Istri Kecil Sang Miliyader 1

Istri Kecil Sang Miliyader 1
Pernikahan


__ADS_3

" Aku mencintaimu Tina menikahlah denganku," ucapan Pria itu begitu tenang dan membuat jantungnya berhenti berdetak sesaat.


Tina bungkam seribu bahasa, pria ini benar-benar sangat lihai dalam mempermainkan emosi seseorang.


" Menikahlah denganku, akan ku buat kau bahagia. Mari sama-sama memulai dan melupakan semua yang terjadi dimasa lalu," mengeluarkan sebuah kotak yang berisikan cincin bermahkotakan sebuah berlian.


Tina masih bingung untuk memberikan responnya haruskah dia menerima atau menolak lamaran ini lagi. Kali ini pria ini tampak sangat serius bahkan dengan mengatakan cinta dan membawa sebuah cincin.


Tanpa ingin menolak sedikitpun Tinapun mengangguk, hatinya tidak bisa berbohong baik dulu maupun sekarang hanya pria ini sajalah yang selalu mengisi hati dan fikirannya. Meski terjadi kesalah pahaman besar dan membuat seluruh hidupnya berubah tak sedetikpun Tina bisa benar-benar membenci dan melupakan sosok Sam.


" Jika kau menolak lagi aku tidak akan menyerah, aku akan terus melamarmu sampai kau mau mengatakan iya," asisten Sam menjawab cepat ketika Tina ingin mengeluarkan suara.


" Aku tidak menolaknya," nadanya sedikit tinggi, karena merasa terintimidasi oleh pria dihadapannya.


Asisten membungkam mulutnya lagi, benarkah ini. Haruskah dia melompat kedalam danau sekarang juga untuk membuktikan kebenarannya.


" Hah aku mencintaimu Tina terimakasih sudah mau percaya padaku," memakaikan cincin itu tepat dijari manis sang pujaan hati.


" Ayo pulang dan kita langsung menikah," asisten Sam menarik tangan Tina, seolah tidak sanggup lagi membendung kebahagiaannya.


" Tunggu dulu, menikah itu tidak mudah banyak yang harus dipersiapkan. Aku tidak mau menikah tanpa persiapa dan akhirnya malah menyesal nantinya," menahan tangan pria itu kuat.


" Siapa bilang, aku sudah mempersiapkan semuanya. Kau hanya perlu berjalan ke altar dan mengucapkan janji suci bersamaku," membopong tubuh mungil Tina kedalam mobilnya.


***


Tak butuh waktu lama, pernikahan itu benar-benar terjadi setelah sepasang kekasih itu sampai ke kota asal mereka.


Asisten Sam tidak ingin membuang waktu lagi, tidak baik mengambil resiko terlebih lagi ada wanita penggoda disekitarnya.


" Tina kau jangan lari mengerti," mempererat genggaman tangannya kepada sang mempelai wanita.

__ADS_1


Regha dan Riana juga ada disana, bahkan Riana masih sangat terkejut ketika mengetahui asisten dari suaminya akan menikah dengan sahabatnya sendiri.


" Kisah mereka benar-benar sangat aneh, pertama kali mereka bertemu dulu Tina seperti melihat sosok hantu saja," Riana bergumam ketika menyaksikan meriahnya pesta pernikahan itu.


" Itu bukan pertemuan pertama mereka Ina, kisah mereka sudah dimulai bahkan sebelum aku mengenal Sam," Regha yang senantiasa melingkarkan tangannya di perut sang istri angkat bicara.


" Apa yang kau tahu, ceritakan semuanya padaku sayang," menatap wajah sang suami yang kini dengan mudahnya tersenyum didepan umum tidak seperti dulu.


" Tidak baik bicara disini, aku akan menceritakannya dirumah yah," mengecup kening Riana sekilas lalu kembali fokus ke pengucapan janji suci kedua mempelai diatas altar pernikahan itu.


***


Carly meremas kedua tangannya, melihat sosok pria yang seharusnya menjadi miliknya itu malah berdiri bersama wanita lain diatas pelaminan.


Apakah dirinya akan menyerah sekarang?, setelah usahanya selama berbulan-bulan lamanya apakah dia harus menyerahkan pria yang dicintai untuk wanita lain.


" Aku tidak boleh menyerah, masih ada harapan. Jika aku menyingkirkan duri itu selamanya maka pasti aku akan memiliki asisten Sam," merepat ujung gaun putihnya.


***


" Kau ingin gaun seperti itu, aku akan menyuruh perancang terbaik untuk membuatkan gaun paling indah untukmu,"


Riana mendengus, dia juga ingin merasakan berjalan di altar pernikahan. Melihat sang pujaan hati yang menunggu untuk mengucapkan janji suci didepan sana.


Tapi lihatlah dia bahkan menikah sebelum lulus sekolah, bahkan pernikahan itu dulunya dirahasiakan dan ditutup rapat-rapat. Pernikahan yang dilandaskan hitam diatas putih, dan bahkan kini sudah mengandung anak dari pria itu.


" Lupakan saja sayang, sebelum gaun itu jadi tubuhku akan semakin membesar dan akhirnya aku tidak akan bisa memakainya. Lagi pula untuk apa memakai gaun indah dihari yang biasa semuanya tidak akan ada artinya bukan," Riana bergumam sedih.


Regha tersenyum, sebuah kejutan sudah ia siapkan untuk sang istri. Biarlah wanitanya ini merasa kecewa sekarang.


"Sam meski kau menikah sekarang, tapi jangan pernah melupakan janji keluarga kita pada keluarga Tanjung. Kau harus memenuhi tanggung jawabku dan mementingkan tuan mudamu diatas segalanya," Seperti biasanya sosok itu tetap saja berpegang teguh akan pendiriannya, bahkan dirinya tak pernah menganggap putranya lebhh dari dirinya menganggap sosok Regha.

__ADS_1


" Paman itu tidak benar, Regha sudah dewasa dan bisa mengurus segalanya sendiri. Biarkan Sam menikmati cintanya juga, aku tidak ingin mengikatnya lagi dengan sumpah keluarga," Regha datang bersama sang istri di sampingnya.


" Tina menghampiri Riana yang tersenyum lebar padanya,"


" Lihatlah sekarang kita menjadi keluarga, dan kau asisten Sam awas saja kau menyakiti sahabatku aku pasti akan memberimu pelajaran," menatap asisten Sam dengan tatapan tajam.


Pria itu hanya menundukkan kepalanya sekali, andai saja Riana sudah tahu bagaimana dulu karena pria itu Tina harus menanggung rasa malu dan pergi jauh dari keluarganya. Sudah pasti dirinya tidak akan membiarkan pernikahan ini terjadi.


Semuanya berjalan lancar hari itu, kini sebuah ikatan baru sudah terbentuk. Setelah lamanya penantian akhirnya asisten Sam bisa memiliki sosok Tina sebagai istrinya, berharap kedepannya tidak akan ada penyesalan antara mereka.


***


Riana dan Regha memutuskan untuk tidak kembali kerumah mereka hari ini, memilih untuk menghabiskan waktu bersama di bangunan yang menjulang tinggi itu, tempat yang sama dimana pesta pernikahan digelar sebelumnya.


Malam itu mereka menghabiskan waktu bagai pasangan pengantin baru, sepanjang malam saling bergelut manja menyalurkan kasih sayang satu sama lain.


Semilir angin malam membawa kata cinta mereka memenuhi ruangan kamar luas yang khusus untuk presedir mereka.


Menghabiskan malam yang lebih panas dari pada kedua pasangan baru dilantai lain hotel ini.


***


Tina membaringkan tubuhnya kekasur, remuk rasanya memakai gaun pernikahan seberat satu manusia ini.


" Tina, ahh tidak maksudku sayang apakah kau ingin mewujudkan kesalahpahaman dimasa lalu sekarang," Asisten menggoda membuat sebuah timpukan bantal mendarat tepat diwajahnya.


" berhentilah menggoda kau tidak cocok banyak bicara, kemana asisten Sam yang beberapa bulan lalu terus saja menyuruhku pergi dari hadapannya, pria dingin yang bahkan tidak mengenaliku,"


" Aku bukanlah pria itu Tina, aku adalah Sammu. Aku adalah pria yang dulu selalu berhasil membuatmu tertawa, aku bukanlah asisten Sam yang kejam dan hanya menuruti tuannya itu. Jika bersamamu aku hanya akan menjadi Sam saja bukan asisten pribadi dari Tuan Regha Tanjung mengerti," tangannya kini sudah mulai membelai seluruh tubuh sang istri, menciptakan aliran listrik diseluruh tubuh Tina.


Malam itu mereka benar-benar mewujudkan kesalahpahaman dimasa lalu menjadi nyata, menjadi satu untuk meresmikan hubungan mereka.

__ADS_1


__ADS_2