Istri Kecil Sang Miliyader 1

Istri Kecil Sang Miliyader 1
Baikan


__ADS_3

Happy reading all🌹🌹


Regha membuka matanya lebih dulu, dia tersenyum karena melihat Riana yang tidur tepat disampingnya.


" Maaf tapi hanya ini saja yang bisa aku lakukan sebagai upaya terakhirku untuk mengikatmu tetap berada di sisiku," mengecup kening Riana sebentar.


***


Riana membuka matanya perlahan, melihat sosok Regha yang masih tertidur sambil memeluk tubuhnya erat.


Riana menarik nafasnya dalam, kemudian segera masuk kedalam kamar mandi.


Disaat Riana sedang asik memilih pakaian untuk ia kenakan, sepasang tangan kekar memeluknya dari belakang. Siapa lagi jika bukan Regha.


" Apakah kau marah kepadaku lagi karena kejadian semalam," bisik Regha sambil menenggelamkan wajahnya di cekukan leher istrinya.


" Apa yang kau lakukan menjauhlah, aku harus pergi,"


" Pergi, kau ingin pergi kemana hah," dengan segera membalik tubuh Riana menghadapnya.


" Aku hanya akan bertemu dengan mama, hari ini juga Vivi akan kembali dari rumah paman dan bibik jadi aku harus menjemputnya," memberitahu Regha tujuannya.


" Kau tidak akan pergi meninggalkanku kan, kau tidak akan melakukan hal itu bukan," menatap mata Riana lagi.


" Selama kau masih mengikatku dalam hubungan kontrak itu, aku tidak akan bisa pergi kemanapun bukannya, itu perjanjian awalnya jadi aku harus tau diri juga bukan," melangkah masuk lagi kedalam kamar mandi meninggalkan Regha yang masih diam seribu bahasa.


" Apakah dia benar-benar ingin mengakhiri ini," gumam Regha pelan.


***


Riana berjalan berdampingan dengan mama mertuanya, mereka terlihat asik mengobrol hal ringan.


" Riana bagaimana jika kita beli semua ini untuk adikmu, dia akan tinggal bersama dengan mama dan papa saja agar tidak mengganggumu dan juga Regha,"


" Mah, Riana rasa kita harus menghentikan ini semua. Bagaimana jika Regha semakin tertekan nantinya," ucap Riana.


" Berikan sedikit lagi waktu sayang, buat dia menyesal hingga dia tidak akan berani melakukan hal bodoh tu lagi," masih sibuk memilih pakaian yang akan diberikan untuk Vivi.


" Tapi semua ini juga kesalahan orang tuan Riana mah, Regha hanya menyampaikan kebenaran dan memberikan apa yang memang pantas didapat oleh mereka," jelas Riana.


" Riana sayang, mama tau kamu pasti capek kan bersandiwara terus dan bersikap dingin kepada Regha. Tapi ini semua demi kebaikan anak itu juga, dia terlalu keras kepala dan mementingkan egonya sendiri jadi kita lihat sampai kapan dia bisa bertahan,"


Riana sebenarnya sudah memaafkan Regha sejak lama, dia salah karena menganggap Regha sangat kejam, tanpa mempertimbangkan bahwa keputusan yang diambil oleh Regha itu juga demi kebaikannya.


" Mah Vivi akan tinggal bersama dengan ayah dan ibu saja, mereka sudah menyesali segala perbuatan mereka. Jadi Riana rasa kini saatnya Vivi mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya,"


" Kamu yakin sayang, bagaimana jika mereka melakukan sesuatu lagi kepada Vivi nantinya, biar Vivi mama saja yang merawatnya,"

__ADS_1


" Mah, Vivi selalu ingin mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya, jadi kita lihat saja dulu bagaimana ayah dan ibu menyesali semua perbuatan mereka,"


" Kamu memang gadis baik, jika mama jadi kamu belum tentu mama mau memaafkan mereka ataupun Regha yang sudah melakukan hal itu," mengusap kepala gadis yang belakangan ini sudah seperti putrinya sendiri.


" Semua orang memiliki kesempatan kedua mereka mah, dan Riana yakin Regha juga sudah menyesali semua perbuatannya," tersenyum manis.


***


Kedua orang tua Riana sudah meminta maaf dengan Riana, mereka sudah menyesali semua kesalahan mereka dan memohon ampun kepada Riana.


Semua kesalahpahaman juga sudah terselesaikan Vivi sudah bisa merasakan kasih sayang dari orang tuanya lagi, hanya saja pria besar yang terus saja memohon maaf itu masih merasa tertekan karena Riana masih bersikap dingin dan tidak perduli.


" Kau sudah pulang," Regha langsung berdiri dari duduknya begitu melihat Riana masuk kedalam kamar.


" Apa kau berharap agar aku tidak kembali lagi," masih bicara dengan nada dinginnya.


" Tidak bukan itu maksudku, aku hanya," ucapannya terpotong karena Riana lebih dulu berlalu masuk kedalam ruang ganti.


Regha hanya menunduk sedih, hatinya selalu terasa sakit ketika melihat pandangan mata Riana.


Apa aku harus melepaskannya juga, apa aku harus membiarkan dia pergi dariku seperti yang kakak lakukan. Bergumam dalam hati.


Sementara itu dikamar mandi Riana mengontrol nafasnya, dia sangat takut jika Regha akan marah atau melakukan hal yang tidak masuk akal karena sikapnya yang terkesan kurang ajar ini.


***


" Tunggu," ucap Regha yang menghentikan langkah Riana.


" Ada apa aku sangat lelah sekarang," ingin naik keatas kasur.


" Aku akan melepaskanmu,"


Riana terkejut dengan ucapan Regha barusan. Apa maksudnya melepaskan apakah Regha menyerah begitu saja sekarang.


" Ada apa, apa karena kau sudah bosan denganku," tanya Riana penasaran.


Regha menggeleng pelan, wajahnya tertunduk tidak berani menatap Riana.


" Mama benar, selama aku ada dalam hidupmu kau akan terus menderita,"


" Jadi," menunggu penjelasan lebih lanjut.


" Jadi aku setuju untuk mengakhiri semua, mari akhiri saja aku akan membatalkan semua kontrak ini tanpa membuatmu menanggung apapun," masih terus menunduk.


Riana dapat melihat jika Regha sedang menangis sambil tertunduk.


" Baiklah,"

__ADS_1


Regha mengangkat wajahnya yang sembab menatap Riana.


" Aku akan mengurusnya secepat mungkin, agar kau bisa bebas. Tapi bisakah aku memelukmu setidaknya untuk malam ini saja," menatap Riana dengan penuh harap.


" Itu tergantung," mengalihkan pandangannya, tidak sanggup menatap wajah sembab Regha.


" Tergantung apa, aku masih suamimu sekarang. Jadi bisakah aku memelukmu,"


" Kemarin kau bahkan menyerang ku tanpa meminta izin dulu, lalu kenapa sekarang kau malah meminta izin seperti itu,"


" Aku minta maaf, aku tidak bisa mengendalikan emosiku. A.. aku hanya takut kau akan meninggalkanku seperti kakakku dulu,"


" Dasar bodoh," gumam Riana pelan.


Regha menatap Riana lagi.


" Kau..," tidak sanggup mengatakan apapun.


" Aku tidak akan meninggalkanmu, aku sudah bilang bukan selama kau membutuhkanku aku tidak akan pergi, tidak salah seharusnya aku katakan bahkan jika kau sendirilah yang menyuruhku pergi aku tidak akan pergi, aku akan terus disampingmu dan menyiksamu seumur hidup,"


Regha tersenyum kecil, tidak percaya akhirnya setelah sekian lama dia bisa mendengarkan ocehan istrinya lagi.


" Kenapa menatapku seperti itu, apakah kau tidak ingin memelukku sekarang. Atau kau ingin aku pergi saja," menantang Regha.


Dengan cepat Regha menghampiri Riana dan memeluknya erat.


" Bernafas sayang, jika bicara kau juga harus bernafas," bisik Regha dalam pelukan Riana.


" Bagaimana aku bisa bernafas jika kau memelukku sangat kuat seperti ini sayang," memukul pelan lengan Regha.


" Ma. maaf apa aku menyakitimu,"


Riana hanya tersenyum.


" Ternyata tidak sia-sia aku menjalankan rencana mama ini,"


" Rencana, apa kau merencanakan hal ini dengan mama selama ini hah,"


" Eh kau ingatlah untuk membatalkan kontrak konyol itu secepatnya atau aku akan marah lagi," mengalihkan pembicaraan.


" Tidak akan pernah, aku hanya merobek salinannya saja tadi. Kontrak yang sesungguhnya masih aman terkendali," goda Regha.


" Om," memukul dada Regha pelan.


" Panggilan macam itu, cepat ganti ini perintah dari suami kontrakmu,"


" Dasar tukang paksa,"

__ADS_1


__ADS_2