Istri Kecil Sang Miliyader 1

Istri Kecil Sang Miliyader 1
Tertimpa dua batu


__ADS_3

Hahahaha author ngebleng lagi, jadi enjoy semuanya.


Riana hanya bisa berguling-guling didalam kamarnya, bosan itu yang dirasakan wanita itu saat ini. Bahkan jam makan siang saja belum tiba sejarang, ditambah cuaca yang buruk lengkap sudah penderitaannya.


“Nona Riana, saya dengar dari tuan Regha jika anda sedang kurang tidak enak badan,” Selly masuk ke kamar dengan beberapa pelayan.


Sontak Riana yang masih ada di posisi jungkir balik dikasur langsung terkejut.


“Aku baik-baik saja Selly. Aku rasa kau dapat info yang salah,” memperbaiki posisinya.


“Tapi tuan muda menyuruh saya secara pribadi untuk melayani anda dan memberikan beberapa obat-Obatan penghilang nyeri,” menunjukkan bukti berupa pesan dari Regha.


Riana menghela nafas, ulah siapa lagi jika bukan suaminya yang sangat suka melebih-lebihkan masalah sepele itu.


“Aku tidak apa Selly sungguh, perutku hanya sedikit nyeri saja karena sedang datang bulang,” menatap Selly dengan malas.


“Nona tetap saja, rasa sakit sekecil apapun tidak boleh dianggap sepele. Saya sudah membawakan beberapa obat herbal untuk mengatasinya,” mengambil nampan yang berisikan beberapa gelas.


“Berhentilah mencekoki ku dengan obat-obat pahit itu. Obat yang diberikan dokter sudah sangat cukup menyiksa tidak perlu ditambah dengan obat seperti itu lagi. Melihatnya saja tubuhku terasa melayang kesurga sudah tidak sakit sama sekali jadi bawa saja itu pergi oke!,” menyatukan kedua tangannya.


“Kalau begitu saya bisa memijat punggung nona, atau memberikan terapi yang lain,” menawarkan bantuannya lagi.


“Regha akan langsung menghabisi mu nanti jika berani menyentuh tubuhku tanpa izinnya,” Menyunggingkan senyumnya, mengingat bagaimana posesif suami satu-satunya itu.


“Kalau begitu apakah ada yang anda butuhkan nona, karena tuan muda memerintahkan agar anda dilayani dengan baik,” berbicara lagi setelah menyuruh para pelayan itu pergi.


“Aku hanya butuh teman mengobrol saja, duduk dan temani aku,” menunjukkan ruang kosong di sebelahnya.


***


Carly berlari kecil mengejar asisten Sam yang berjalan jauh di depannya. Gadis ini benar-benar mempunyai nyali dan tekat yang besar.


“ tuan Sam tunggu,” meneriaki pria Dihadapannya sambil kedua tangannya menenteng sepatu miliknya.


“Nona sudah saya katakan jika saya tidak menyukai anda, apakah belum cukup!” Rasanya sangat geram jika dirinya memiliki seorang penguntit menyebalkan seperti ini.

__ADS_1


“Yayaya aku tau. Aku hanya ingin minta bantuan kecil darimu,” mempailitkan kedua tangannya yang masih menenteng sepatu.


“Apa lagi yang anda butuhkan,” tanyanya geram.


“Bisakah kau memberikan ku pekerjaan, pekerjaan apapun yang jelas aku sangat butuh pekerjaan saat ini,”


Asisten Sam tampak diam sesaat, apakah ada pekerjaan yang tepat untuk gadis berisik seperti ini.


Belum sempat pria itu menjawab Carly sudah lebih dulu berlari ketengah jalan, gadis itu ternyata menyelamatkan anjing kecil yang hampir saja tertabrak mobil.


“Gadis in benar-benar sangatlah menyusahkan,” memungut sepatu milik Carly yang entah sejak kapan sudah tergeletak dibawahnya.


“Terimakasih kakak karena sudah menyelamatkan nienieku,” seorang gadis kecil menghampiri Carly dan mengambil anjing miliknya lagi.


“ apakah anda berasal dari zaman purba, jangan asal melepas sepatu seperti ini,” melemparkan sepasang sepatu itu kepada pemiliknya.


“Terimakasih, tapi bisakah kau kembali mempertimbangkan permohonan ku tadi,”


“Baik saya akan Fikiran lagi nanti pekerjaan apa yang kiranya pas untuk anda,” seperti biasa pergi tanpa ingin mendengar lebih dulu apa yang dikatakan oleh lawan bicaranya.


***


Asisten kembali ke kantor setelah urusannya selesai, dengan langkah pasti memasuki ruangan pribadi milik tuan mudanya.


“Tuan muda anda memanggil saya,”


“Ohhh aku ingin meminta bantuanmu Sam, Ina menelefon ku dan mengatakan jika ia ingin memanggil temannya kerumah. Aku tidak bisa menolak karena dia pasti akan marah, jadi tolong kau jemput temannya itu dan pastikan dulu apakah dia berbahaya atau tidak,”


Apakah yang dimaksud adalah teman nona yang aneh itu, hari ini aku sepertinya tertiban dua batu sekaligus. Bergumam dalam hati.


“Baik tuan muda sesuai perintah anda,” meninggalkan ruangan itu.


***


Sementara itu Riana tersenyum karena Regha mengizinkan Tina untuk datang kerumah mereka, setidaknya dia akan ada teman berbincang selain Selly yang terbilang sedikit kaku dan membosankan.

__ADS_1


“Nona apakah menurut anda tidak masalah jika asisten Sam yang menjemput nona Tina, anda bilang nona Tina seperti tidak nyaman bertemu dengan asisten Sam,” Selly bertanya sambil tangannya sibuk membuka kulit apel untuk Riana.


“Itu dia yang aku takutkan, tapi Regha mengatakan asisten Sam sendirilah yang harus menjemput Tina dan memeriksa gadis itu jika ingin kerumah ini. Berharap saja pria itu tidak berbuat aneh lagi,”


***


Tina sesekali tampak melirik ponselnya, awalnya dirinya ingin menolak saat Riana ajak bertemu belum lagi di rumahnya. Dirinya tidak ingin bertemu dengan Sam lagi. Tapi jika diingat sekarang adalah jam kerja, Riana bilang suaminya juga sedang bekerja jadi tidak mungkin bukan asisten pribadinya itu berkeliaran.


Namun sepertinya itu hanya akan menjadi bayangannya saja, pasalnya pria yang dimaksud kini sudah ada Dihadapannya.


“Nona saya tidak ingin mencari masalah dengan anda, jadi tolong berikan kartu identitas anda untuk saya periksa. Sebelum saya membawa anda kerumah tuan muda saya harus memeriksa apakah anda bukanlah seorang *******, mata-mata atau yang lainnya,”


Tina terperangah, lelucon macam apa yang sedang dilontarkan oleh pria yang ada Dihadapannya ini.


“Dengar tuan asisten, saya hanyalah seorang penulis naskah dan cerita fiksi bukan mata-mata apa lagi *******. Jadi bisakah tidak perlu melihat kartu identitas,” jika Sam sampai melihat kartu identitasnya maka tamatlah semuanya, pria ini pasti akan tau siapa dirinya.


Saat pria itu ingin bicara lagi ponselnya berdering menunjukkan nama Regha disana.


“Sam Ina bilang kau jangan sampai menakuti temannya, jika tidak kau akan tau sendiri akibatnya,” pintar sekali Riana, gadis itu memanfaatkan Regha untuk mengendalikan asisten Sam.


Setelah menutup ponselnya lagi asisten Sam kembali menatap Tina.


“Mari nona saya akan mengantar anda,”


“Bisakah aku naik taksi atau kendaraan umum saja, rasnya tidak akan nyaman bukan,”


“ saya harus kembali bekerja, jadi silah kan,” membukakan pintu mobilnya untuk Tina.


Situasi canggung macam apa ini, rasanya baru beberapa waktu lalu aku berjanji untuk tidak pernah muncul Dihadapannya lagi. Dan kini kau malah satu mobil dengan pria berhati iblis ini.


Sepanjang perjalanan itu Tina merasa dirinya seperti akan diantar ke neraka saja, situasinya sangat mencekam membuat nyalinya menciut hingga ke angka minus.


“Tunggu apa kau bisa berhenti sebentar,”Tina.


“Saya memiliki rapat sebentar lagi, jika tidak ada urusan yang penting maka..,” ucapannya terpotong.

__ADS_1


“Tidak jadi teruskan saja,” bersender di senderan kursi sambil berusaha mengalihkan perhatiannya dan mulai mengecek notifikasi ponsel miliknya.


__ADS_2