Istri Kecil Sang Miliyader 1

Istri Kecil Sang Miliyader 1
Sandiwara part 1


__ADS_3

Happy reading all 🌺


Tak terasa kini waktu sudah berjalan sebulan lamanya, dan kelakuan Regha semakin menjadi setiap harinya. Pria itu akan sangat senang jika melihat Riana tersiksa, dengan perintahnya yang terkadang terbilang tidak masuk akal.


Seperti Riana harus menyusun setiap buku berdasarkan jumlah halamannya, kemudian dilain waktu Regha akan memerintahkan gadis itu memindahkan semua buku itu kegudang, tapi tak lama setelah itu dia meminta untuk dikembalikan ketempatnya semula.


Lalu hari ini pria itu menyuruh Riana untuk berpura-pura menjadi ibunya untuk mengelabui teman kencannya yang sudah ingin ia campakkan.


" Tapi aku ini baru berusia delapan belas tahun, bagaimana mungkin aku berpura-pura menjadi seorang wanita yang berumur," Ucap Riana menolak.


" Hanya usiamu saja yang muda, tapi wajahmu itu sudah seperti wanita yang berusia lima puluh tahun tau," ucap Regha.


" Hei om apakah karena usiamu yang sudah tua jadi kau tidak bisa melihat dengan baik," ucap Riana kesal.


" Kau berani mengataiku, dasar gadis kecil tidak tau malu," ucap Regha tidak kalah kesalnya.


" Tentu saja, kau itu adalah om om tua yang suka memerintah tidak jelas," ucap gadis itu lagi.


" Ternyata gadis kecil seperti dirimu itu sangatlah mengesalkan sekali,"


" Yah benar lalu kau mau apa hah,"


Terjadi pertengkaran antara dua orang itu, Riana yang sudah tidak tahan dengan perilaku Regha dan setiap perintahnya akhirnya mulai melakukan pemberontakan.


" Baik kau yang mulai diluan, jadi kau lihat saja aku akan menghancurkan keluargamu itu," ucap Regha mengancam.


Riana langsung bungkam seribu bahasa begitu mendengar ucapan dari Regha.


Keluargalah yang menjadi titik kelemahan dari gadis itu, kini Regha menemukan cara baru untuk mengendalikan Riana sepenuhnya.


"Baiklah maafkan aku, aku akan melakukan perintahmu itu," ucap Riana pelan kemudian berjalan masuk keruang ganti.


Apakah dia marah. Fikir Regha.


Didalam ruang ganti Riana menarik nafasnya dalam, bagaimana mungkin aku bersikap gegabah, aku bisa saja melakukan kesalahan dan akan berdampak pada keluargaku terutama pada Vivi aku tidak mungkin membiarkannya ikut menderita denganku bukan.


Dengan berat hati Riana memulai mempersiapkan dirinya, dengan berdandan seperti wanita tua sesuai dengan keinginan dari Regha.


Riana keluar dengan penampilan barunya itu.


" Bwahahahahahaha, kau lucu sekali apakah kau yakin kau sudah seperti wanita dewasa, mana ada wanita dewasa berdandan seperti dirimu itu," ucap Regha kemudian tertawa sangat keras.


" Hahahaha, sangat senang yah bisa menertawai orang lain seperti itu," Riana tertawa garing.


Seketika Regha terdiam.

__ADS_1


Ehh aku barusan tertawa, kapan terakhir kali aku tertawa seperti ini. Ucap Regha didalam hati.


" Melihat penampilanmu itu, aku rasa aku mengubah rencana. Kau akan berperan menjadi kekasih baruku saja," ucap Regha yang kini kembali memasang wajah dinginnya.


" Itu justru lebih parah dari pada berperan menjadi ibumu," ucap Riana setengah berteriak.


" Baiklah aku hanya perlu menelpon Sam dan menyuruhnya untuk menarik semua investasiku di perusahaan ayahmu, kau tau sendirilah akibatnya," lagi-lagi hanya bisa mengancam.


" Baiklah tuan muda Regha Tanjung, akan saya laksanakan perintah anda," Terpaksa menuruti kemauan dari pria menyebalkan itu.


Kali ini Riana keluar dengan gaya yang berbeda.


" Bagaimana om, apakah sudah cukup baik," bertanya kepada Regha yang menatap dirinya intens.


" Bisakah kau berhenti memanggilku om, aku itu bukan ommu dan satu lagi aku itu belum tua asal kau tau saja," ucap Regha mengalihkan pembicaraan.


" Tapi bagiku kau itu seperti om om tua yang menyebalkan," gumam Riana pelan.


" Apa kau bilang," mulai meninggikan suaranya.


" Tidak ada kok om, jadi kapan kita akan menjalankan misi kita ini," berusaha mengalihkan topik guna menyelamatkan dirinya.


" Kita akan pergi malam ini, tapi ingat jangan sampai kau membuat masalah sekecil apapun kau mengerti," penuh penekanan di kalimat terakhirnya.


" Baiklah anda hanya perlu memberitahu saya tentang apa yang saya harus lakukan, maka akan saya pastikan tidak akan ada kesalahan sekecil apapun juga," ucapnya mengayakinkan Regha.


" Baiklah om tenang saja aku pasti akan berusaha sebaik mungkin,"


" Bukan berusaha tapi pasti kau akan melakukan sebaik mungkin," ucap Regha lagi.


Riana menelan salivanya kasar, ucapan Regha barusan mengisyaratkan bahwa dia tidak boleh melakukan kesalahan sekecil apapun itu.


***


Kini Riana dan Regha sudah tiba di sebuah club tempat mereka akan menjalankan misi mereka.


Riana menarik nafasnya dalam dan meyakinkan dirinya sendiri untuk masuk kedalam sana.


" Kau ingat semua rencana kita bukan," bisik Regha kepada Riana.


" Tentu saja om, jadi mari kita berjuang bersama," ucap Riana kemudian menggandeng lengan Regha untuk masuk kedalam.


" Itu dia disana," tunjuk Regha kepada salah seorang gadis yang tengah duduk sambil meneguk minumannya.


Nyali Riana langsung menciut ketika melihat sosok wanita yang dimaksud oleh Regha.

__ADS_1


Ohhh gawat diakan Slavin si artis terkenal itu. Bagaimana mungkin aku bisa mencari gara-gara dengannya.


" Om kau yakin itu adalah wanita yang tidak mau melepaskan mu," tanya Riana memastikan.


" Benar, apakah kini nyalimu menciut begitu mengetahui wanita itu adalah Slavina," langsung tau apa yang terjadi kepada Riana. " Kau tenang saja kau cukup manfaatkan apa yang kau gunakan sekarang ini maka semuanya akan berjalan lancar," Ucap Regha lagi.


Riana sebenarnya tidak terlalu mengerti dengan yang dimaksudkan oleh Regha tapi dia memberanikan dirinya untuk melangkah mendekati gadis itu


" Hai nona Slavina boleh saya bergabung juga disini," ucap Riana kepada wanita itu.


" Ohh tentu," ucap gadis itu seadanya.


Riana kini memperhatikan gadis yang ada dihadapannya itu.


Wah benar-benar seorang bintang besar, jika dilihat dari jarak sedekat ini tidak ada sama sekali kekurangannya. Ucap Riana didalam hati.


Suasana menjadi canggung sebelum Regha muncul.


" Sayang," ucap Riana tiba-tiba dan langsung berdiri dan merangkul lengan Regha.


" Kak Regha siapa dia, kenapa dia memanggil kakak dengan sebuat sayang," ucap Slavina terkejut.


Sebelum Regha menjawab pertanyaan itu, Riana lebih dulu menjawabnya.


" Aku adalah kekasihnya," jawab Riana.


" Apa maksudmu, akulah yang kekasih kak Regha," berusaha menyingkirkan Riana dari dekat Regha.


" ahh sayang apa yang dia katakan sebenarnya," ucap Riana dengan nada yang menjijikkan.


" Dia adalah mantanku," ucap Regha kepada Riana.


" Mantan, kak Regha apa yang kau katakan. Kita bahkan baru jadian dua hari yang lalu tapi sekarang kau,"


" Bukankah sudah kubilang kemarin jika kita sudah tidak memiliki hubungan apapun karena aku sudah memiliki wanita yang ku cintai," menarik Riana kedalam pelukannya.


" Tidak boleh pokoknya kak Regha hanya milikku, jika kak Regha melakukan kejahatan seperti ini maka aku akan menghentikan kerja sama kita," ucapnya kesal.


Regha sudah ingin menjawab namun lagi-lagi Riana mendahuluinya.


" hiksss, nona tolong lupakan saja Regha karena dia hanyalah milikku," ucap Riana berekting sedih.


" Tidak kaulah yang lebih baik pergi, karena kak Regha itu hanyalah milikku," ingin menarik Riana menjauh lagi dari Regha.


" Tapi sekarang, sudah ada junior," ucap Riana lagi.

__ADS_1


" junior siapa itu," tanya Slavina kepada Riana.


Riana mengelus perut datarnya.


__ADS_2