
asisten Sam mendatangi rumah Carly, kali ini tidak ada ampun bagi gadis itu.
" asisten Sam kau mencari ku," Carly datang dengan senyum merekah di wajahnya.
" Nona Carly apa maksud anda melakukan itu, anda fikir ini semua lelucon. Dengar saya rasa sudah sangat jelas saya katakan jika saya tidak menyukai nona jadi jangan ganggu saya, dan jauhi tuan dan nona muda serta," ucapan Asisten tergantung, seolah nama selanjutnya yang akan ia sebutkan akan berubah menjadi sebuah bumerang untuk memicu amarah Carly.
" Aku tau, tapi atas dasar apa kau melarangku melakukan itu. Perasaanku tidak dapat diatur olehmu, dan satu lagi aku bukanlah orang yang mau mendengarkan perintah. Aku mencintaimu dan itulah kebenarannya," Carly menjentikkan jarinya dihadapan asisten yang menahan amarahnya.
" Nona saya bersikap baik karena anda seorang wanita, tapi ketahuilah ini akan membuat anda menyesalinya. Siapa sangka kebaikan nona muda malah menyelamatkan nyawa yang seperti anda," pergi tanpa memperdulikan perkataan dari lawan bicaranya.
Carly tersenyum ditempatnya, tidak ada rasa marah sedikitpun. Hal itu justru membuatnya semakin menyukai asisten Sam, wajah galak dan sikap dingin itu membuatnya semakin tergila-gila dengan pria itu.
" Aku pasti akan memilikimu asisten Sam, bagaimanapun caranya. Dan sepertinya aku mendapatkan cara baru lagi sekarang," Carly tersenyum kemudian masuk kedalam rumahnya.
***
Itu adalah kali terakhir Carly bertemu dengan asisten Sam. Belakangan ini pria itu juga sangat gencar mendekati Tina yang terus menolak lamarannya.
"Aku sudah melakukan berbagai cara, kenapa kau tidak menerima lamaranku juga Tina. Sudah aku bilang bukan jika Carly itu tidak punya hubungan denganku kenapa kau tidak mengerti juga, apa susahnya menerima lamaran ini hah," cukup, untuk pertama kali harga diri seorang asisten Sam ternodai oleh seorang wanita seperti ini, dan tidsk boleh terjadi lagi.
Tina hanya bungkam, pria ini fikir pernikahan itu hanyalah permainan anak SD. Benar-benar tidak dewasa sama sekali.
"Baiklah aku akan memikirkannya sekarang bisakah kau pergi dari sini aku masih punya banyak sekali pekerjaan selain menerima tamu tidak diundang sepertimu,"
yah setidaknya usahanya selama beberapa bulan terakhir ini membuahkan hasil yang memuaskan, akhirnya Tina mengatakan akan memikirkan lamarannya meski tidak langsung diterima.
***
__ADS_1
Dilain sisi Regha sudah tidak bekerja beberapa hari karena kondisi Riana sedang tidak enak badan. Gadis itu dengan keras kepalanya tidak mau dibawa kedokter ataupun memanggil dokter kerumah.
" Ina kau harus kedokter bagaimana jika terjadi hal buruk nantinya, kau tau kan aku tidak suka jika terjadi sesuatu yang buruk padamu. Cobalah untuk mengerti jangan keras kepala seperti ini," Regha terus mengoceh tiada hentinya untuk membujuk sang istri.
" Tidak apa sayang aku hanya sedikit mual saja, sebentar lagi pasti akan me..." ucapannya terpotong karena tubuhnya terasa sangat lemas, kepalanya berdenyut dan kini kedua kakinya tidak bisa lagi menopang berat tubuhnya.
" Ina kau baik-baik saja, Selly cepat panggil dokter kemari. Aku tidak mau tau dalam 2 menit dokter itu harus ada disini," membawa tubuh sang istri ke ranjang milik mereka.
" Ina bangunlah, sudah kubilang bukan jangan sampai sakit seperti ini. Setidaknya jangan menunjukkan sakitmu seperti ini kepadaku, Aku tidak sanggup dan aku ingin menangis saja rasanya. Semuanya baik-baik saja, kau tidak boleh meninggalkanku Ina," Regha mendramatisir keadaan, seolah-olah istrinya itu sedang sekarat saja. Jika Riana punya tenaga lebih sedikit saja maka ia akan menjitak kepala suaminya agar keluar dari kekonyolan itu.
Dan benar saja seorang dokter wanita berlari bahkan dengan penampilan yang tidak begitu baik.
" Apa yang terjadi, kenapa baru menghubungiku sudah kubilang bukan jika terjadi sesuatu sekecil apapun hubungi aku,"
Selly membulatkan matanya, apakah dokter ini baru saja memarahi seorang Regha Tanjung. Sepertinya dia sudah tidak ingin menjadi seorang dokter lagi sekarang.
Dokter itu mulai memeriksa sang istri, dan tampak suami Selly juga menyusul dibelakang namun tidak berani mendekat kearah Riana hanya memantau dari jauh dan memastikan semuanya berjalan lancar.
Raut wajah dokter itu berubah seketika.
Senyumnya merekah begitu lebar, sepertinya penantian Regha dan Riana selama ini sudah membuahkan hasil.
" Aku merasakannya," wajahnya tampak begitu bahagia, lain halnya dengan sisa manusia yang ada disana yang masih menampakkan wajah khawatir mereka.
" nona Riana hamil, aku merasakan detak jantung lain disana,"
Regha mengerjapkan matanya sesaat, tunggu apakah ini mimpi. Kenapa terasa begitu nyata, Inanya benar-benar sedang mengandung anak mereka.
__ADS_1
" Selamat tuan Regha, nona Riana. Kalian akan segera memiliki seorang Tanjung kecil,"
Selly dan sang suami tak kalah terkejut, benarkan ini. Regha bahkan sampai menangis karena terlalu senang sekarang.
" Ina aku akan menjadi Daddy lagi, terimakasih sayang sungguh terimakasih banyak aku mencintaimu," mengecup kening sang istri yang kini juga sedang tersenyum penuh kebahagiaan.
Setelah kepergian sang dokter Regha menelfon keluarganya dan memberi tahu kabar bahagia ini, pria itu begitu semangatnya hingga ingin segera memberi tahu seluruh dunia jika istrinya telah kembali hamil.
"Sayang kau tidak lemas bukan, apa kau butuh sesuatu. Mulai sekarang kau hanya boleh dikasur ini saja, jangan kemanapun aku juga tidak akan pergi aku akan menjaga kalian dengan baik," Regha tampak sangat bahagia, ini bagaikan sebuah mimpi baginya.
Dan jadilah Riana bersarang ditempat tidurnya, Regha sama sekali tidak pernah beranjak dari sisinya. Apa lagi dokter mengatakan jika kandungan Riana cukup lemah dikarenakan usia serta efek samping dari obat yang ia konsumsi.
***
Berita kehamilan nona muda Tanjung menyebar hingga ke seluruh penjur, bagai angin segar semua orang tampak ikut bersuka cita atas kabar ini.
Termasuk Tina yang juga ikut senang mendengarnya, dia memang tidak tahu banyak tentang kisah Riana selama ini tapi baginya Riana tetapkan teman terbaiknya.
" Sam tunggu, bisakah kau berikan ini kepada Riana. Aku akan pergi keluar kota sekarang," Tina mengatakan maksudnya menghubungi asisten Sam dan mengajak pria itu bertemu ditaman.
Padahal asisten Sam sudah sangat senang tadi, dirinya sudah berharap akan ada kabar baik juga tentang dirinya dan Tina. Tapi sepertinya dirinya benar-benar harus berusaha lebih keras lagi.
" Berapa lama kau akan pergi, perlu kah aku menemanimu. Tidak tuan muda tidak masuk kantor pekerjaanku sangat banyak aku tidak mungkin membiarkan Selly mengurus segalanya," bergumam sendiri.
" Tidak perlu, aku hanya akan beberapa hari disana. Jadi sampai jumpa,"
" Apakah kau belum mau memberikan jawabanmu sekarang," ucapnya sedikit berteriak.
__ADS_1
Tina tersenyum, mungkin nanti akan dia fikirkan lagi. Tapi sebelum itu pria ini harus mengucapkan kata cinta yang tulus lebih dulu.