Istri Kecil Sang Miliyader 1

Istri Kecil Sang Miliyader 1
Bulan madu


__ADS_3

Happy reading, jangan lupa wajib like dan komen. ikuti authornya yah juga vote kalau bisa. terimakasih 😊


Regha mengangguk perlahan, berusaha mempertahankan wibawanya padahal didalam dirinya sudah ada semangat dan gelora yang ingin meledak begitu saja.


" Tuan muda ada yang ingin saya bicarakan," ucap asisten Sam lagi.


" Yah Katakan ada apa hah," masih berusaha menahan senyumnya itu agar image coolnya tidak akan hilang.


Apakah baik jika aku membicarakan hal sensitif seperti ini dengan tuan muda, saat ini suasana hatinya sangat baik. Dirinya pasti tidak akan suka jika dirinya diganggu oleh masalah seperti ini. Memikirkan lagi apakah harus dia mengatakannya atau tidak pada Regha.


" Sam apa terjadi masalah," tanya Regha karena pria yang berdiri dihadapannya tidak kunjung melanjutkan pembicaraan mereka.


" Tidak tuan muda, saya hanya ingin mengatakan jika semoga saja bulan madu anda berjalan lancar nantinya," mengalihkan topik pembicaraan.


" Tentu saja akan lancar, memangnya apa laugi yang bisa diharapakan dari sebuah bulan madu bersama dengan seorang Regha Tanjung," Tersenyum bangga.


Terserah anda tuan muda, terserah anda saja.


" Kalau begitu saya akan mendoakan keselamatan anda dan nona Riana dari sini," menunduk hormat lagi.


" Dari sini, siapa bilang kau akan tinggal disini. Tentu saja kau akan ikut, siapa nanti yang akan mengurus keperluan kami disana nanti,"


Ternyata anda masih membutuhkan seseorang yah, tapi bagaimana aku bisa pergi dan meninggalkan gadis itu sendirian dirumah sakit, belum lagi bibik masih sibuk bekerja. Lagi-lagi bergumam dalam hatinya.


Tapi asisten Sam tau betul jika Regha adalah tipe pria yang tidak akan mau ditolak, keras kepala dan angkuh adalah perpaduan dasar yang ada pada diri Regha.


" Baik tuan muda sesuai keinginan anda," membungkuk hormat lalu segera kembali ke ruangannya menyelesaikan tugas yang masih mengantri disana.


Sementara itu Regha tak henti-hentinya tersenyum lebar saat melihat foto Riana yang selalu muncul untuk pertama kali ketika dirinya membuka ponselnya.


Foto Riana saat tersenyum lebar ketika keinginannya terpenuhi.


Dasar gadis bodoh dan tukang makan, kau itu sangat jelek sampai siapapun akan kesal berada didekatmu. Gumam Regha dalam hati sambil terus menatap foto Riana, foto yang bahkan jika dilihat oleh sang pemilik wajah akan langsung menyingkirkannya.


***


" Sayang kau sudah pulang," Riana berlari kearah Regha yang baru memasuki pintu, mengambil jas hitam formal yang sejak tadi di pegang oleh Regha.


" Apa ini kenapa kau belum siap hah," melirik penampilan Riana dari atas hingga bawah


" Hah tapi siap untuk apa," Riana sendiripun bingung dia harus bersiap untuk apa malam-malam begini.

__ADS_1


" Kita akan berangkat malam ini Ina," tekan Regha dengan mode gemas.


" Malam ini, kemana?," masih belum mengerti.


" Maafkan saya tuan muda, saya belum memberitahu nona tentang percepatan ini. Jadi nona muda, anda dan tuan Regha akan berangkat malam ini juga untuk berbulan madu," jelas asisten Sam tanpa disuruh.


" Ohhhh bulan madu," mengangguk-angguk pelan. " Tunggu apa bulan madu, kapan malam ini, kemana kita akan pergi hah," otaknya baru selesai mencerna semuanya.


" Bersiaplah sekarang dan kurangi berfikir agar otakmu tidak semakin sakit," berjalan mendahului Riana dengan sedikit kesal.


Riana menatap asisten Sam yang yang hanya menampakkan wajah tak berdosa nan polosnya.


Ingin sekali aku memasukkan pria ini kedalam peti mati, atau tidak menjual organnya saja. Dia yang berbuat kesalahan tapi aku yang harus menerima akibatnya. Bergumam dalam hati sambil menatap wajah tak berdosa milik asisten Sam.


Sementara itu asisten Sam hanya bisa diam seribu bahasa.


Maaf nona muda, tapi sekali-kali anda merasakan bagaimana indahnya ketika harus menenangkan tuan Regha.


Riana memutar bola matanya malas, lalu segera berlari menyusul Regha yang mungkin sekarang sedang berendam didalam kamar mandi.


" Sayang apakah kau didalam," mengetuk pintu kamar mandi.


Pria ini marah lagi yah. menatap pintu kamar mandi seolah dapat menerawang kedalam apa yang sedang dilakukan oleh Regha.


Sebelum Regha melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi Riana mengambil langkah seribu dan mulai mempersiapkan dirinya, mengambil pakaian secara acaka didalam lemari lalu memakainya.


Regha seperti biasa dengan tidak malunya keluar hanya dengan handuk yang melilit pinggangnya.


Ohhh roti sobekkkkkkk..... membuat mataku tidak suci lagi. Jerit Riana dalam hati.


Tubuh kekar, kulit putih mata tajam, tubuh tinggi serta rambut hitam yang berkilau terkena cahaya lampu dan jangan lupakan tetesan air yang menetes perlahan dari rambut Regha.


Ahhh kapan aku akan terbiasa dengan pemandangan ini. Masih terus menatap Regha.


"Apa yang kau tunggu cepat ambilkan pakaianku," perintah Regha membuat fikiran Riana buyar seketika.


" Sa..sayang apakah kita akan berangkat malam ini juga," berusaha mengalihkan fikirannya dari hal-hal yang berbau tidak sedap dan kembali fokus pada topik utama dan sekaligus yang terpenting.


" Apakah aku terlihat bercanda sekarang,"


Riana menggeleng cepat, lalu memberikan pakaian untuk Regha.

__ADS_1


Setelah bersiap secara kilat, Regha dan Riana langsung berangkat ke bandara dengan ditemani oleh beberapa pelayan serta penjaga dan tentunya jangan pernah lupakan asisten Sam yang selalu setia mengekor dibelakan tuannya.


Sebenarnya ini bulan madu atau liburan keluarga sih, kenapa sepertinya repot sekali.


Riana bahkan bisa merasakan menjadi seorang selebritis terkenal saat banyak penjaga yang kerap melindunginya, tatapan mata para pengunjung lainpun banyak yang berfokus kepada mereka, mungkin terpesona dengan ketampanan Regha setidaknya itu yang ada difikirkan Riana saat mendapati tatapan orang-orang itu.


***


" Apakah kau mengantuk," tanya Regha yang melihat mata Riana tinggal tersisa beberapa waat saja.


Siapa sangka jika malam itu ternyata terjadi hujan yang cukup lebat sehingga semua penerbangan dibatalkan baik pesawat biasa ataupun pesawat pribadi seperti yang akan digunakan oleh Regha dan Riana.


Memang tempat mereka menunggu terbilang jauh lebih baik dari para penumpang lain, Regha dan Riana merasa didalam VVIP room.


Namun tetap saja perjalanan awal bulan madu mereka sudah terkesan, bahkan mereka belum menginjak tempat tujuan mereka tapi sudah mendapat masalah seperti ini. Semoga saja kedepannya semua berjalan baik-baik saja setidaknya itu yang diharapkan oleh Regha.


" Sam bagaimana bisa ini terjadi hah," kesal Regha yang sudah mulai merasa tidak sabaran.


Mana saya tau tuan muda jika malam ini akan turun hujan dan akan menyebabkan semua penerbangan ditunda sementara. Jika saya pawang hujan sudah sejak tadi hujan ini akan berhenti.


" Saya akan menghubungi pihak maskapai," seperti biasa lain dihati lain dimulut.


" Ina apakah kau mengantuk," Tanya Regha lagi ketika melihat Riana yang kini bahkan tidak dapat menopang tubuhnya agar tetap duduk.


Riana hanya mengangguk kecil.


Regha membaringkan Riana dipangkuannya lalu menyuruh para pelayan untuk mengambilkan selimut tebal untuk istrinya.


" Tidurlah sebentar lagi pasti kita akan berangkat," mengusap kepala Riana lembut.


Hujan pun mulai reda, dan semua penerbangan bisa dilakukan kembali. Namun Riana masih tertidur pulas didalam dekapan hangat Regha dan balutan tebal selimut yang membalut tubuhnya dimalam yang begitu dingin itu.


" Tuan muda apakah kita tidak akan membangunkan nona muda, karena sekarang kita harus berangkat,"


" Jangan coba-coba membangunkannya, dan apa-apaan kau melihat Inaku seperti itu. Kiper ingat kan jika hanya aku yang boleh melihat wajahnya saat tertidur seperti ini," ancam Regha namun dengan suara sepelan mungkin.


Asisten Sam hanya menunduk lalu, segera kembali kepada tugasnya.


Setelah semuanya siap akhirnya Regha menggendong Riana yang masih tertidur hingga kedalam pesawat. Dirinya tidak ingin membangunkan Riana tapi juga tidak membiarkan siapapun menyentuh istrinya itu.


Jadi untuk urusan Ina harus Regha sendirilah yang melakukannya.

__ADS_1


__ADS_2