
Tina terpaku ditempatnya, sebuah fakta baru yang berhasil mengejutkannya. Pria itu tidak mengenalinya, Sam tidak mengenalinya. Haruskah ia berbahagia karena tidak perlu lagi bersembunyi dari bayang-bayang masa lalunya itu. Atau justru harus merasa waspada karena bisa saja pria itu kembali masuk kedalam hidupnya lagi dan memporak-porandakan semuanya.
Bukan hanya itu saja, Sam ternyata menjadi asisten pribadi dari suami Riana Regha Tanjung. Kenapa takdir mempermainkannya seperti ini.
“Sepertinya aku harus mulai menjaga jarak dengan sahabatku juga sekarang, ahhhhhhh dasar pria bren*sek Sam,” menghentakkan kedua kakinya ke lantai dengan kesal.
***
Riana masih kesal dengan asisten Sam, dia tidak sampai fikir jika pria itu benar-benar sangatlah menyeramkan hingga membuat sahabatnya lari seperti tadi.
“Padahal kami belum membicarakan apapun,” gerutu Riana yang masih menatap penuh kebencian kearah Asisten Sam yang duduk di depan kemudi.
“Sam kau membangunkan singa betina sekarang,” menyunggingkan senyumnya, mengejek asistennya yang akan segera menerima serangan nuklir bertubi-tubi dari istrinya.
“Nona saya tidak salah apapun kali ini, gadis itu saja yang aneh,” mengutarakan pembelaannya lagi.
“Jadi kau menyalahkan temanku begitu, dia baru saja kembali dari luar negeri dan malah dikejutkan dengan wajah monstermu itu,”
Kemana kau tuan muda, istrimu ini sangatlah kejam. Kata-katanya menusuk hingga kepalang hati. Melirik sekilas kearah Regha yang tampak menahan tawanya.
Semalam Regha saja sudah kena semprot oleh nyonya yang satu ini, dirinya tidak mau ikut campur lagi dengan urusan yang lain. Mari selamatkan diri masing-masing.
***
“Aishhhhhh kenapa semuanya sangat kacau hah, aku sudah mengatakan untuk tidak melakukan kesalahan bukan. Jangan mencampur pakaian tuan muda dengan milikku karena akan sulit mencarinya nanti,” Riana kembali mengomel didalam kamar, kini para pelayan wanitalah yang menjadi sasarannya.
__ADS_1
Regha yang mendengarkan omelan Riana yang terbilang tak normal itu langsung masuk kedalam kamar. Memberi isyarat agar para pelayan pergi dari sana sebelum Riana melampiaskan emosinya lagi nanti.
“Ina kau kenapa hem, apa ada yang mengganggu Fikiran istriku sekarang,” memeluk sosok mungil di hadapannya.
“Sayang lepaskan aku,” menjauh dari Regha.
“Ina katakan ada apa sebenarnya, apa ada yang berani mengusik istri dari Regha Tanjung,”
“Aku juga tidak tahu sayang, semuanya terasa begitu kacau sekarang. A...aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri, aku benci diriku sendiri tapi aku malah menyalahkan orang lain. Aku fikir setelah kembali kesini aku sudah bisa melupakan segalanya, tapi aku tidak bisa,” tatapan mata itu adalah tatapan mata keputus asaan.
Dan Regha tahu apa yang mengusik Riana, gadisnya ini pasti kembali teringat dengan bayi mereka. Dulu Riana suka memakai baju Regha yang tampak kebesaran di tubuhnya sehingga menyuruh pelayan untuk menggabung baju Regha yang ia suka kenakan dulu,Riana yang dulu tidak suka berdebat dengan orang lain, dia akan terus menurut dan menganggukkan kepalanya, meski terkadang dirinya hanya mengumpat di belakang. Regha paham jika Riana Kini sedang mencoba hal yang baru lagi, agar tidak terus tenggelam kedalam dalamnya luka yang tertoreh beberapa bulan lalu di saat dirinya harus kehilangan calon buah hatinya.
“Shuttttt, tidak apa sayang. Kau bisa melakukannya dengan baik, aku ada disini jangan takut hem,” kembali mendekap tubuh Riana yang sudah berjongkok dilantai.
Dengan lembut Regha membawa tubuh Riana yang tanpa sengaja tertidur dalam pelukannya tadi. Meletakkannya perlahan diatas ranjang tidur mereka. Memberikan sepatah kata kalimat cinta untuk sekedar memberikan sensasi hangat di dinginnya malam.
***
Sudah lama sekali semenjak dirinya datang kemari, masa-masa remajanya ia habiskan ditaman kota ini. Kembali teringat bagaimana dirinya yang dulu adalah seorang pria penuh cinta, seorang pria yang kadang bertingkah konyol dan membuat teman-temannya tertawa.
Perlahan semuanya berubah, di saat dirinya dipaksa mengikuti jejak sang ayah. Mengabdikan diri sepenuhnya kepada Tanjung grup dan keluarga besar Tanjung. Bahkan Fikiran nya masih mengingat dengan jelas bagaimana dulu kikuk ya saat bertemu dengan Regha yang cerdas dari lahir. Pria yang selalu ingin menang sendiri dan sangat arogan, namun dibaliknya juga sangat manis dan manja. Bergaul dengan Regha memaksa pria ini berubah seratus enam puluh derajat, mengikuti semua perawakan Regha mempelajari semua yang dipelajari Regha membenci apa yang dibenci Regha dan menyukai apa saja yang disukai oleh tuan mudanya itu.
Regha memiliki sebuah pendirian konyol. Milikmu adalah milikku juga sedangkan milikku hanya akan menjadi milikku, pendirian yang mungkin sampai sekarang masih ada dan mendarah daging pada pria itu. Dia ingin segalanya tapi dirinya tidak akan rela miliknya diusik oleh orang lain.
Lupakan sejenak tentang Regha dan masa mudanya yang akan dibahasa lebih lanjut lain kali. Kini asisten Sam hanya ingin mengingat kenangan dari sisi lain dirinya yang sudah terkubur jauh didalam.
__ADS_1
Asisten Sam hanya duduk termenung disalah satu bangku taman, tidak menyadari kehadiran seorang gadis yang juga tak memperhatikan kehadirannya sejak tadi.
Mereka berdua sibuk tenggelam kedalam Fikiran mereka masing-masing.
“Hahhhhhh dasar pria bren*sek, Sam tidak tahu malu, pria kep*rat menyebalkannya!,” gerutu Tina melampiaskan semua kekesalannya.
Mendengar namanya disebut, asisten Sam menoleh ke asal suara, dan sialnya wanita itu lagi. Wanita aneh Tempo hari yang menabraknya hingga membuat dirinya terkena amukan dari Riana, dan Kini wanita itu sedang menyumpahi dirinya disini.
“Dasar wanita gila tak bermoral,” gumam asisten Sam kemudian menghampiri Tina yang masih asiknya menyumpah serapah dirinya dengan mulut menyebalkannya.
“Awas saja jika dia disini aku pasti akan mencincang-cincang tubuhnya, seperti yang ada di cerita-cerita horor itu,” tertawa penuh kemenangan seolah misinya sudah tercapai hanya dengan kata-kata saja.
“Ternyata Anda adalah seorang penguntit nona,”
Tubuh Tina membeku, suara ini sangat dikenalnya. Suara pria yang ia sumpahi dari mulut terkutuk nya ini.
“Ohhh hai, kebetulan sekali kita bertemu disini, hahahaha Hari sudah siang sebaiknya saya pulang juga,” menampakkan senyum tak bersalahnya kepada monster menyeramkan yang Kini menatapnya tajam.
Asisten Sam dengan gesit menarik pergelangan tangan milik Tina yang ingin melarikan dirinya.
“Dengar menjauhlah dari hadapanku setelah ini jangan sampai aku melihat wajahmu ini mengerti,” gertaknya dengan nada yang sangat dingin.
*Dengan senang hati, lagi pula siapa juga yang ingin bertemu dengan pria licik sepertimu. *
“Hah, baik maaf tuan saya bersumpah akan menghilang seperti ditelan bumi. Jadi sampai jumpa,” melepaskan dengan paksa genggaman tangan asisten Sam.
__ADS_1