
Yuhuuuuu, author kembali. Selamat membaca semuanya. Sekedar pemberitahuan untuk like, Komen tambah favorit dan kalau bisa like. Dukungan kalian semua adalah motifasi terbesar author. Dan selamat hari ibu 22 Desember 2020, untuk para ibu hebat didunia. Terimakasih sudah menjadi sosok yang paling luar biasa, kalian semua adalah super hiro didunia nyata, malaikat tak bersayap yang siap melindungi putra-putrinya. Ohh iya author Nambahin karakter baru lagi loh, teman Riana yang memutuskan. Untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri.
Sesuai dengan rencana yang mereka buat, Riana dan Regha kembali kenegara asalnya setelah menyelesaikan beberapa pemeriksaan yang harus dilakukan oleh Riana.
“ Ina apakah kau baik-baik saja, mama sudah menghubungi ku tadi dia bilang akan datang ke rumah untuk menemanimu beberapa waktu kedepan,” tangannya terangkat ke udara menuju surai hitam sang istri yang kini tergerai bebas.
Riana mengangguk mengiyakan, kondisinya bisa dibilang sudah jauh lebih baik sekarang. Dengan senyuman khas miliknya Riana mengedarkan pandangannya kesekeliling, mengamati dengan seksama bagaimana tempat itu tidak berubah sedikitpun. Masih sama seperti dulu saat terakhir kali ia meninggalkannya.
Selly dengan senyuman sejuta wattnya juga sudah menunggu kedatangan mereka, jangan lupakan juga sang suami yang setia berdiri Disampingnya.
“Nona muda selamat datang kembali,” memberikan sebuket karangan bunga yang disiapkan khusus untuk menyambut nonanya.
“Terimakasih Selly, dimana mama dan yang lainnya?, Regha bilang mereka akan datang kemari,”
“ mama disini sayang, bagaimana kabarmu. Regha itu memang anak yang keras kepala mama sudah bilang untuk membawa kembali secepatnya tapi malah menahanmu disana selama beberapa bulan,” tubuhnya otomatis memeluk sang putri yang sudah lama tak ia temui.
“ Mom Regha sudah katakan bukan jika,” ucapannya terpotong karena mendapatkan tatapan tajam Riana. Jangan merusak suasana itulah maksud dari tatapan gadisnya itu.
***
Riana kini berdiri di depan pintu kamarnya , tubuhnya mematung di depan pintu sedikit ragu untuk masuk ke dalam sana. Bagaimanapun kamar ini menyimpan begitu banya kenangan masa lalu yang membuat Riana bisa tersenyum sekaligus menangis, didalam sana dulu dirinya sering bermimpi tentang membesarkan sang buah hati bersama Regha terkadang juga didalam kamar inilah Regha selalu mengurungnya untuk memastikan keamanannya.
Tangan besar non kokoh memegang bahunya, seolah mengatakan tidak apa dirinya tidak sendirian saat ini.
Riana mencocokkan sidik jarinya dan pintu pun dapat terbuka.
Selamat datang kembali nona Tanjung. Regha ternyata telah memperbarui sistemnya.
Bukan hanya Sistem pada pintu saja tapi semua yang ada didalam kamar sudah berubah total. Kamar yang dulu dominan dari karakter Regha yang tegas, kaku dan membosankan kini berubah menjadi lebih hidup. Beberapa foto mereka terpajang rapih didinding kamar.
__ADS_1
“Kau suka Ina, aku menyuruh Sam dan Selly merebah kamar kita. Agar kau tidak mengenang yang lalu justru malah membuatmu menjadi tertekan,” mendekap Riana lembut.
“ Terimakasih sayang, maaf karena merepotkanmu dan yang lainnya,”membalas pelukan Regha.
“ ohhh ayo lah Ina, kau adalah istri tuan muda Regha Tanjung, kau tidak perlu mengucapkan kata maaf dan Terimakasih. Aku mencintaimu Ina,” bibirnya membentuk segaris senyum lebar ketika mengucap kata cintanya.
Bukankah Riana harus membalas Regha kali ini, pria ini benar-benar bersikap sangat manis sekarang.
***
Saat Riana akan memberikan bayaran untuk sikap Regha yang manis itu, ponselnya berdering dan sungguh itu membuat Regha kesal setengah mati.
“ Halo,” Riana menyapa sosok yang ada diseberangkan telefon.
“ Tina, bagaimana kabarmu. Kapan kau akan kembali kesini. Vivi sudah sangat Merindukanmu,” Nada suaranya sangat bersemangat sekali, bahkan Regha saja sampai tersingkirkan ketika Riana berdiri tanpa aba-aba.
“Baik kapan kita bertemu, aku akan mengajak Vivi juga nanti,” Riana berusaha melepaskan lintah besar dan mesum yang terus menempel dan mendusel manja di tubuhnya.
“Sayang sebentar yah, aku masih menelefon sekarang,” berbisik pelan kepada Regha.
“Aku tidak mengganggumu Ina, aku hanya ingin memeluk istriku saja,”pembelaan macam apa itu tuan Regha, bilang saja jika sedang cemburu dengan telefon karena diabaikan oleh Riana.
Riana akhirnya mengakhiri panggilannya, dan sih raja cemburu itupun juga sudah merajuk sekarang. Tubuhnya sudah melebur didalam balutan selimut tebalnya. Padahal Riana hanya menerima telfon sebentar.
“ sayang kau marah? Katanya tadi ingin tidur sambil dipeluk,” membuka paksa selimut Regha.
“ Itu tadi, sekarang kau harus memberikan aku kompensasi karena sudah mengabaikan suami tampan seperitku ini. Aku ingin tidur sambil isap Mimi juga,” matanya menampakkan maksud tersirat.
Damn!!! Ternyata seorang pebisnis itu benar-benar sangat pandai menentukan peluang dan memanfaatkan sebaik mungkin. Riana hanyalah gadis polos yang kini otaknya sudah ikut ternoda oleh kemesuman tingkat akut pria ini. Yang tidak lain adalah suaminya sendiri.
__ADS_1
***
Dilain sisi asisten Sam setelah mengantar tuan dan nona mudanya kembali krumah mereka, pergi untuk menjemput Carly yang juga hari ini akan kembali ke rumah lamanya. Entah suatu kewajiban atau apa, tapi dirinya merasa masih memiliki tanggung jawab kepada gadis bernama Carly ini.
“ nona Istirahatlah sekarang sudah cukup larut saya permisi dulu,” wajahnya masih sama tidak tertarik sama sekali dengan apa yang dilakukan oleh gadis Dihadapannya ini yang sepertinya kini berusaha mencari perhatiannya.
“ Tunggu apakah kau tidak mau mampir sebentar, ibuku pasti akan sangar senang bertemu denganmu,” menahan tangan asisten Sam yang ingin pergi dari sana secepat mungkin.
“Tidak nona, saya masih ada pekerjaan penting. Permisi,” melepaskan tangannya paksa.
***
Kembali kerumah dan segera beristirahat adalah tujuan asisten saat ini. Regha sudah kembali lagi, maka dirinya harus bersiap untuk bekerja seperti biasanya lagi mulai besok.
Kasur itu terlihat sangat menggoda saat ini, dirinya sudah sangat lelah seharian ini. Sehingga membaringkan tubuh sesegera mungkin adalah keinginan terbesarnya saat ini.
Namun baru saja ingin memejamkan matanya, atensinya kembali teralihkan oleh denting pesan ponselnya.
Kau sudah sampai di rumah? Selamat malam dan Terimakasih telah menjemputku. Pesan itu dari Carly, sungguh wanita ini sudah seperti sebuah parasit yang mengganggu sekarang.
Asisten Sam membanting ponselnya, kemudian menghembuskan nafasnya perlahan.
“Semua wanita itu sangatlah merepotkan, mereka tidak tau berterima kasih saat dibantu,” menutup wajahnya dengan lengan kokohnya.
***
seorang gadis dengan semangatnya menarik koper miliknya keluar dari bandara, akhirnya setelah beberapa tahun melarikan diri dia bisa kembali lagi ke negaranya sendiri.
Tina, sebut saja begitu. Seorang gadis yang memilih meneruskan pendidikannya di luar negeri. Tina merupakan teman baik Riana saat masih sekolah menengah pertama, dan kini dia kembali lagi setelah sekian lama.
__ADS_1