Istri Kecil Sang Miliyader 1

Istri Kecil Sang Miliyader 1
Carly gadis gila


__ADS_3

" Aku tidak menyuruhnya Ina, dia suka rela melakukannya sendiri," Regha membela dirinya, tidak mau mendapatkan masalah seperti tadi pagi lagi.


"Benar nona tidak baik untuk meninggalkan pekerjaan. Kalau begitu saya akan kembali ketempat saya sekarang," Pria itu menunduk hormat dan kembali keruangannya.


Menyisakan sepasang kekasih yang tidak bisa lepas itu, Bahkan Regha tidak bekerja sama sekali pria itu hanya sibuk berduan dengan sang istri. Sudah diduga jika Riana ada disini perhatian Regha hanya akan ada untuknya saja.


***


Berat rasanya ketika meninggalkan sang istri diruangannya sendiri. Rapat yang ia datangi ini sangatlah penting dan tidak bisa ditunda apa lagi dibatalkan.


" Tuan Regha apakah anda baik-baik saja," Carly menabrak Regha, menumpahkan kopi ke pakaian milik pria itu.


" jangan menyentuhku, pergi dari sini," Regha berucap dingin, bergegas membuka jas hitam miliknya dan melempar kelantai begitu saja.


" Sam buang itu, sudah sangat kotor dan ternodai," Regha melirik sekilas Carly yang terpaku karena tidak menyangka jika Regha akan bersikap sebegitu menyeramkannya.


Ini bukan renacananya sama sekali, menumpahkan kopi adalah ide terburuk yang pernah dia fikirkan untuk marayu seorang pria. Namun kekeliruannya juga membuat dirinya tau bagaimana sifat Regha tanpa Riana disisinya, begitu menakutkan..


Setelahnya wanita itu juga mendapat tatapan tajam dari asisten Sam, dengan tatapan merendahkan pria itu segera berlalu dari sana menyusul tuannya yang sudah masuk kedalam ruang rapat.


" astaga itu membuatku takut, tapi itu juga sangat menyenangkan. Tunggu saja aku pasti bisa membuat mereka berdua bertekuk lutut nantinya padaku," membersihkan kekacauan itu.


***


Regha kembali setelah kurang lebih dua jam, sang istri bahkan tampak tertidur di atas sofa dengan wajah lugu dan tenang.


" Maaf membuatmu menunggu Ina," pria itu bergumam lalu membawa tubuh istrinya kedalam ruangan khusus di ruangan itu. Regha meletakkan Riana di ranjang yang ada disana, memperbaiki posisi tidurnya agar wanitanya tidak terganggu.


" Aku akan menyiapkan makan siang untukmu dan anak kita oke," berbicara pelan lalu mengecup kening Riana sekilas.

__ADS_1


Regha menggulung lengan kemeja putihnya, membuat semua otot dilengannya tampak bermunculan dengan gagahnya.


Pandangan mata itu tidak dapat dihentikan ketika pria muda nan kaya itu melewati koridor bawah. Berharap memiliki pendamping hidup seperti Regha adalah impian dari setiap gadis saat ini.


Termasuk Carly, kini otak wanita itu sudah dipenuhi oleh hayalan indahnya.


" Sepertinya aku harus menyingkirkan Riana lebih dulu, karena baru aku sadari jika Regha jauh lebih sempurna dari asisten Sam yang pemarah itu," kedua tangannya memegang kedua pipinya.


" Apa yang kau rencanakan sebenarnya nona Carly, apakah aku benar-benar harus memberikanmu perhitungan karena telah berani berfikir serta merencanakan hal buruk kepada tuan dan nona muda," suara asisten Sam tampak berdengung ditelinganya, kini pria itu tampak mengeraskan tangannya.


Apa ini, apakah rencana Carly akan gagal bahkan sebelum dimulai.


" A...aku tidak bermaksud seperti itu. A..aku hanya," ucapannya terpotong ketika pria itu menunjukkan bukti rekaman suaranya.


" Bukan hanya ini, saya bahkan memiliki banyak rekaman suaramu lengkap dengan Vidio. Sa ya hanya berbaik hati untuk memberikan anda pekerjaan di perusahaan keluarga Tanjung karena sosok ibu anda saja," pria itu tampak berbicara dengan formal.


Carly menggeleng, pria dihadapannya itu adalah pria yang dicintainya. Pria yang sudah menjadi milik orang lain, tetapi tak real ia lepaskan begitu saja.


" Saya awalnya kasihan pada anda karena seorang wanita, tapi setelah kata-kata berusan membuat saya tidak ragu lagi mengambil keputusan," merogoh saku celananya.


Carly hanya memperhatikan gerak-gerik dari asisten Sam, pria itu menghubungi seseorang dengan mata menatap tajam kearah wanita dihadapannya.


" Selly segera urus wanita ini, jangan sampai aku yang turun tangan untuk melakukannya," Memutuskan panggilan telfonnya.


Tampa berbicara lebih lanjut asisten Sam berlalu begitu saja menyusul tuannya.


***


Carly gemetar ketakutan, apa yang sedang direncanakan oleh asisten Sam. Kenapa firasatnya sangat buruk untuk itu.

__ADS_1


" Tidak, aku tidak boleh menyerah. Carly jangan menyerah untuk mendapatkan hasil yang kau inginkan, jika aku bisa mendapatkan Regha asisten Sam pasti tidak akan bisa berkutik lagi yah pasti bisa," berlari menuju keruangan Regha.


Disana sepasang suami istri sedang bermesraan, Riana tampak duduk dipangkuan suaminya dengan prianya yang sibuk memainkan rambut panjangnya.


" Ehhh Carly," Riana tampak terkejut dengan kedatangan Carly yang tiba-tiba itu, terkesan sangat tidak sopan untuk seorang karyawan biasa.


" Kau, menyingkirlah dari Regha. Seharusnya akulah yang mendapatkan pria sepertinya, kenapa harus kau dan si Tina itu yang mendapatkan kedua priaku. Dasar kalian berdua jalan* aku tidak akan mengampuni kalian berdua," mengacak kedua rambutnya kesal.


Riana tampak takut sekaligus terkejut dengan sifat wanita dihadapannya itu. Apa yang terjadi mengapa dia mengakui Regha adalah miliknya jelas-jelas jika Regha adalah milik Riana seorang.


Sementara Regha diam ditempatnya, memberikan tatapan mautnya dari balik punggung sang istri, wanita gila ini beruntung karena Riana ada disana sehingga Regha tak bisa melakukan sesuatu yang akan membuat istrinya marah.


" Ina kau masuklah dulu keruang pribadiku hemm, aku akan mengurusnya," nada suaranya kelewat lembut, padahal dimatanya sudah ada bara api yang mengerikan.


" Tapi sayang apa yang terjadi padanya, aku rasa ada kesalahpahaman disini jangan menyakitinya dia seorang wanita," Riana tampak menatap Carly yang kini seperti orang tidak waras.


Tidak ada kesalahpahaman, gadis itulah yang memang gila. Dia terobsesi akan sesuatu yang jelas tak bisa ia dapatkan.


" Sayang masuk yah, aku tidak ingin anak kita melihat semua ini," mengelus perut Riana.


Gadis itu akhirnya mau menurut, menunggu Regha dikamar yang terletak di ruangan itu juga.


" Sam," Nada bicaranya sangat tegas dan dalam seolah mengisyaratkan kemarahan besar.


" Jalan* kecil sepertimu ini sangatlah menyusahkan, kau seharusnya lari ketakutan sekarang bukannya disini mengamuk seperti orang gila," Regha tersenyum miris melihat penampilan dan obsesi yang ditunjukkan oleh wanita itu.


" Tuan Regha tinggalkan saja Riana aku bisa memberikan semuanya padamu, aku tidak mempunyai riwayat jantung sepertinya aku lebih cantik dan lebih pintar darinya, dan asisten tinggalkan saja Tina dia adalah gadis bodoh dan tidak berguna kembali saja padaku oke," matanya bergantian menatap kedua pria yang ada diruangan itu.


" Berani sekali kau menyebut istriku seperti itu dengan mulut kotor mu itu, Sam segera singkirkan dia. Buat dia bisa mengerti apa akibatnya ketika ada yang berani mencari masalah denganku terutama dengan istriku," Regha tampak masih mencoba menahan amarahnya, ini bukanlah kali pertama terjadi. Wanita seperti ini memang banyak diluaran sana, dan itu sangatlah menyebalkan karena harus mengotori tangan.

__ADS_1


Tanpa kata asisten Sam menyeret wanita gila itu keluar dari sana, gadis itu telah kehilangan akal sehatnya setelah koma beberapa waktu lalu. Dan seksrang malah menyusahkan orang lain seperti ini.


__ADS_2