Istri Kecil Sang Miliyader 1

Istri Kecil Sang Miliyader 1
Bulan madu part 5


__ADS_3

Happy Reading all🌺🌺🌺


" Tuan muda ada sesuatu yang terjadi," ucap asisten Sam panik.


Ini bukanlah rencana atau gurauan dari asisten Sam karena ikut kedalam rencana kejutan Riana namun karena memang ada sesuatu yang terjadi.


" Ada apa Sam, kenapa wajahmu tampak pucat begitu," mulai ikut panik juga, karena tidak biasanya wajah asistennya itu terlihat begitu sangat khawatir.


" Nona muda terjatuh dari tangga," nada suaranya begitu khawatir.


Mata Regha membulat seketika, jantungnya kali ini bukan berdetak cepat lagi tapi seakan tidak berdetak sama sekali. Bagaimana mungkin ini terjadi dia hanya meninggalkan Riana selama 4 jam dan gadis itu sudah mengalami masalah lagi.


" Sam kau jangan bercanda kepadaku," menggenggam kerah pria itu kuat dengan mata yang merah karena terbakar oleh amarah.


" Saya tidak tau tuan muda, akan saya pastikan keadaan nona muda sekarang," dia tidak tau kondisi Riana sekarang, tapi yang pasti kini kondisinya lah yang dalam bahaya karena berada didekat Regha yang penuh dengan amarah.


Setelahnya asisten Sam sibuk mondar-mandir sibuk dengan urusannya, ponselnya tidak berhenti berdering sepertinya sekarang bisa dikatakan sebagai kondisi gawat darurat.


Sementara itu Regha yang panik sedang berusaha menghubungi nomor Riana, tangannya mengepal keras berharap jika tidak terjadi sesuatu yang buruk pada istrinya itu.


" Halo sayang," jawab seseorang disebrang telfon.


" Hei gadis bodoh, sudah kubilang singkirkan lah kecerobohanmu itu saat aku tidak ada. Bagaimana bisa kau hanya kutinggal beberapa jam dan sudah terkena cedera, apa perlu aku merantaimu didalam kamar agar kau tidak bisa melakukan apapun hah," Regha benar-benar sangat kesal sekarang, berharap saja Riana tidak melakukan sesuatu yang membuat Regha malah akan semaki marah nantinya.


Riana menjauhkan telfon itu dari telinganya, suara Regha begitu melengiking seperti seorang penyanyi rock sepertinya kini pria itu telah beralih profesi menjadi musisi juga.


" Sayang kau tenang lah dulu yah, aku tidak apa. Kau pulang saja dulu sekarang," setelah tidak merasakan kerusushan di ponselnya Riana mendekatkan lagi ketelinganya dan mulai berbicara.


" Jangan banyak bicara apa lagi bergerak bahkan berfikir sekalipun, aku akan segera kesana sekarang,"


" Sayang tunggu apakah aku juga tidak boleh bernafas," berharap gurauannya akan menenangkan Regha dan mengatakan jika dirinya baik-baik saja hanya kakinya saja yang tidak baik-baik saja sekarang.


" Ina," tekan Regha pelan tapi lebih menyeramkan sungguh, tidak percaya silahkan rasakan sendiri.


Riana hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti dengan perintah Regha.


" Jawab Ina," kesal karena tidak mendapatkan jawaban dari Riana.


" Aku sudah mengangguk tadi sayang," jawabnya tanpa dosa.


Seketika hati Regha sedikit tenang, karena setidaknya Riana masih bisa bertingkah bodoh jadi tidak ada yang bermasalah kecuali otaknya yang sudah bermasalah dari sananya.

__ADS_1


" Baiklah tunggu aku disana kau mengerti, jawab aku jangan hanya mengangguk,"


" Hehehe iya sayang," terkekeh pelan.


***


Mobil yang membawa Regha bahkan belum berhenti sepenuhnya namun pria itu sudah keburu loncat dan berlari kedalam villa besar dan mencari istrinya disana.


" Tuan muda hati-hati," teriak asistennya yang melihat aksi Regha berusan, apakah pria itu ingin menjadi korban kedua hari ini. Entah status keadaan macam apa nantinya jika Regha yang mengalami cedera, sedangkan Riana hanya terkelir sedikit saja sudah masuk kedalam zona merah dan danger emergency.


" Ina kau tidak apa kan," membolak-balik wajah Riana yang duduk diatas ranjang.


" Aku baik-baik saja sayang, kakiku hanya sedikit terkilir saja,"


" Bagaimana kau tahu itu hanya terkelir atau patah hah, ayo cepat aku akan membawamu kerumah sakit sekarang, memanggil dokter tulang secepatnya dan memeriksamu," sudah ingin membawa Riana.


" Tidak perlu sayang, ini dikompres air hangat juga sudah sembuh,"


" Siapa yang mengajarimu hah, otakmu itu tidak bisa dipercaya kau tau,"


" Nona muda benar tuan muda, memarnha akan hilang jika dikompres air hangat dan akan lebih baik lagi jika diurut," ucap salah seorang pelayan.


" Kalau begitu tunggu apa lagi cepat lakukan," perintah Regha.


" Sudah kubilang jika otakmu itu tidak bisa dipercaya,"


Riana hanya berdecak kesal.


" Tuan muda saya sudah memanggil dokter tulang sesuai dengan keinginan anda," asisten Sam datang dengan wajah paniknya.


Sungguh dua orang ini benar-benar adalah foto kopian, mereka seperti terbuat dari satu adonan yang dibagi dua.


" Tidak perlu asisten Sam, aku baik-baik saja,"


" Sekalian saja, untuk memastikan,"


" Tapi sayang," ucapannya terpotong.


" Jika kau sakit disaat bulan madu bagaimana caranya kita membuat bayi kecil hah," sungguh sangat terang-terangan sekali.


Riana membulatkan matanya sempurna. Kapan kemesuman akut suaminya ini akan hilang.

__ADS_1


Sementara itu asisten Sam segera keluar dari sana, merasa jijik dengan Regha jika sudah bersama dengan Riana. Pria itu berubah tiga ratus enam puluh derajat jika sudah bersama dengan wanitanya.


Saat dokter datang terjadi lagi kericuhan, pasalnya dokter yang dibawa asistennya itu adalah seorang pria dan haram hukumnya jika ada pria lain yang menyentuh istrinya meski hanya diujung kuku saja.


" Sam kau sudah bosan dengan pekerjaanmu hah, perlukah kau kugantikan dengan orang lain," kesal Regha kepada asistennya.


" Maaf tuan muda, semua dokter wanita disaat darurat seperti ini seakan menghilang, jadi karena panik saya memanggil dokter Viktor kemari," menjawab dengan takut-takut.


" Kau masih bisa menjawab," melempar asistennya dengan dasi miliknya yang ditangkap gelagapan oleh pria itu.


" Tuan muda tenang saja, saya hanya akan memeriksa kaki nona muda saja," jawab dokter tampan nan penuh wibawa itu.


" Terserah, tapi pastikan jangan sampai kau mencari kesempatan dalam kesempitan," sejak kapan pria ini tahu bahasa seperti itu. Apakah dirinya sudah tertular dari Riana.


Dokter tampan itu hanya tersenyum ramah, seolah faham dengan apanyang harus dia lakukan.


" Nona tolong rilekskan kakinya yah, jangan tegang santai saja," perlahan mulai memeriksa kaki Riana.


" Kau berani memerintah istriku hah,"


Dokter itu lagi-lagi hanya merespon dengan tersenyum ramah sungguh dirinya punya segudang senyuman dan kesabaran.


" Wahh kondisinya cukup parah ternyata, tapi untunglah cepat ditangani jadi bisa sembuh dengan cepat," mulai memijat kaki Riana pelan.


" Awhhhh dokter sakit," Riana mengeluh sakit karena dokter itu memijat tepat di bagian sakitnya.


Regha langsung melemparkan bantal kepada dokter itu.


" Berani sekali kau menyakiti istriku," tatapan Regha sudah ingin menerkam pria yang ada dihadapannya.


"tuan muda rupanya suka bercanda juga yah," wahhh sungguh terbuat dari apa pria yang satu ini.


Setelah selesai melakukan perawatannya, dokter itu pamit namun tidak mendapatkan tanggapan apapun dari Regha yang kini sudah memasang wajah masamnya.


" Sayang sudahlah kenapa kau cemburu kepada seorang dokter hah," tawa Riana lepas begitu melihat wajah putih Regha kini memerah karena menahan amarah.


" Apa maksudmu tadi hah, kenapa meringis seperti itu,"


" Hah apa," tidak mengerti maksud Regha.


" Dengar yah Ina, kau hanya boleh mendesah seperti itu saat membuat dedek bayi denganku," pria ini gila yah, kenapa sejak tadi fikirannya itu sangat kotor.

__ADS_1


Sepertinya sekarang Regha lah yang memerluka seoranh psikiater atau apalah itu dan meruqyahnya.


__ADS_2