Istri Kecil Sang Miliyader 1

Istri Kecil Sang Miliyader 1
Carly si gadis blak-blakan


__ADS_3

oke sebelum baca, author butuh pendapat kalian semua. Mungkin kalau banyak yang tertarik dengan cerita kisah cinta asisten Sam author bakalan buatin ceritanya sendiri, yang lebih rinci dan terpisah dari kisah ini. So happy reading all


" Sam apa yang kau lakukan disini, apakah kau tidak bekerja?. Dimana Regha, hari ini dia libur bukan?," Papa Regha bertanya kepada pria muda yang hampir seumuran dengan putranya itu.


"Tuan besar, tuan dan nona muda sedang menghabiskan hari di taman kota. Nona muda meminta agar tidak satupun dari kami mengikuti kegiatan mereka hari ini," ucap pria itu dengan kepala yang senantiasa menunduk hormat.


" Sam seharusnya kau tidak lalai seperti ini, kau taukan tuan muda adalah orang yang penting. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada mereka," kini ayah dari pria itu lah yang angkat bicara.


" Sudahlah jangan terlalu membebankan semua itu kepada putramu, Regha ingin bersama dengan istrinya itu tidak salah sama sekali bukan," menepuk bahu asisten Sam lalu segera berlalu dari sana.


Pria itu hanya menghembuskan nafasnya lega setelah kepergian dua orang penting itu. satunya adalah papa Regha sekaligus salah satu orang terpenting di grup Tanjung, sedangkan yang lainnya adalah ayahnya sendiri. Pria yang entah apakah menganggapnya sebagai putra ataupun tidak.


Dengan langkah ragu akhirnya Asisten Sam memutuskan kembali kekediaman ya saja, hari juga sudah menjelang sore tidak ada gunanya ia terus berjalan seperti seorang gelandangan elit seperti ini.


***


Matahari kembali terbit dari ufuk timur, menampakkan sinarnya dengan ragu-ragu. kicauan burung dan beberapa serangga pagi hari memaksa sang Surya untuk naik lebih tinggi lagi menghiasi langit kosong dan hampa Dimata manusia.


Riana hanya menggelindingkan tubuhnya malas diatas kasur, hari ini seharusnya dia tidak pergi kemanapun. Tidak punya agenda apapun dan tidak punya orang yang bisa diajak mengobrol. Bahkan suaminya saja sudah sibuk bekerja sejak pagi tadi.


" Riana apakah hidupmu memang semenyedihkan ini," menendangkan kedua kakinya keudara dengan kesal.


Tidak ada yang menarik untuk dilakukan, bahkan aktifitas yang biasanya Riana lakukan kini tidak bisa dia lakukan lagi. Seperti bermain musik dan bernyanyi suaminya melarang keras untuk melakukan hal itu entah alasan Regha dapat diterima naluri apa tidak tapi pria itu tidak ingin membuat istrinya menjadi perhatian publik karena bakatnya. Bukan hanya sebatas itu saja suaminya juga melarang penuh Riana untuk berkebun karena takut dirinya tertusuk duri dan lukan lainnya, Riana juga dilarang memasak karena takut api di kompor akan merusak kulitnya, tidak boleh berbincang dan dekat dengan orang lain terutama kaum pria.

__ADS_1


Sungguh semua peraturan dari Regha membuat Riana merasakan sesak yang teramat besar. Dirinya hanya boleh keluar dari rumah saat bersama dengan Regha. Meski dirinya tahu bahwa Regha melakukan itu semua demi kebaikannya namun tetap saja rasanya sangat memuakkan ketika dirinya dikekang sekeras ini.


"Nona anda ingin pergi kemana?," seorang pelayan bertanya kepada Riana yang tampak berada diambang pintu.


" Aku ingin mencari oksigen, dirumah ini oksigennya sudah semakin menipis rasanya," berlalu pergi begitu saja.


Pelayan itu menarik nafas mencoba memastikan hal yang dikatakan nonanya barusan. Apakah yang dihirupnya ini bukan oksigen yang sebenarnya, apakah oksigen orang kaya berbeda. Itu yang terngiang-ngiang beberapa saat dalam benaknya.


Riana berkeliling dihalaman depan rumah, tak jarang dirinya bertemu dengan beberapa penjaga yang berlalu lalang di sana.


" Nona muda maaf tapi tuan muda melarang keras untuk anda berada disini, tuan muda mengatakan dengan tegas bahwa kami harus berjaga jarak dengan anda sedikitnya 5 meter," salah satu penjaga yang ada disana lagi-lagi mengingatkan sebuah batasan yang tidak boleh dilanggar.


" Aku hanya ingin mencari udara apakah tidak boleh, aku juga tidak akan keluar dari gerbang rumah ini tenang saja," memutar matanya malas.


" Nona muda," semua orang yang ada disana langsung menundukkan kepala mereka begitu melihat kehadiran tidak terduga dari nona mudanya. Kecuali seorang wanita yang hanya terpaku ditempatnya.


" Apa yang kalian perdebatkan sebenarnya, suara kalian itu bisa menembus hingga kedimensi lain," protes Riana sambil mengedarkan pandangannya kepada para penjaga pria yang bahkan untuk mengangkat wajahnya guna menatap nona mudanya saja tidak berani.


" Gadis ini terus berdiri didepan gerbang, begitu kami tanyakan apa yang dia inginkan malah tidak menjawab apapun," seorang penjaga disana memberanikan diri menjawab.


Riana menatap gadis itu sesaat, sepertinya dari penampilannya tidak asing.


"Anda nona Riana benar buka?," jerit wanita itu histeris.

__ADS_1


Riana bahkan terperanjat dari tempatnya, dan para penjaga langsung mengambil posisi untuk melindungi sang nona dari gadis yang dianggap sebuah ancaman itu.


"Aku Carly, gadis yang berkat kebaikan hatimu akhirnya bisa terselamatkan," menunjuk dirinya sendiri.


Jadi dialah Carly, tapi untuk apa gadis ini berdiri di depan gerbang rumahnya seperti itu hingga para penjaga harus mengusirnya paksa.


Riana mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih lanjut, lebih baik membiarkan dulu gadis itu masuk sebelum para pria disini melakukan sesuatu yang akan membuat Riana terkena masalah.


" Jadi Carly apa yang membawamu kemari," tanya Riana setelah mempersilahkan gadis itu untuk duduk di bangku halaman depan, karena tanpa sepersetujuan dari Regha tidak ada orang asing yang boleh memasuki rumah utama.


" Saya datang hanya untuk mengucapkan terimakasih lagi nona, jika saat itu anda benar-benar menyetujui donor jantung itu maka mungkin sekarang saya tidak akan ada disini," jelas gadis itu sambil tersenyum ramah.


Riana bahkan tidak bisa menjelaskan alasannya untuk menyelamatkan nyawa gadis ini, saat itu hatinya tiba-tiba saja tergerak begitu melihat sosok ibu yang menangisi nasib putrinya hanya sesederhana itu tidak ada alasan lain yang berlebih.


"Tidak masalah, tapi aku sarankan agar kau jangan melakukan itu lagi. Karena semua orang disini tidak ada yang kenal bulu, mereka akan langsung membantai begitu saja tanpa sebuah peringatan," sedikit berbisik agar para orang yang ada disekitarnya tidak mendengar jelas.


"Maaf nona sebenarnya saya kesini juga ingin mencari asisten Sam, saya tidak diizinkan untuk masuk kedalam kantor lagi. Dan pria itu terus saja menghindar sekarang," Luar biasa sekali gadis ini, dia tanpa ragu sedikitpun menyatakan perasaannya sebenarnya bahkan terang-terangan mencari asisten Sam disini dikediaman seorang Regha Tanjung.


" Aku akan menyampaikan pesanmu itu kepadanya nanti, akan kusuruh dia menemui dirimu," tersenyum ramah.


"Bisakah saya minta tolong satu hal lagi," apa gadis ini tidak tahu siapa yang sedang diajaknya mengobrol saat ini, bahkan dengan tidak tahu dirinya meminta Riana untuk menyampaikan pesannya.


"tolong katakan kepada asisten Sam juga jika aku benar-benar membutuhkan pekerjaan saat ini. Apa saja boleh sebagai imbalannya tapi aku harus mendapatkan pekerjaan sesegara mungkin," gadis itu menambahkan lagi.

__ADS_1


__ADS_2