
Maafkan authornyang lama gak up, author lagi kehilangan inspirasi. Jadi enjoy aja yah
setelah kepergian Carly, Riana tertegun ditempatnya. Gadis itu sangat tidak tahu malu sepertinya, sikapnya berkebalikan tiga ratus enam puluh derajat dengan asisten Sam. Entah kenapa Regha sempat berfikir untuk menjodohkan asistennya dengan wanita seperti Carly.
***
Riana menunggu suaminya kembali dari kantor, dirinya sudah memberitahu Regha untuk membawa asisten Sam juga kerumah. Meski dirinya tidak terlalu suka dengan kepribadian Carly yang terkesan blak-blakan dan tidak tahu malu tapi janji tetaplah janji. Dirinya sudah berjanji untuk membantu gadis itu sekali lagi mencari pekerjaan.
"Asisten Sam," setelah memastikan sang suami masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, Riana mengambil kesempatan untuk bicara berdua dengan asisten Regha tersebut.
" Nona saya dengar jika nona Carly datang kesini tadi, apakah dia mengatakan hal yang kurang mengenakkan," asisten Sam tampak sudah tau dari pengawal didepan.
semua pekerja dibawah kendali Regha itu sangat bermulut besar dan tidak bisa menjaga rahasia keculai rahasia tuan mudanya sendiri. Yang lain hanya dijadikan sampah. Geram Riana dalam hati.
" Asisten Sam berikan saja dia pekerjaan, aku rasa Carly benar-benar membutuhkan itu sekarang. Tapi kau tenang saja aku mendukungmu seratus persen jika kau menolak gadis itu," menepuk bahu pria tambun itu dengan sedikit kuat.
" Nona bukankah Anda yang dulu bersikeras untuk menolong gadis itu, bahkan anda rela untuk tidak mendapatkan donor jantung karenanya," Pukulan Riana itu sama sekali tak berpengaruh padanya, bahkan semut saja bisa melakukan lebih baik dari pada gadis ini.
" Yah itu adalah dua hal berbeda, jiwa kemanusiaanku sangat tinggi. Sudahlah intinya kau harus segara memberinya pekerjaan, dan jangan memberi tahu tuanmu tentang masalah ini atau dia akan marah lagi nantinya," kali ini jari telunjuknya lah yang beraksi.
" Apa yang tidak boleh diberitahukan kepadaku Ina," Regha datang dengan tatapan menginterogasinya.
" tidak sayang, aku hanya meminta asisten Sam untuk membelikan ku beberapa camilan karena Selly sedang tidak ada disini, aku tidak ingin kau marah jika tau. Benarkan asisten Sam," matanya berbalik menatap tajam pria yang kini berdiri dibelakang Regha.
" Saya permisi tuan muda,"
__ADS_1
Bukannya membantu pria itu malah pergi begitu saja, benar-benar pria menyebalkan didunia.
" Sayang kau tidak marah kan, aku hanya ingin sedikit merasakan makanan yang tidak biasanya," bergelayut dilengan sang suami.
" Ina undang teman-temanmu, dan bersenang-senanglah dirumah. Aku tau kau bosan bukan, mama datanh kekantor dan memarahiku tadi karena membiarkan menantunya merasa bosan dirumah sendirian,"
Mata Riana berbinar, mama mertuanya adalah yang terbaik didunia.
***
Dan akhir pekan Riana mengundang, Tina dan juga Carly untuk menghabiskan waktu bersama ditaman belakang rumah. Kenapa harus ada Carly, karena tanpa sengaja Riana bertemu dengan gadis itu didepan rumahnya lagi pagi tadi.
" Selly ayo bergabunglah dengan kami hari ini, apa kau tidak lelah dengan pekerjaanmu itu. Mumpung Regha mengizinkanku untuk bersenang-senang hari ini jadi mari buat waktu untuk para gadis sekarang,"
Riana menyodorkan baju yang tidak pernah sama sekali terfikirkan untuk digunakan oleh gadis bernama Selly itu, sebuah gaun santay dengan bentuk feminim.
Bahkan kini hawa dingin sudah merasuk kedalam kulit Riana hingga menusuk tulang sumsumnya ketika Carly asisten Sam dan Tina salinh berpandangan satu sama lain.
" Nona saya datang dengan membawa pesan dari tuan Regha agar anda tidak telat untuk meminum obat dan jangan sampai kelelahan. Tuan muda tidak bisa menghubungi anda karena sedang berada dalam rapat penting," pria itu angkat bicara, bahkan dirinya tidak memperdulikan kedua gadis yang kini sedang menatapnya dengan tatapan yang tak terbaca.
Apa ini, apakah akan ada cinta segitiga disini. Tapi kenapa Tina juga harus ikut-ikutan dalam hal ini, apakah dia juga menyukai pria dingin nan menyebalkan ini. Gumam Riana dengan mengedarkan pandangannya kepada dua gadis itu.
" asisten Sam, bagaimana kabarmu. Kau sudah mendapatkan pekerjaan yang tepat untukku," Carly memilih mengambil langkah untuk bergerak lebih dekat dengan pria yang menurut Riana sangat menyeramkan itu.
" Maaf nona, saya rasa tidak baik untuk membahas hal itu sekarang. Akan saya kabari lagi nanti," Asisten Sam memundurkan langkahnya untuk sedikit memberi jarak.
__ADS_1
Sementara itu Tina sedikit menyunggingkan senyum, seolah mengejek Sam.
" Nona Tina menurut saya tidak ada yang perlu ditertawakan saat ini," pria ini justru berjalan semakin dekat kearah Tina, meninggalkan Carly yang menatap bingung interaksi kedua orang yang sepertinya akan segera menciptakan perang dunia ketiga jika tidak segera dihentikan.
" Tuan Sam, sepertinya anda salah paham disini, lagi pula tertawa adalah hak setiap manusia. Negara kita punya ketetapan bebas berekspresi jadi kau tidak bisa mengaturku," Tina yang memang sedang memanggang dagingpun beejingkak sedikit menjauh dari pria itu.
" Bukankah Anda lama tinggal diluar negeri nona, cukup hebat untuk mengetahui kebijakan Negera sendiri bukan," mencondongkan tubuhnya semakin dekat kearah Tina.
Riana yang melihat itupun hanya membulatkan matanya, apa yang sebenarnya terjadi disini. Dirinya hanya ingin menikmati hari ini dengan girls time bukannya menyaksikan perang dunia ketiga yang akan segera meletus ini.
" Nona muda sebaiknya anda masuk lebih dulu, jika tuan muda tau anda melihat hal tidak mengenakkan ini maka semua orang termasuk teman anda juga akan terkena dampaknya," Selly membisikkan sesuatu keRiana yang kini masih terpaku ditempatnya menatap dengan bingung ketiga orang yang kini terlibat kedalam sebuah drama.
"Tapi bukankah kita harus menghentikannya, Carly adalah tipe gadis yang berambisi. Aku tidak mungkin membiarkan temanku terlibat dalam hal semcam ini lagi," balas Riana tidak mau kalah.
" Percaya saja pada asisten Sam, dia tidak akan berani berbuat sesuatu hal yang akan menimbulkan kericuhan dirumah ini,"
Bagaimana aku bisa percaya, dia bahkan menyeret dua gadis sekaligus.
Riana yang membenarkan ucapan Selly akhirnya menurut dan kembali kedalam kamarnya lebih dulu sebelum ada keributan disana.
Dan benar saja setelah kepergian Riana, tiga orang itu tampak sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing lagi.
" Nona Riana bilang sedang tidak enak badan, jadi bisakah mengakhirinya sampai disini saja," Sellyencoba menengahi.
" Aku akan mengantarmu," menggenggam tangan Tina.
__ADS_1
" Asisten Sam bukankah sekarang saatnya untuk kita bicara masalah lamaran pekerjaan untukku kau sudah berjanji untul membantuku bukan," Carli menambahi dan menggenggam lengan lain dari pria itu.
Untuk pertama kalinya aku melihat asisten Sam terlibat dengan dua gadis sekaligus seperti ini. Biasanya yang menempel padanya dulu adalah seorang gadis yang habis dicampakkan oleh Regha dan akhirnya berusaha mencuri perhatiannya juga, tapi kini sepertinya jauh berbeda dari biasanya. Kini Selly lah yang bermonolog dengan dirinya sendiri.