Istri Kecil Sang Miliyader 1

Istri Kecil Sang Miliyader 1
Mobil baru


__ADS_3

Happy reading all


Entah apa lagi yang akan direncanakan Regha sekarang, kemarin pria itu melarang keras dirinya untuk melangkah keluar dari pintu utama rumah. Sekarang dirinya disuruh pergi dengan seorang pria yang tidak kalah menyebalkan darinya itu.


" Asisten Sam bukankah sudah lama kita tidak bicara dari hati kehati seperti ini," gumam Riana yang merasa bosan.


" Nona, harap jaga ucapan anda karena telingag tuan Regha berada dimana-mana,"


Riana memicingkan matanya lalu kembali mengalihkan pandangannya keluar kaca mobil.


" Kita akan pergi kemana sebenarnya," melirik jalanan yang cukup padat itu.


" shorum mobil milik perusahaan Tanjung," menjawab pertanyaan yang sebenarnya tidak ia jawab juga tidak masalah.


" Tapi untuk apa kita pergi kesana,"


" Membeli ikan bakar untuk hidangan makan malam nanti,"


" Hahahahaha... Riana tertawa sangat keras, wahhh ternyata orang sekaku dan sekolot dirimh memiliki selera humor yang bagus yah,"


Sungguh kata-katamu itu nona muda menyerang hingga ke urat nadi. Antara memuji dengan menyindir.


" Kalau begitu saya rasa otak nona sudah mulai membaik sekarang, karena masih berfikir jika saya tidak mengatakan yang sebenarnya," melirik sekilas wajah Riana yang tampak terbungkam seribu bahasa.


Pria ini ngomong apa sih, dasar manusi kolot. Siapa yang masih menggunakan kata saya dan anda dengan orang yang lebih muda dijaman sekrang ini. Gumam Riana.


Sebenarnya asisten Sam berniat menyinggung balik Riana, tapi apa lah daya kapasitas untuk daya serap di otak gadis itu tidak mumpuni.


***


Begitu mobil mewah yang terparkir didepan sebuah bangunan yang didalamnya penuh denga. mobil-mobil keluaran terbaru dan tentunya akan membuat siapapun akan tergoda melihatnya.


" Selamat datang tuan Sam," seorang wanita berambut pendek menyapa mereka dengan ramah.


" Apakah kalian sudah mempersiapkan tour ini dengan baik, karena nona muda Tanjung lah yang akan menilai kinerja kalian kali ini," Menunjuk Riana.


" Apa, siapa, aku?," menunjuk dirinya juga.


" Selamat datang nona Riana, kami sudah banyak mendengar tentang anda. Dan senang bertemu dengan nona muda Tanjung,"


Riana hanya tersenyum canggung, lalu menatap pria yang membawanya ketempat ini.


" Asisten Sam bisakah aku bicara kepadamu sebentar," berbisik kepada asisten Regha itu.


" Tentu nona mari," mempersilahkan Riana berjalan didepannya.


" Apa lagi yang direncanakan tuan mudamu itu,"


" Tuan muda tidak bisa mengikuti tour ini jadi beliau mempercayakannya kepada anda,"


" Tapi kenapa tidak kau saja hah," kesal Riana, mana dia tidak tau apa yang harus dia lakukan nanti.

__ADS_1


" Hanya perhatikan dan ingat semuanya dengan baik, karena tuan Regha pasti akan menanyakan hal ini nanti kepada anda,"


Riana ingin protes lagi tapi pria itu keburu pergi karena ada panggilan telfon.


" Dasar asisten dengan tuannya sama saja, kenapa aku harus dipertemukan dengan dua orang seperti mereka sih," gerutu Riana kesal.


" Nona muda, apakah tour ini sudah bisa dimulai," tanya wanita yang tadi menyapanya.


" Yah tentu saja, memangnya apa lagi yang bisa aku lakukan selain mengikuti perintah tuan mu itu," berbicara sangat pelan hingga bahkan suaranya kalah dengan suara angin disana.


Riana berjalan mengikuti wanita tadi yang entah membicarakan soal apa, otak Riana sama sekali tidak nyangkut dengan ini semua.


" Ini adalah model terbaru sekaligus model andalan yang kami miliki disini,"


" Yah baiklah itu bagus," hanya mengangguk sekilas.


Riana berkeliling bangunan itu, melihat satu-persatu mobil yang terpajang.


"Bagaimana," Tiba-tiba saja suara yang sangat-sangat tidak asing bagi Riana muncul dengan tiba-tiba.


Semua orang langsung menunduk hormat begitu mengetahui kedatangan presedir utama Tanjung grup itu.


" Selamat datang tuan Regha," menunduk dengan hormat.


Kenapa aku seperti merasa masuk kedalam jebakan pria ini lagi. Menatap kearah Regha yang semakin mendekat kearahnya.


" Bagaimana kau suka yang mana," tanya Regha.


Riana bahkan tidak memperhatikan sedikitpun apa yang dikatakan oleh wanita tadi dan kini Regha tiba-tiba saja bertanya tanpa konfirmasi terlebih dahulu.


" Maafkan saya tuan muda, tapi sepertinya nona Riana menyukai semua model,"


" Benar begitu, ternyata seleramu bagus juga," mencolek dagu Riana.


" Yah semuanya sangat bagus bukan,"


Jawab saja iya Riana, entah apa yang mereka maksudkan sebenarnya.


" Aku mengambil semua model yang dipilih oleh Riana, dan pastikan semua mobil itu harus berada dihalaman rumahku besok pagi pukul enam," perintah Regha yang membuat Riana membulatkan matanya terkejut.


" APA!!!," matanya masih membulat, pria ini pasti sudah gila kan.


" Ada apa, apa ada lagi model yang kau inginkan,"


" Sayang kenapa kau ingin membuat dirimu sendiri bangkrut dan membuat tempat ini semakin kaya saja," ucap Riana polos.


" Ini adalah milikku jadi aku bebas dong, dan yah tentu saja sekarang ini adalah milikmu juga," mengangkat kedua alisnya bergantian.


Terserah, intinya jangan ditanya orang kaya mah bebas.


" Kalau begitu akan kami siapkan semuanya tuan muda,"

__ADS_1


" Tidak jangan, kami tidak akan mengambil mobil apapun,"


" Bukankah kita harus membeli mobil baru untukmu,'


" Dirumahmu saja masih banyak sekali mobil sayang, itu semua sudah cukup yah,"


" Tapikan,"


" Sayang," memasang wajah memelasnya lagi yang sudah dapat dipastikan Regha akan langsung luluh.


Masa bodo dengan pandangan orang lain disana yang mungkin saja merasa jijik dengan tingkah manja Riana itu, yang jelas dia lakukan itu untuk membuat tempat ini berjalan sebagaimana fungsinya.


" Kau dengar, pilihkan mobil keluaran paling terbaru dan terbaik disini untuk istriku ini,"


" Baik tuan muda,"


" Sayang aku bilangkan tidak perlu, jangan membuang-buang uangmu,"


" Sudahkan ayo pulang," menarik tangan Riana tanpa ingin membalas kata-kata gadis itu.


***


Regha kali ini terlihat kesal, mungkin dia masih kesal karena Riana melarangnya untuk membeli semua mobil disana tadi.


" Sayang kau marah,"


" Kenapa kau melarangku membeli semua itu, lagi pula uangku akan cukup,'


*Ya yah terserah anda saja tuan muda.


" Bukan begitu sayang, hanya saja mobil sebanyak itu tidak akan berguna. Lebih baik kau gunakan uangmu itu untuk menjalankan tugas kemanusiaan,"


" Aku sudah menjalankan tugas kemanusiaan dengan memberikan haknu sebagai istrimu diatas ranjang,"


Ohh sungguh persetan dengan otak mesum pria yang satu ini*.


" Sayang bukan itu maksudku,"


" Lalu," sibuk mengotak-atik ponselnya.


" Tidak lupakan saja lah," kesal karena merasa Regha tidak menghiraukannya.


" Kau marah,"


" Tentu saja tidak bagaimana bisa aku marah pada suamiku yang tampan sejagat raya ini," Menacari jalan aman, dengan memuji maka anda akan selamat.


Terdengar kekehan kecil dari bangku kemudi depan, siapa lagi jika bukan asisten Sam yang sudah pasti menertawakan kekonyolan kedua orang itu.


" Kenapa kau tertawa hah," kesal Riana.


Regha dengan cepat menarik Riana agar bersender lagi dibahunya, diam dan tidurlah sebentar agar mulutmu itu tidak lelah nantinya.

__ADS_1


Semoga saja mereka selalu seperti ini untuk selamanya, dan semoga anda tidak pernah pergi dari sisi tuan Regha nona Riana. Ehh tapi bagaimana kabar dari gadis itu sekarang, sudah berapa lama aku tidak melihatnya. Kini asisten Sam yang bergumam dalam hati.


__ADS_2