Istri Kecil Sang Miliyader 1

Istri Kecil Sang Miliyader 1
Yang dinanti telah hadir


__ADS_3

Happy reading all, jangan lupa komen, like dan juga rate lima yah. vote juga kalo bsa😁


Setelah kembali dari bulan madunya, Regha sama sekali tidak mengizinkan Riana keluar dari kamarnya. Pria itu tidak memberikan akses kepada siapapun juga untuk masuk kedalam kamarnya dan menemui Riana.


Gadis itu benar-benar dikurung oleh Regha, hanya dokter perawat dan Regha sendirilah yang bisa masuk kedalam kamar.


Riana sendiri merasa jika ini keterlaluan, meski semenjak kembali kerumah sesak di dadanya lebih sering muncul. Tapi tetap saja pria itu sangat keterlaluan karena terus memaksa Riana untuk menjalankan berbagai macam terapi serta istirahat total bahkan turun dari kasur saja tidak boleh.


" Asisten Sam apakah menurutmu Regha tidak berlebihan sekarang, menantuku ia kurung didalam kamar tanpa boleh ada yang bertemu dengannya," kini mama Regha sudah tidak tahan lagi dengan sikap kekanakan anaknya.


Orang tua Regha pasti berfikir jika anaknya akan semakin dewasa setelah pulang dari bulan madunya. Ternyata justru Regha semakin parah bahkan kini mengawasi Riana dua puluh empat jam dalam pengawasannya dengan alasan untuk mempercepat penyembuhan istrinya itu.


" Maafkan saya nyonya besar, tapi tuan Regha melakukan semua ini untuk nona Riana juga,"


" Sayang jelaskan padanya, jika Regha tidak keluar dan menemui kami sekarang. Maka jangan harap anak itu bisa bertemu dengan mamanya lagi," ketika sang istri sudah memutuskan maka sang suami haruslah menurut apa katanya saja.


" Sam panggil Regha kemari, katakan papa dan mamanya ingin bertemu," duduk disamping istrinya.


***


Sementara itu didalam kamar Regha kembali dibuat panik, pasalnya tiba-tiba saja Riana memuntahkan semua yang ada diperutnya.


" Apa kalian tidak bisa bekerja hah, lakukan apapun untuk menyelamatkan Inaku," Regha berteriak frustasi karena semakin hari kondisi Riana semakin memburuk saja.


Saat dokter itu sedang memeriksa, raut wajahnya langsung berubah.


" Ada apa hah, apa lagi sekarang," Tanya Regha yang hampir kehilangan akalnya sekarang.


" Tuan muda, saya tidak tau apakah ini berita baik atau buruk.Awalnyapun saya ragu akan hal ini karena nona Riana sempat meminum obat pencegah kehamilan itu, tapi sekarang saya yakin jika istri anda sedang hamil,"


Mendengar penjelasan dokter itu tubuh Regha mendadak membeku seketika, rasanya dirinya tidak percaya jika sekarang didalam perut Riana ada janin yang berkembang.


" Tuan muda, tuan dan nyonya menunggu anda dibawah," Panggilan asistennya itu membuat Regha mengecup kening Riana sebentar lalu segera turun kebawah untuk menemui kedua orang tuanya.

__ADS_1


Tentu saja dengan wajah yang berseri-seri, dirinya begitu bahagianya sekarang karena akan menjadi seorang ayah.


***


" Dokter terimakasih," lirih Riana tersenyum manis.


" nona anda sudah merasa baikan," membantu Riana untuk menyandarkan tubuhnya.


" Aku begitu bahagia sekarang hingga aku siap untuk mati sekarang juga,"


" Nona jangan pernah mengatakan itu, anda tau sendiri kan bagaiamana tuan Regha,"


Riana hanya tersenyum kecil, jika dirinya yang dulu pasti akan mengatai Regha dan terus mengutuk pria itu. Tapi sekarang Riana telah sadar jika Regha adalah pria berhati malaikat.


" Saya mungkin tidak seharusnya mengatakan hal ini sekarang, tapi," ucapannya terpotong.


" Katakan saja dokter ada apa,"


" Kehamilan anda ini akan sangat berbahaya bagi anda. Semua obat yang anda konsumsi sekarang adalah obat yang bersifat keras, sehingga tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil,"


" Nona tapi kehamilan anda ini benar-benar beresiko, anda tidak boleh berhenti mengonsumsi obat-obatan itu karena akan berpengaruh besar pada kesembuhan anda, selain itu saat melahirkan nantinya pasti akan sangat sulit karena usia anda," ucapannya terpotng lagi oleh Riana.


" Kenapa kau sangat cerewet, kau benar-benar mirip dengan Regha. Membuat kupingku panas saja,"


" nona saya mohon mengertilah,"


" Lalu apa kau menyuruhku melenyapkan bayiku, dan membuat Regha kehilangan harapan lagi. Tidak dia sudah menanti kabar ini sejak lama, aku tidak ingin membuatnya kecewa,"


" Tapi,"


" Jangan coba-coba memberitahu hal ini kepada Regha, ku mohon tugasmu adalah menyelamatkan nyawa jadi jangan pernah fikirkan tentang melenyapkan nyawa lagi,"


Usia Riana memang masih muda, bahkan gadis itu terkadang bersifat kekanakan dan keras kepala. Namun ada saatnya kedewasaan merubah dirinya sepenuhnya.

__ADS_1


" Baik saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan ibu dan anak sekarang,"


Riana tersenyum lalu mengelus perutnya yang masih terlihat rata.


***


Regha kini memeluk papa dan mamanya secara bergantian, dirinya sangat-sangat bahagia sekarang, akhirnya penantian selama ini terjadi juga.


" Regha kami ingin marah, kenapa kau malah memeluk dan terlihat bahagia seperti itu hah,"


" Nanti saja kalian marahnya, karena sebentar lagi kalian akan menjadi seorang kakek dan nenek," ucap Regha berapi-api .


Kedua orang tuanya hanya saling menatap.


" Wahh Regha ternyata kau hebat juga yah, kau baru kembali dari bulan madumu tapi sudah mendapatkan hasil yang memuaskan," menepuk bahu anaknya pertanda rasa bangga dirinya.


" Kalau begitu bebaskan menantuku dari penjaramu sekarang, apa kau tidak kasian. Wanita yang sedang hamil muda itu suka dengan kebebasan Egha bukannya dikurung didalam kamar," menjitak kepala putranya pelan.


Regha mengangguk setuju, dirinya segera berlari kekamar dan membawa Riana turun perlahan menemui orang tuanya.


" Mama, papa," Rianaingin berlari begitu melihat dua orang yang sudah lama tidak ia temui namun Regha menahan tubuhnya dengan sekuat tenaga agar tidak lepas kendali.


" Wahh lihat menantu kita yang habis dari bulan madunya,"


Bulan madu apanya, Regha hanya mengurungnya didalam kamar. Atau jika ingin keluar dan melakukan sesuatu yang menyenangkan selalu saja ada penghalang.


" Mama Riana kangen banget," langsung memeluk mama mertuanya itu.


Tentu saja Regha langsung menarik Riana kedalam pelukannya lagi, tidak terima jika ada yang dekat-dekat istrinya.


" Liaht sayang putramu ini sangat pelit, entah siapa yang dia ikuti,"


" Regha bisakan kau berhenti membuat mommy mu ini berhenti mengeluhkan putranya kepadaku,'

__ADS_1


Semua orang langsung tertawa, mereka menghabiskan waktu yang hangat bersama. Canda tawa tampak menghiasi ruang keluarga itu, Riana merasa sedikit tenang sekarang. Entah apa yang akan terjadi kedepannya tapi ia tetap menikmati saat-saat seperti ini bersama dengan Regha dan keluarga yang lainnya. kehilangan satu momen seperti ini sudah pasti akan membuat Riana merasa sedih dan kecewa.


Sementara itu Regha dirinya begitu menikmati masa sekarang, fikirannya jauh menerawang kedepan, bagaiamana indahnya saat keluarga kecilnya telah dilengkapi dengan pangeran serta putri kecil pastilah sempurna hidupnya. Sekarang yang menjadi tujuan utamanya adalah membuat Riana istri kecilnya itu merasakan kebahagiaan dan tentu saja jangan lupakan malaikat kecilnya nanti yang akan lahir dari rahim Riana.


__ADS_2