
Happy reading all!!,
Riana bergerak dengan gusar, saat ini dirinya sedang dilanda kebingungan. Bagaimana caranya untuk memberitahu Regha bahwa dirinya ingin bertemu dengan Tina hari ini.
“ Ina dimana kau meletakkan kemejaku. Pelayan bilang kau yang menyimpannya,” Keluar kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang menempel erat di pinggangnya.
“ Itu ada ditempat biasanya sayang,” menunjuk ke arah yang dimaksud.
Regha bergerak malas, kemudian mulai membuka lemari yang dimaksudkan. Sebenarnya dirinya ingin Riana membantunya untuk berpakaian, namun terlalu gengsi untuk mengatakannya secara langsung. Dirinya juga ingin dimanja, lagi pula tidak ada salahnya bukan bermanja dengan istri sendiri.
Saat Regha mulai mengancingkan kemeja putih dengan kerah, dua tangan mungil memeluk pinggangnya dari belakang.
“Sayang aku ingin bilang sesuatu tapi kau janji dulu jika kau tidak akan marah yah,” mendusel-dus elukan wajahnya dipunggung lebar milik sang suami.
“Katakan dulu apa yang kau inginkan Ina, baru aku bisa berjanji untuk tidak marah,” Tangannya yang sempat terhenti untuk mengancingkan kemejanya kini sudah bergerak lagi.
“ Tidak, kau berjanji lah dulu,”jari-jemarinya menggelitik pinggang Regha pelan, menciptakan rasa geli pada pria itu.
“Baiklah katakan cepat, sebelum aku berubah Fikiran,”membalikkan tubuhnya yang sebelumnya membelakangi Riana.
Dengan senyum secerah mentari, serta wajah yang memohon Riana menyampaikan keinginannya itu.
“ sayang aku bolehkan bertemu dengan teman kamaku, dia baru kemabali dari luar negeri. Kami sudah lama mengenal dan kau tenang saja dia juga seorang wanita,” kedua matanya membulat sempurna.
“ Ina kau lupa tentang peraturan yang sudah kita buat, dan lagi kita baru saja tiba disini, kau bahkan belum pulih sepenuhnya dokter menyarankan untuk beristirahat total sekarang,” jelas sekali jika Regha akan menolak rencana Riana itu dengan terang-terangan seperti ini. Dengan kondisi Riana yang belum pulih sepenuhnya serta memang dasarnya Regh tidak menyukai jika Riana bertemu dengan orang lain tanpa ada dirinya. Sungguh memikirkannya saja membuat Regha sangat kesal sekali.
Kerutan di keningnya langsung terlihat jelas saat mendapatkan penolakan dari Regha, seharusnya dirinya tidak meminta izin saja tadi dan langsung pergi.
__ADS_1
“Sayang sekali ini saja yah, lagi pula Selly akan menemaniku. Juga akan ada penjaga dan pelayan yang biasanya. Aku bosan berada di rumah, setelah berbulan-bulan lamanya akhirnya aku bisa bertemu dengan orang-orang lagi jadi kumuhnya yah,”
Dengan kasar Regha menghembuskan nafasnya, dia kesal karena perkataan Riana itu benar adanya. Setelah rumor tidak mengenakkan dirinya ditambah lagi dengan operasi jantung serta pemulihannya membuat Riana nyaris tidak pernah bertemu dan berbincang dengan orang lain selain Regha juga keluarganya.
“ Baik aku akan menemanimu, kenalkan aku pada temanmu itu,” Memegang bahu Riana.
Tidak akan ada kesempatan lain, Regha hanya mengizinkan Riana keluar jika bersama dengan dirinya.
Baik Riana mari mengambil kesempatan ini, bisa saja Regha malah melarangmu total untuk keluar. Riana kembali menimang-nimang keputusannya.
“Baiklah Terimakasih sayang, aku akan bertemu dengannya nanti saat jam makan siang kau biasakan,” mengancing kemeja Regha yang masih tersisa beberapa.
“Siap nona, kalau begitu berikan aku sarapanku dulu sekarang. Dokter bilang jika kita harus berjuang keras untuk mengembalikan banyak kecil didalam perutmu,” wajahnya sudah maju untuk menyerang mangsanya.
Riana melepaskan pelukan sang pemangsa buas itu, sepertinya dirinya akan habis karena diserang terus menerus seperti ini. Kedepannya Riana pasti akan membuat jadwal wajib patuh untuk Regha.
Sementara didalam kamar mandi Riana sedang tersenyum penuh kemenangan sesekali dirinya memang harus menolak Regha agar pria itu tidak semakin semenah-menah pada dirinya.
***
Bukan sebuah gaun bergemilak yang membalut tubuhnya, hanya sebuah terusan panjang yang membalut tubuh yang sedikit berisi namun tidak gendut itu. Tina sedang berada di sebuah peresmian galeri seni milik kerabatnya. Rencananya ia akan langsung bertemu dengan Riana dari sini, namun pertemuan tak terduga dengan seseorang yang paling dihindarinya selama ini seketika mengubah seluruh rencananya.
“Tidak bagaimana bisa aku bertemu dengannya disini, dia tidak mungkin mengenali ku bukan, ini sudah bertahun-tahun lamannya ,”Dengan raut wajah gusarnya Tina berlari masuk kedalam toilet.
Dengan tubuh yang sedikit gemetar, Tina mengambil ponselnya dan menekan nomor milik Riana. Ia harus menenangkan dirinya dulu sekarang, dan tidak mungkin bertemu dengan Riana dengan kondisi terkejut seperti ini.
“ Halo Tina, maaf kami terjebak macet aku akan kesana secepatnya,” suara lembut nan damai terdengar disana.
__ADS_1
“Ina maaf, tapi sepertinya aku tidak bisa hari ini. Ada hal mendadak yang harus aku kerjakan sekarang, mungkin lain kali yah,” berusaha menetralkan suaranya agar tidak terdengar panik.
Setelah menutup telfonya, Tina kembali menatap dirinya dicermin dengan menggigit bibir bawahnya kasar membayangkan masa lalu yang membuatnya cukup merasa ketakutan. Asisten pribadi dari tuan muda Regha Tanjung, Sam adalah pria yang bertahun-tahun lalu berhasil merenggut seluruh kebahagiaannya. Pria yang paling ia hindari kini justru muncul tanpa diduga-duga Dihadapannya.
***
“ nona tunggu, barang anda terjatuh,” asisten Sam berusaha mengejar wanita aneh yang ia temui diperesmian galeri seni dipusat kota. Asisten Sam ditugaskan untuk mewakili Regha diacara ini, tentu saja karena pria itu harus menemani sang istri untuk bertemu dengan teman lamanya. Namun sialnya malah bertemu gadis aneh yang tanpa sengaja menabraknya dan melarikan diri begitu saja. Sungguh semua wanita itu sama saja, mereka semua sama menyusahkannya.
***
Mobil yang melaju kini terpaksa berbalik arah karena Pembatalan temu yang mendadak, akhirnya Riana memutuskan mengajak Regha untuk ke pusat perbelanjaan yang tentu saja sebenarnya tidak lain dan tidak bukan adalah milik Tanjung grup.
“Sayang aku hanya ingin berbelanja beberapa barang saja, kau tidak perlu mengosongkan mall seperti ini,” protes Riana karena suami vilanya ini sudah memulai beraksi lagi dengan tingkah kekanakannya.
“Tidak Ina, aku tidak ingin orang-orang itu melihat istriku lagi sekarang. Setelah semua komentar jahat mereka kemarin, aku tidak akan membiarkan mereka menginjak bangunanku saat aku ada,” Menjawab dengan mencibir sehingga suaranya bergema hingga setiap sudut bangunan itu.
“Kalau begitu sama saja kau memiskinkan diri sendiri,”
“Tidak akan aku akan membuat semua barang disini habis terbeli olehmu, kau tenang saja sayang suamimu ini sangatlah cerdas,”mengangkat wajahnya tinggi keatas.
(Serahnya ajaklah yah:))
“ dari mana sebenarnya aku menemukan suami seperti dirimu, benar-benar sangat hebat sekali,” memutar matanya malas, kemudian mendahului Regha yang masih dengan wajah terangkat keatas.
“Sayang lihat baju ini sangat lucu bukan,” melihatkan sepasang baju kepada Regha.
“ biasa saja, semua pakaian disini tidak ada yang cocok untukmu sayang. Begini saja aku akan menyuruh Sam untuk membuat model yang sama dengan kualitas yang jauh lebih bagus lagi oke,”
__ADS_1
Riana merenggut, padahal baju itu sedang diskon besar. Sebenarnya dia tidak terlalu menginginkan bajunya tapi diskonya 90 persennya.