
Happy reading all, jangan lupa komen like dan juga vote kalau bisa yah
“Selly segera kosongkan toko ini, lalu kirimkan semua barangnya kerumah,” Regha dengan seenak jidatnya mengosongkan sebuah toko hanya karena merasa lelah menunggu Riana yang tak kunjung selesai memilih.
Riana yang awalnya masih sibuk memilih beberapa barang langsung membulatkan matanya sempurna. Kegilaan Regha yang seperti ini tidak boleh dibiarkan begitu saja.
“Tidak sayang, aku tidak jadi membeli apapun ayo kita pulang saja,” menarik tangan Regha.
“Kualitas toko ini sangat buruk, bahkan Ina saja tidak mau membeli apapun dari sini. Selly segera kosongkan toko ini, bagaimana mungkin ada penjual barang tidak berkualitas di molku,”
Riana menepuk keningnya kesal, kemudian mengambil acak beberapa barang yang terpajang disana, salahkan dirinya yang mengajak Regha berbelanja. Pria ini sepertinya tidak tahu satu perintah kecil yang diucapkan dari mulutnya itu bisa membuat beberapa orang kehilangan pekerjaan mereka.
“Ina kau yakin ingin mengambil pakaian itu,” menyipitkan matanya sambil menunjuk kepada barang yang dimaksudkan.
Riana dengan yakinnya menganggukkan kepalanya, entah pakaian macam apa yang ia ambil. Yang penting segera membawa Regha pergi dari sini secepatnya sebelum pria ini mengeluarkan perintah macam-macamnya lagi.
***
Setelah membersihkan tubuhnya, Riana menghampiri Regha yang duduk di sofa sambil memandang penuh arti ke arah dirinya.
Apa lagi yang diinginkan makhluk satu ini, senyumnya itu sungguh sangatlah mencurigakan. Menatap intens ke arah sang suami.
Dengan mendaratkan bokongnya perlahan di atas sofa, memberi sedikit ruang antara dirinya juga Regha guna mengantisipasi jika saja terjadi ancaman dadakan. Riana masih menatap intens pria yang ada Disampingnya ini, senyum horor yang ditunjukkan oleh Regha sungguh membuatnya takut setengah mati.
__ADS_1
“Ina kenapa kau tidak memakai baju tidur yang benar,” satu pertanyaan dari Regha itu langsung membuat Riana bingug setengah mati.
Baju tidur apa yang dia maksud, aku biasanya memang menggunakan ini. Dasar pria aneh.
“Tapi aku memang biasanya menggunakan pakaian ini sayang, asisten Sam sudah menyingkirkan pakaian kamaku dulu dan hanya tersisa yang seperti ini saja,” menyibak-nyibakkan lengan baju atasnya. (Sebenarnya Riana yang mengancam asisten Sam untuk mengganti semua baju tidur yang kekurangan bahan itu dengan yang lebih normal dan tertutup hingga ke ujung kakinya).
Regha menghela nafas pelan lalu kemudian terbitlah senyum misterius itu lagi.
Tolong berhentilah tersenyum seperti itu tuan muda, sungguh itu membuatku bergidik ngeri. Mengusap lehernya yang terasa dingin.
Mata Riana kembali membulat sempurna ketika Regha mengangkat sebuah gaun malam dari sisi lain tubuhnya.
“Bukankah kau membeli ini tadi, jadi kenapa tidak dipakai,” mengangkat kedua alisnya secara bergantian untuk menggoda sang istri yang kini tersipu malu.
“ kenapa sayang, kau pasti akan cocok menggunakan itu. Sayang jika dibuang, cepat gantilah dulu akan menunggu disini,” tersenyum dengan penuh kemesuman.
Riana mengeratkan genggaman tangannya pada selembar kain tipis itu, apakah bisa menukar Regha dengan secangkir capucino dingin karena sungguh otaknya mendidih sekarang.
“Kau tersipu malu sayang, tidak masalah aku tidak akan menertawakanmu sungguh,” sederet gigi yang tersusun rapih kini tampak mengejek Riana juga.
Bukannya tersipu malu, lebih tepatnya Riana benar-benar sedang kesal sekarang. Ingin sekali dirinya masuk ke dalam lubang terdalam agar bisa menghilang dari sini dan hadapan Regha yang tampak mengejeknya dengan penuh kemenangan.
“Sayang udaranya sangat dingin sekarang, aku bisa masuk angin jika memakai pakaian seperti ini bukan,” kedua tangannya mengarah kepada jendela kamar.
__ADS_1
“Tidak masalah aku bisa menghangatkanmu dengan pelukanku,”matanya menyipit sempurna semakin menggoda Riana.
Yang digoda jangan ditanyakan lagi bagaimana wajahnya sekarang, bersemu merah bak buah tomat segar, tak dapat menahan rasanya lagi Riana reflek melempar gaun malam itu hingga tepat mengenai wajah Regha.
“Kau pakai saja sendiri, aku mau tidur jangan ganggu aku,” langsung menyembunyikan dirinya di balik selimut, tindakannya barusan dengan melempar gaun sialan itu ke wajah Regha sudah membuat Riana gemetaran. Berharap saja Regha tidak akan marah lagi nantinya.
***
Sekembalinya dari rumah sakit Carly menjadi sosok yang berbeda tiga ratus enam puluh derajat, gadis yang biasanya tidak suka memakai riasan di wajahnya kini selalu menggunakan riasan tebal apa lagi saat bersama dengan asisten Sam, gadis ini bahkan tanpa dagunya mengungkapkan perasaannya kepada asisten Sam secara langsung.
Ungkapan cinta yang tidak diharapkan itu otomatis membuat pria dengan tubuh tinggi semampai menjadi sangat kesal, sudah cukup gadis itu terus mengusik kehidupannya selama beberapa bulan ini dan sekarang malah ditambah dengan ungkapan cinta yang menyebalkan sekali. Jangan tanya reaksi pria itu saat Carly mengungkapkan perasaannya.
“ aku menyukaimu, kau mau kan jadi kekasihku!” Dengan penuh keyakinan Carly mengungkapkan perasaannya.
“Kau gila, siapa yang menyueuhmu melakukan hal ini. Dengar nona Carly selama ini saya bersikap sopan pada anda hanya karena nona muda ingin anda sembuh total. Dan bisa mengurangi beban ibu anda, dan sepertinya sekarang anda sudah benar-benar sehat jadi mari untuk saling menjalani hidup masing-masing,” Tanpa belas kasih pun atau setidaknya menghargai sedikit saja keberanian dari Carly, asisten Sam langsung menolaknya secara terang-terangan.
“Aku tidak akan menyerah begitu saja, kau sudah membuatku jatuh cinta maka aku pasti akan memilikimu,” seolah tak ada rasa sedih sedikitpun dari pancaran matanya, melainkan sebuah obsesi hingga tertantang untuk tidak menyerah.
Asisten Sam tidak menggubrisnya dan segera masuk kedalam mobil, berlalu begitu saja meninggalkan Carly disana. Kali ini moodnya benar-benar hancur, mulai dari kejadian ditabrak oleh wanita tidak bertanggung jawab hingga pernyataan cinta kekanakan dari Carly tadi.
Dengan kecepatan sedang asisten Sam membelah keramaian jalanan kota dengan mobilnya. Cakrawala yang sepertinya mengerti akan perasaannya saat ini juga terlihat mendung dan kacau, serentetan keributan dijalanpun tak dapat terelakkan. Suara riuh klakson saat terjadi kemacetan membuat suasana hati pria yang sedang dilanda kekesalan itu semakin menjadi-jadi saja.
Belum cukup sampai situ, hingga panggilan telfon dari Salah satu orang kepercayaannya membuatnya semakin kesal karena memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. Kenapa hari ini sangatlah kacau seperti semuanya terlepas dari dalam kendalinya dan itu berhasil memicu emosinya. Tidak ada yang berjalan baik, dan itu semua dikarenakan oleh seorang wanita. Mereka benar-benar parasit yang menyusahkan sungguh anggapan itu selalu tertanam didalam Fikiran orang kedua dari Tanjung grup itu.
__ADS_1