Istri Kecil Sang Miliyader 1

Istri Kecil Sang Miliyader 1
Sepotong kue


__ADS_3

Happy reading all.


Setelah mengambil pesanannya pria bertubuh jangkung itu segera berjalan kemobil yang masih berada ditempat yang sama seperti sebelumnya ia tinggalkan, namun apakah dua penghuni didalam mobil itu sudah selesai melakukan kegiatannya atau belum asisten Sam tidak bisa menebak sama sekali.


Pria itu berniat berpura-pura tidak tahu, dan langsung masuk kedalam mobil. Rencana yang sangat sempurna dan simpel namun menjalankannya tidak semudah kelihatannya. Regha sudah pasti akan sangat marah jika ada yang datang tiba-tiba dan mengganggu kegiatannya saat ini.


" Sayang sudah bagaimana jika asisten Sam datang nanti," Riana mendorong pelan tubuh Regha agar sedikit menjaga jarak diantara mereka.


Regha hanya berdecik kesal lalu kembali pada posisinya, karena tanpa sengaja dirinya melihat asisten kesayangannya itu tengah berdiri diambang pintu mobil saat ini dengan membalikkan tubuhnya kearah lain.


Begitu menyadari kegiatan kedua pasangan itu telah selesai Asisten Sam kembali masuk kedalam mobil, memberikan kue pesanan nona mudanya tadi.


Hanya dengan melihat jumlah bungkusan yang dibawa pria itu saja sudah membuat Riana tercengang. Apakah pria ini marah karena dirinya bermesraan dengan suaminya sendiri didalam mobil sehingga memborong semua kue ditoko kue tersebut.


" Asisten Sam apakah kau ingin membuat anakku terkena diabetes sebelum dia lahir," gumam Riana sambil melihat semua kantong plastik yang kini berada ditangannya.


" Maaf nona saya tidak tahu apa yang anda suka, jadi saya memesan masing-masing satu dari semua jenis kue," jelas pria itu tanpa menolah ke kursi belakang.


" Kau kan bisa bertanya padaku,"


" hemm," Regha hanya berehem lalu tersenyum kecil, tentu saja karena dirinya tau jika pria yang sedang dimarahi oleh Riana itu sudah ingin bertanya tadi. Tapi karena melihat aktivitas mereka dia mengurungkan niatnya dan pergi begitu saja. Sungguh malang nasibmu Sam.


" Maaf nona, anda bisa memilih kue apa yang ingin anda makan. Sisanya akan saya buang,"


" Kau gila yah membuang makanan begitu saja," Riana sedikit meninggikan nada bicaranya.


" Ina ingat jangan tinggikan nada suaramu, bagaimana jika baby didalam sana terkejut nantinya," mengelus pelan perut Riana.


"Tapi asistenmu ini membuatku naik darah sayang," cerca Riana tidak mau kalah, sekarang Riana sudah tidak mau dikalahkan oleh siapapun lagi.


" Sam berikan saja kue ini kepada para pelayan dirumah. Jangan berdebat lagi seperti ini," tuan Regha sekarang sudah cukup bijak yah.


" tapi tuan muda, semua makanan yang ditujukkan untuk anda dan nona biasanya tidak akan diberikan kepada orang lain lagi. Menurut saya itu kurang baik,"


" Sam sebaiknya cari saja pasangan sekarang," Regha tiba-tiba saja membahas perihal pasangan, apa hubungannya dengan ini semua.


" Baik tuan muda saya akan menjalankan perintah anda," mulai menjalankan mobilnya, membawa tuan dan nona mudanya kembali kerumah mereka.


" Rasa kue ini sangat buruk, sayang cobalah ini," memberikan kue itu kepada Regha.

__ADS_1


" Ina ajukan sudah sering bilang jika aku tidak suka makanan manis,"


" Emhhhhh inikan keinganan baby-nya, masak kau tidak ingin menuruti keinginan anakmu sendiri,"


" Baiklah hanya satu suap saja yah," Ucapan Regha bersamaan dengan anggukan semangat dari Riana.


" Buka mulutnya aaaaa," Riana menyuapi Regha satu potong role cike dengan selai coklat yang melimpah.


Riana tersenyum puas, dia tau Regha sangat-sangat tidak suka dengan yang namannya makanan manis dan pedas. terutama makanan yang tidak jelas asal usulnya seperti siapa memasak dan kandungan didalamnya.


" Bagaimana nikmat bukan," tanya Riana dengan semangat empat limanya.


" Pahit," itu kesan yang Regha rasakan, mungkin karena coklat yang begitu banyak membuat kue itu menjadi sangatlah pahit.


" Ini tidak pahit sayang sungguh, menurutku ini sangat manis sekali," Regha hanya tersenyum lalu mengacak rambut istrinya.


Keromantisan ala-ala Regha dan Riana dibelakang tidak mengusik sama sekali pria yang berada didepan, ia hanya sibuk dan berfokus pada jalanan didepannya saja.


Akan lebih baik jika aku mendengarkan saran tuan muda untuk mencari pasangan.


***


" Regha kau membawa menantuku kemana hah, bagaimana jika dia merasa lelah nantinya," langsung mendekati Riana.


" Mom, Inalah yang memaksa untuk ikut. Dia bilang dia hampir mati dikurung didalam rumah terus," bela Regha pada dirinya sendiri.


" Itu benar, Riana seharusnya lebih banyak mencari udara segar sekarang. Dia tidak boleh dikurung dirumah dan stress nantinya, jika dia stress mom sudah pasti akan menyalahkanmu Regha," seolah apapun perkataan tindakan Regha, Riana lah yang benar dan dirinya lah yang salah.


Riana hanya tersenyum tanpa dosa setelah merenggut mama Regha dari putranya.


" Kau sudah makan sayang," tanya mama Regha lagi.


" Dia sudah makan sangat banyak mom, beritahu padanya untuk menjaga pola makannya,"


" Dia harus banyak makan sekarang, karena sekarang dia tidak hanya memenuhi kebutuhannya saja tapi juga nutrisi bagi baby Tanjung dalam perutnya," lagi-lagi tidak memperdulikan Regha.


Riana masuk kedalam bersama dengan Regha dan juga mamanya.


" Apakah nenek tidak ikut hari ini mah," Riana membuka suara setelah dirinya duduk dengan nyaman disebuah sofa disamping Regha.

__ADS_1


" Kau tau nenekmu itu sudah semakin tua saja. Dia tidak akan sanggup bolak-balik. Maka dari itu namakan sudah bilang untuk tinggal bersama saja dirumah utama,"


" Tidak, dan tidak akan pernah. Jika aku membawa Riana kesana sudah pasti kalian tidak akan mengizinkan aku dekat dengan istriku, semua orang terus saja menempel padanya, yang sudah jelas-jelasnya sudah menjadi istriku," memeluk Riana erat.


" Selain istrimu dia juga menantu mama, jadi yah kami berhak juga dong," mulai lagi perdebatan keluarga ini.


" Menurut Ina juga akan lebih baik jika kami tinggal disini saja mah. Regha sibuk mengurusi kantor belum lagi belakangan ini dia tidak mau pergi kekantor. pasti pekerjaannya sangat banyak dan nantinya akan bertambah sulit jika kami pergi dan tinggal dirumah utama,"


" Mama terserah kalian saja sayang, tapi kau harus menjaga diri yah. Karena sekarang kau ini sedang mengandung penerus utama Tanjung Grup,"


Riana hanya mengangguk kecil tanda mengerti.


" Mom Ina harus beristirahat sekarang,"


Aku ingin berduaan dengan istriku, aku ingin dipeluk dan dimanja sekarang. Jadi tolong mengertilah mom anakmu ini butuh kasih sayang. gumam Regha lagi tapi hanya sekedar didalam fikirannya saja.


" Baiklah kalau begitu mama pulanh dulu yah, mama tau maksudmu Regha. Tapi ingat jangan sampai membuat istrimu kelelahan kau mengerti,"


Regha hanya mengacungkan jempol dan menganggukkan kepalanya.


Setelah kepergian mama Regha, kini putranya lah yang akan beraksi.


" Sayang aku mau itu bolehkan," bisik Regha manja.


" Mau apa sayang, awas ahh aku mau ganti baju,"


" ayolah sudah lama kan, semenjak kita kembali dari bulan madu tidak pernah," bujuk Regha lagi.


" Sayang aku kan sedang hamil,"


" Memangnya tidak boleh yah," Regha mengerucutkan bibirnya.


" Tidak, tidak boleh suamiku sayang,"


" Kalau begitu berikan aku ciuman dan ucapan selamat tidur saja setidaknya,"


Riana mengangguk lalu membawa Regha kekasur.


" Tidurlah bayi besarku, selamat malam aku menyayangimu lebih dari yang kau tau dan aku mencintaimu lebih dari yang bisa kau bayangkan," mengucapkan mantra pengantar tidurnya seperti malam-malam sebelumnya. Kini bayi besarnya itu lebih penurut dan tidak selalu memaksakan kehendaknya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2