Istri Kecil Sang Miliyader 1

Istri Kecil Sang Miliyader 1
Hukuman Carly


__ADS_3

happy reading all, maaf telat up soalnya author lagi super sibuk banget belakangan ini. Moga kalian enjoy yah.


Tanpa kata asisten Sam menyeret wanita gila itu keluar dari sana, gadis itu telah kehilangan akal sehatnya setelah koma beberapa waktu lalu. Dan seksrang malah menyusahkan orang lain seperti ini.


"Nona, bukankah saya sudah peringatkan berulang kali untuk tidak melewati batas anda. Anda seorang wanita tapi bukan berarti saya akan simpati dengan anda, saya hanya merasa kasihan dengan nona Riana yang mau membantu anda. Dan yah saya bersyukur jika bukan jantung dari orang yang seperti andalah yang dibiarkan untuk nona Riana," melempar tubuh itu hingga kelantai.


Asisten Sam membawa Carly ketempat dimana tak ada satupun orang yang akan mengganggu urusannya dengan gadis menyusahkan ini.


" Kenapa kau tidak bisa menerima cintaku Sam, aku hanya ingin mendapatkan cinta seperti nona Riana dan juga Tina. Kenapa aku tidak berhak bahagia," pelupuk matanya kini sudah basah.


" Karena kau jahat, kau tidak memiliki niat yang tulus. Kau tau nona Riana dan Tina mereka adalah gadis yang baik dan berhati tulus, mereka tidak pernah berniat merebut seseorang. Tidak sepertimu yang berfikir jika pria akan jatuh cinta denganmu, dengar nona Carly. Saya akan memberi kesempatan pada anda, tapi dengan syarat tidak pernah lagi muncul terutama dihadapan tuan Regha dan nona Riana. Dihadapan Tina dan juga saya, karena jika anda terlihat maka," ekor matanya mengarah pada sebuah dinding yang memiliki bercak berwarna merah..


" Ini adalah lantai 30 tidak akan ada yang mengetahui itu, sepertinya anda mengerti apa yang saya maksudkan. Jadi segera pergi dari sini, dan ingat bahkan udarapun akan mengawasi anda saat berurusan dengan seorang Regha Tanjung," melonggarkan dasinya yang terasa menyesakkan tenggorokan.


Awalnya dirinya ingin menghabisi Tina hari ini juga, namun karena Tina membuatnya berjanji untuk tidak melukai orang lain dengan alasan apapun lagi. Dulu asisten Sam sering melakukan kekerasan kepada para pelanggar aturan itu, bahkan Regha sendiri hanya akan diam dan melihat apa yang dilakukan oleh asistennya. Regha berubah semenjak Riana datang, pria itu menjauhi tindak kekerasan sekecil apapun itu agar tak melukai wanitanya.


***


Kini tubuhnya lunglai, apa yang ia fikirkan beberapa saat lalu hingga berani melakukan hal nekat seperti tadi. Yang ia hadapi bukanlah orang biasa, seseorang yang bisa saja mengambil nyawanya kapanpun itu.


" Kenapa aku tidak bisa mendapatkan semuanya, aku benci hidupku. Ahhhhh...... aku benci kau Tina sangat benci jika kau tidak kembali aku lah yang akan menikah dengan asisten Sam bukan kau, aku juga tidak akan tergoda pada pesona tuan Regha dasar Tina gadis sial*n aku tidak akan memaafkanmu," mengacak-acak rambutnya frustasi.


Carly berjalan turun kelantai bawah, setidaknya untuk saat ini dia harus pergi dari sini. Karena pria yang dikenal sebagai asisten Sam itu sedang mengawasinya setiap pergerakannya.


" Aku akan pergi sekarang, tapi aku pasti akan kembali nanti Tina. Lihat saja aku akan menyingkirkan mu, jika aku tidak bisa memiliki asisten Sam maka tidak ada wanita yang bisa," dirinya memang langsung menyerah jika itu Regha, tapi asisten Sam dia bersumpah selama nafasnya masih ada tidak akan pernah melepas pria itu.

__ADS_1


***


Regha menenangkan Riana gadis itu gusar saat asisten Sam membawa Carly keluar dengan sangat kasar tadinya.


" Sayang dia tidak akan menyakiti Carly bukan," Riana bertanya lagi pada suaminya.


Demi apapun Regha tak perduli apa yang akan dilakukan oleh asistennya kepada wanita gila itu.


" Ina tidak akan tenang saja hemm, jangan buat anak kita ikut stres nanti," mengelus lembut perut sang istri.


" Pastikan dulu apa yang dilakukan oleh asistenmu, " mengguncang tubuh Regha kuat.


Pria itu hanya mengangguk lalu mengambil ponselnya.


" Sam jangan sakiti dia, Setidaknya lukai hingga dia kembali sekarat lagi jangan membunuhnya," hal itu sukses mendapat pukulan dari Riana yang masih berada dipangkuannya.


"Sudah nona, sekarang ayo pulang dan istirahat. Kau pasti banyak menghadapi hal sulit tadi. Jadi ayo pulang saja, aku tak ingin terjadi sesuatu pada anak kita," mengelus lembut pucuk kepala Riana.


Mereka kembali dengan keadaan tenang, asisten Sam tidak mengantar seperti biasa karena mendapatkan telfon dadakan dari istrinya yang meminta kehadirannya dirumah segera.


***


Carly tak dapat menahan emosinya, dia memutuskan akan lebih baik mati saja hari ini. Tapi dengan membawa Tina bersamanya dengan begitu tidak akan ada yang bisa memiliki asisten Sam lagi.


Gadis itu berlari kerumah Tina dengan seringai yang licik, mencoba bersahabat lebih dahulu sebelum menusuknya dari belakang.

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan Carly, kenapa membawa pisau dapur seperti itu," Tina sadar akan maksud kedatangan wanita itu kemari.


Namun terlambat tikaman pisau itu membuat lengannya tergores kecil.


" Ahh maaf aku meleset seharusnya aku menusuknya tepat dijantungmu," mengarahkan pisau itu lagi namun terhalang oleh sebuah tembakan keras dibelakangnya.


Polisi datang bersama dengan asisten Sam yang sudah begitu khawatir dengan kondisi istrinya itu.


" Kau terluka, ayo kedokter. Biarkan polisi yang mengurus gadis gila ini, aku bahkan tidak perduli jika dia dipenjara seumur hidupnya," menatap sekilas kearah Carly yang masih meraung-raung tidak jelas menyebut namanya.


" Sam apakah ini baik, aku rasa Carly menjadi seperti ini karenaku. Dia pasti begitu terobsesi padamu selama ini tapi kau malah menikah denganku," Tina angkat bicara setelah luka dilengannya selesai diobati.


Pria itu diam seribu bahasa, tidak ada gunanya membahas itu sekarang. Baginya balas dendam pada orang yang telah menyakiti istrinya ini masih sangatlah kurang.


" Aku pasti akan memberikan hukuman terberat untuk wanita melata itu," mengepalkan tangannya kuat.


Asisten Sam bahkan dengan baik hatinya memberikan gadis itu beberapa kesempatan mengingat bagaimana dulu berjuang ya nona Riana untuk menghidupkannya kembali.


***


" Ingat Sam lakukan saja yang biasa kau lakukan pada wanita gila satu itu. Tapi jangan biarkan Ina tau, aku sudah menenangkannya jangan sampai dia tahu jika Tina masuk rumah sakit karena ulah gadis gila itu," Regha sedikit berbisik ketika menjawab panggilan asistennya.


"Baik tuan muda sesuai dengan keinginan anda," wajahnya tampak lurus kedepan.


Yah asisten Sam memberi pahatan yang terbilang keji pada wanita itu. Pria ini bahkan melakukan tindak kekerasan yang seperti dialami oleh wanitanya tadi.

__ADS_1


" Siksa dia hingga hanya kematianpun enggan menghampirinya," menatap setiap orang kepercayaannya untuk melakukan misi kali ini.


__ADS_2