting tubuh Kayla kesofa dengan posisi Regha yang berada diatasnya.


" Rupanya dengan tubuh yang gemetar ketakutan sekalipun kau masih bisa menatapku dengan kedua matamu itu yah," ucap Regha yang wajahnya semakin mendekat.


" Om sungguh maafkan aku," memejamkan matanya ketakutan.


" Bukannya kau pantas mendapatkan hukuman sekarang,' berbisik ditelinga Riana lagi.


Jantung Riana seakan ingin melompat keluar dari tempatnya sekarang.


" a...aku," ucapanya terpotong karena Regha meletakkan jari telunjuknya dibibir mungil Riana.


" shut.. jangan mengatakan apapun mulut kecilmu ini sudah terlalu banyak bicara," meraba bibir Riana menggunakan jarinya.


Wajah Regha semakin mendekat, bahkan nafas mereka kini sudah bersatu dan hidung mereka sudah saling terpaut.


" Maafkan aku," lirih Riana pelan.


" Apa memangnya kesalahanmu," berbicara dengan sangat dalam dan penuh penekanan.

__ADS_1


" A.. aku telah menghinamu tadi," menjawab lagi apa kesalahannya.


" Salah bukan itu kesalahanmu yang sebenarnya,"


" Lalu ap..,"


Riana membulatkan matanya karena Regha tiba-tiba saja mencium bibirnya.


Dengan sekuat tenaga gadis itu berusaha memberontak dengan memukul dada Regha.


Namun karena tenaga Regha yang dua kali lebih kuat dibandingkan dengan dirinya semua usaha Riana hanyalah sia-sia. Dia hanya membuang-buang tenaganya saja.


Peralahan tangan Regha membuka kancing baju atas milik Riana.


Namun tiba-tiba.


Entah apa yang terjadi tiba-tiba saja listrik padam, dan Regha langsung melepaskan pautan bibirnya dan segera duduk seoalah baru tersadar akan apa yang dia lakukan tadi.


Riana masih berusaha mengatur nafasnya yang hampir menghilang. Dia ingin sekali memukul wajah pria yang telah mengambil ciuman pertamanya itu.


Namun saat dia ingin memberi Regha pelajaran, dalam kegelapan Riana bisa melihat Regha yang meringkuk ketakutan dan memeluk kedua lututnya.


Seketika Riana melupakan masalah tadi dan beralih mencari ponselnya dan menghidupkan senternya untuk melihat apa yang terjadi pada Regha.


" Lihatlah sudah terang bukan," ucap Riana menyalakan senter ponselnya.


Riana kini bisa melihat tubuh pria itu yang dialiri oleh keringat dan juga bibirnya yang gemetar ketakutan.


" Sudah tidak apa, sebentar lagi listriknya pasti akan hidup kembali," mengelus punggung Regha.


Regha memeluk tubuh Riana secara tiba-tiba, sepertinya pria itu benar-benar takut sekarang. Bahkan untuk pertama kalinya Riana melihat sosok Regha yang gemetar ketakutan seperti ini.


" Kau tenang saja aku disini, tidak akan ada yang terjadi kepadamu semua akan baik-baik saja," mengelus kepala Regha.


Seperti seorang anak yang merasa nyaman dan tenang dalam dekapan ibunya, Regha kini juga sudah merasa lebih baik.


" kau ingin kutunjukkan sesuatu yang luar biasa," ucap Riana tiba-tiba ketika merasa jika kondisi Regha sudah lebih baik sekarang.


" Apa yang bisa dilakukan disaat disekeliling kita hanya ada kegelapan saja," masih memeluk Riana sangat erat.


" Ternyata meski sedang ketakutan pun kau itu masih bisa sangatlah menyebalkan yah," gumam Riana.

__ADS_1


" Itu memang benar bukan, tidak ada yang bisa kita lihat didalam kegelapan seperti ini. Atau apakah kau ingin menunjukkan padaku jika kau bisa berubah menjadi seorang monster didalam kegelapan ini,"


" Iya aku akan menjadi monster dan memakanmu sampai tidak tersisa," kesal dengan perkataan Regha yang terdengar kekanakan itu.


__ADS_2