Istri Kecil Sang Miliyader 1

Istri Kecil Sang Miliyader 1
Eksekusi


__ADS_3

Happy reading all


Kini semua pelayan telah dikumpulkan dan berbaris di hadapan Regha.


" Siapa yang bertanggung jawab atas makanan nyonya Riana," tanya asisten Sam yang senantiasa berdiri dibelakang tuannya.


Beberapa pelayan wanita serta pria maju kedepan, mereka menunduk takut apalagi mendapatkan tatapan dari Regha dan juga asistennya itu.


" Apa kalian tidak tau tingkatan makanan yang harus selalu dipatuhi dirumah ini, kalian sudah diperingatkan jangan pernah menghidangkan makanan penuh dengan minyak terutama kepada nona dan tuan muda," ucap asisten Sam tegas.


Regha sejak tadi hanya diam sambil menatap lekat semua orang yang ada disana, auranya itu membuat nyali menciut begitu saja.


" Jawab kenapa kalian hanya diam saja," memukul meja cukup kuat.


" Maafkan kami, kami melakukan kesalahan ,tolong ampuni kami tuan Regha," menunduk takut.


" Sam urus mereka semua, pastikan wajah mereka tidak pernah lagi terlihat dirumah ini. Dan masukkan nama mereka juga kedalam list hitam Tanjung," ucap Regha dengan santai namun sangat menyeramkan.


" Tidak, kami mohon tuan Regha maafkan kami,"


List hitam Tanjung adalah nama dari orang-orang yang dianggap buruk oleh perusahaan Tanjung grup, hingga dapat dipastikan jika siapapun yang masuk kedalam list hitam Tanjung maka hidupnya tidak akan bisa damai dan tentram.


" Kalian dibayar 10 kali lipat bukan untuk melakukan kesalahan seperti ini apa kalian tau itu," tegas asisten Sam lagi.


***


Sementara itu didalam kamar Riana masih saja diawasi oleh beberapa wanita yang dipercaya Regha untuk merawatnya. Tentu saja perawat khusus untuk Riana.


" Apakah diluar terjadi keributan, bagaimana jika tuan Regha itu melakukan sesuatu kepada orang-orang yang tidak bersalah dibawah sana, ahhh kenapa mulutmu ini sangat tidak bisa diajak kompromi Riana, lihat kau membuat masalah lagi sekarang," terus mengutuki dirinya sendiri.


" Nona muda, tenanglah itu demi kebaikan nona," ucap salah satu pelayan.


" Bagaimana aku bisa tenang, jika mulutku ini bisa saja menghancurkan masa depan beberapa keluarga,"


" Kami akan mengambilkan obat untuk nona lebih dulu,"


" Yah baiklah pergi sana,"


Riana mengambil kesempatan itu untuk segera melarikan diri dari kamar dan dari para pelayan itu.


" Nona muda, anda akan pergi kemana jika tuan Regha tau maka habislah semua riwayat kami," salah satu pelayan mengejar Riana yang sudah memasuki lift.


Riana hanya tersenyum licik karena pintu lif lebih dulu tertutup sebelum pelayan itu berhasil mendapatkannya.


Riana mengendap-endap, mencari dimana Regha melakukan eksekusi nya kali ini.

__ADS_1


" Sam cepat singkirkan mereka dari sini," ucap Regha keras.


Tanpa berfikir panjang Riana segera mencari asal suara teriakan Regha.


" Tidak jangan," cegat Riana, ketika asisten Sam ingin melayangkan satu pukulan kepada salah satu pelayan yang menunduk ketakutan.


" Nona muda," lirih asisten Sam terkejut ketika mendapati Riana sudah berada disana.


" Kau, kenapa kau disini. Masuk kedalam kamarmu, dimana para pelayan itu apa mereka sudah bosan hidup juga sekarang," tanya Regha yang langsung membantu Riana untuk duduk di sofa.


" Sayang, kumohon maafkan saja mereka yah. Mereka tidak salah apapun, ini adalah salahku sendiri karena tidak mendengarkan perkataan dokter," rengek Riana manja.


" Lihatlah bahkan istriku sampai menyalahkan dirinya sendiri demi melindungi kalian semua," membelai wajah Riana lembut.


Ohh matilah, dia sedang berada dalam mode peralihan, salah sedikit saja dia akan membekukan semua orang disini. Gumam Riana dalam hati.


" Bukan begitu sayang, aku hanya berfikir jika makanan yang mereka buat sangatlah nikmat, jadi aku rasa tidak pantas untuk menghukum orang yang telah mengabdi bertahun-tahun hanya karena satu kesalahan kecil saja iyakan," mencoba membujuk Regha lagi.


" Apakah disekolah kau tidak pernah mendengar bahwa siswa yang salah harus mendapatkan hukuman, begitupun dengan mereka,"


" Tapi sayang, apa kau tidak mau menuruti permintaan kecilku ini," memegang dadanya.


" Sam lakukan apa yang diinginkan nya," ucap Regha malas karena tidak bisa berkutik lagi jika Riana mengeluarkan bujukan maut itu.


" Sudah, sekarang kembalilah kekamar dan istirahat," menggendong Riana.


" Ehh tunggu dulu, bisakah aku melihat hukuman mereka sebentar saja,"


" Sam sudah mengurus mereka, biarkan dia melakukan tugasnya itu sekarang," mulai memasuki lift.


Tapi masalahnya asistenmu yang satu itu sama saja seperti dirimu, sangat pinplan dan kejam.


Regha meletakkan Riana diranjangnya lagi.


" Tuan tolong maafkan kami, kami sudah berusaha untuk menghentikan nona muda tapi gagal,"


" Kalian menyalhakan istriku atas kelalaian yang kalian buat sendiri, sungguh tidak pantas dimaafkan," menatap tajam kearah para perawat yang menyamar menjadi seorang pelayan itu.


" Kalian keluarlah," takut Regha melampiaskan amarahnya lagi.


" Sayang aku baik-baik saja sekarang, jadi kau tidak usah cemas oke,"


Jangan cemaskan diriku dan sampai kau menghancurkan semua yang ada dihadapanmu.


" Kau sudah makan obatmu," tanya Regha.

__ADS_1


" Aku sudah baik-baik saja sekarang, itu hanyalah nyeri biasa saja,"


" Shutt.... jangan pernah menyepelekan sakit sekecil apapun itu, jika kau merasakan sakit cukup katakan padaku mengerti,"


Riana mengangguk dengan cepat.


Apa kah dia orang yang sama, tadi dia seperti monster yang siap memangsa, sekarang dia seperti seorang malaikat berhati baik.


Regha menyentil pelan kening Riana.


" Apa lagi yang otak kecilmu itu fikirkan sekarang hah,"


" A..aku tidak memikirkan apapun,"


" Kau tau saat kau sedang memikirkan sesuatu yang mengganggu fikiranmu, bibirmu ini secara alami membuka sedikit,"


" Itu tidak benar yah," mengalihkan pandangannya.


" Benarkah, tapi kenapa wajahmu memerah seperti ini hah," tersenyum menggoda Riana.


" Aku ingin tidur," menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


***


Sedangkan dibelakang asisten Sam sudah berhadapan dengan para pelayan tadi, siap melakukan evakuasi terhadap para pelaku kesalahan.


" Kalian beruntung karena nona muda hadir tepat waktu, jika tidak kalian semua pasti sudah menjadi daging panggang atau yang lainnya,"


" Tolong maafkan kami tuan Sam,"


" Kesalahan kalian sebenarnya tidak cukup fatal, tapi apa kalian tau dari tindakan kalian ini membuat tuan Regha hampir kehilangan akalnya lagi seperti saat nona Riana koma,"


" Hukuman kalian kali ini tidak boleh terlihat sama sekali, kalian juga harus ada dirumah ini agar nona senang. Jadi hukuman kalian adalah berdiri dengan posisi kuda-kuda sampai matahari terbit besok, dan pastikan kalian tidak menemui atau bahkan melapor kepada nona Riana,"


" Tolong maafkan kami tuan, tolonglah kami,"


" Apa kalian tau jika biasanya yang membuat kesalahan dirumah ini akan langsung disingkirkan atau dihukum secara fisik Jadi terima hukuman kalian cepat,"


Asisten sam memulai eksekusinya, dia memberikan pelajaran kepada para pelayan itu dengan tanpa ada kata pengecualian.


Padahal kesalahan tidak ada pada para pelayan itu melainkan kesalahan Riana sendiri.


***


Riana menatap malas kearah Regha yang pagi-pagi sudah menyuruhnya kesana kemari melayani semua keperluannya.

__ADS_1


__ADS_2