Istri Kecil Sang Miliyader 1

Istri Kecil Sang Miliyader 1
Mengantuk


__ADS_3

Happy Reading all, like dan juga komen yah.


Riana menghabiskan makan malamnya dengan cepat, tidak boleh tertinggal dari Regha. Karena jika tertinggal maka dia tidak akan bisa melanjutkan makannya lagi dan harus mengikuti semua perintah suaminya ini.


" Makanlah perlahan, tidak akan ada yang merebutnya darimu," merapikan rambut Riana yang sedikit menghalangi.


" Apa kau tidak merasa terganggu dengan rambutmu ini,"


Riana menatap Regha malas.


Ini semua karena dirimu yang tidak mengizinkanku untuk mengikat rambutku lagi tau. Regha memang sudah memberikan perintah tegas jika Riana tidak boleh mengucincir rambutnya lagi terutama dihadapan orang lain selain dirinya tentunya.


" Aku sudah terbiasa om," kembali menikmati makanannya.


Regha hanya menggelengkan kepalanya, dengan terus memegang rambut Riana, agar tidak mengganggu gadisnya lagi saat makan.


" Sayang kenapa kau tidak makan saja, sudah tidak apa," merasa risih karena Regha terus saja memegang rambutnya sambil memberikan tatapan penuh dengan isyarat.


" Suapi aku," lagi-lagi perintah menyuapi itu lagi.


Riana makan sambil menyuapi bayi besar super menyebalkan disampingnya itu, tidak bukan hanya bagi besar super menyebalkan tapi bayi besar terkutuk yang terus menempel kepada Riana.


Kadang Riana berfikir kemana semua gadis yang dulu selalu menempel kepada Regha, apakah mereka semua sudah dicampakkan karena pria ini sudah bosan. Entahlah Riana hanya bisa terus diam sembari mengikuti alur yang telah ditentukan oleh Regha.


" Sayang jangan disini yah, banyak pelayan disini," merasa risih karena sejak tadi Regha terus menempel kepadanya.


" Kum," teriak Regha yang otomatis membuat semua orang disana terkejut.


" Iya tuan muda ada apa," dengan nafas terengah-engah mungkin karena berlari.


"Perintahkan semua pelayan untuk memberhentikan pekerjaan mereka, dan jangan biarkan ada seorangpun yang masuk kedalam rumah utama malam ini," perintah Regha yang otomatis membuat jantung Riana berpacu dua kali lipat lebih cepat.


Setelah semua pelayan telah kembali kerumah belakang, Regha memulai lagi aksinya.


Apa lagi yang orang ini akan lakukan sekarang, siapapun tolong aku. Jerit Riana saat Regha sudah mulai menguasai tubuhnya.


***


Malam yang panjang sekaligus menyebalkan itu akhirnya berakhir, semalaman penuh Regha memaksa Riana untuk bermain dengannya. ( eittsss dilarang berfikiran negatif dulu yah).


Regha mengajak Riana bermain catur semalaman, tidak mau dikalahkan dengan seorang gadis.


FLASHBACK:

__ADS_1


" Bagaimana mungkin aku bisa kalah sampai tiga kali berturut-turut seperti ini," masih tidak terima.


" Ayolah sayang, aku sudah sangat mengantuk sekarang. Kita tidur saja yah," terus menguap.


" Tidak, kali ini pasti aku akan menang," masih dengan ambisi menangnya.


Kau bermain dengan orang yang salah tuan muda, aku bahkan sudah sering memenangkan pertandingan seperti ini dulu. Aku memang selalu mati kutu dihadapan dirimu itu tapi kali ini kau sungguh tidak akan menang melawanku dalam permainan catur.


Kalah, kalah dan terus saja kalah. Riana bahkan dengan mata setengah terbukanya saja bisa memenangkan pertandingan itu.


" Sudah cukup aku menyerah," tidak dapat lagi menahan kantuknya.


" Mau kemana kau, selesaikan ini dulu, baru permainan berakhir,"


Riana sengaja mengambil langkah yang salah, agar dirinya kalah dan permainan selesai. Karena jika meladeni ambisi orang seperti Regha seperti tidak akan ujungnya saja. Intinya lebih baik kalah dalam permainan dari pada menyiksa tubuh seperti ini.


" Kau lihat sudah kubilang aku pasti akan menang bukan," Riana hanya mengangguk.


***


" Bagaimana apa kau merasa malu karena kalah denganku, aku memenangkan pertandingan terakhir semalam," ucap Regha dengan penuh kebanggan dipagi buta seperti ini.


" Yah selamat sayang, kau memang hebat," malas berdebat dan lebih memilih jalur aman dan singkat.


" Jadi berikan aku hadiah,"


" Apa,"


Regha menaikan kedua alisnya secara terus menerus seolah memberi suatu isyarat kepada Riana.


Riana memutar bola matanya malas kemudian segera mengecup Regha sekilas.


" Sudah aku mandi yah," berjalan masuk kedalam kamar mandi, meninggalkan Regha dengan sejuta Watt senyum diwajahnya


***


Dirumah lain dua orang masih sangat cemas dengan nasib mereka selanjutnya.


" Bagaimana sekarang sayang, setiap hari aku terus memikirkan tentang kata-kata asisten tuan Regha itu," ucap sang istri takut.


" Sepertinya tidak ada pilihan lain selain meminta maaf kepada Riana,"


" Tidak, aku bisa melakukan hal lain tapi tidak untuk meminta maaf kepada gadis itu," menolak mentah-mentah kata-kata suaminya itu.

__ADS_1


" Baiklah terserah kau saja, jika kau lebih memilih harga dirimu itu dan membiarkan rahasia lama kita terbongkar sekarang semua itu terserah kepada dirimu," meninggalkan istrinya.


Wanita itu menghancurkan semua barang yang ada dihadapannya, melampiaskan kekesalannya sekarang.


" Dasar wanita j*lang aku tidak akan mengampuni dirimu itu, pergi saja kau dari dunia ini," amarahnya semakin memuncak ketika wajah Riana masih saja terus terbayang dibenaknya.


Sementara itu seorang gadis duduk meringkuk sambil menutup telinga dan matanya, tidak ini menyaksikan apa yang sedang terjadi dihadapannya sekarang. Bibir kecilnya terus menyebutkan kata kakak yang tiada hentinya.


***


Riana kembali merebahkan dirinya diatas kasur dan ingin melanjutkan perjalanan mimpinya. Karena Regha sudah mengurangi waktu tidurnya itu maka dia sekarang harus membiarkan Riana tidur diluar waktunya.


" Alu hanya ingin tidur seharian sekarang," memejamkan matanya lagi.


" Kau ingin tidur lagi, dasar kerbau cepat bangun dan temani aku kekantor hari ini," membuka paksa selimut Riana.


" Ahh sayang biarkan aku tidur setidaknya Hari ini saja, aku sangat mengantuk sekarang," menarik lagi selimutnya.


" Bangun atau aku serang,"


Riana Langsung menegakkan tubuhnya lagi meski dengan mata yang masih tertutup rapat.


" Bersiaplah kita akan pergi kekantor hari ini," melemparkan pakaian kearah Riana.


Untuk apa dan kenapa Riana tidak perduli, tapi dia hanya ingin tidur hari ini itu saja.


" Bangunlah Riana Mahesa," teriak Regha lagi karena masih mendapati Riana yang duduk tapi tetap memejamkan matanya.


" Om biarkan aku tidur sekarang, aku sangat mengantuk sekarang," gumamnya tidak jelas.


Regha menarik nafasnya kesal kemudian segera menggendong Riana dan menceburkannya kedalam bak mandi berisikan air dingin.


" Sayang apa yang kau lakukan," Riana terkejut, otomatis membuat matanya terbuka lebar.


" Diamlah," membantu Riana keluar lagi dari dalam bak mandi.


" kau membuat bajuku basah om," kesal Riana.


" Dan kau berani membuatku menunggu lama," tidak mau kalah juga dari Riana.


" Baiklah-baiklah aku kalah, aku akan bersiap sekarang," berjalan meninggalkan Regha.


Entah apa tujuan pria itu membawa Riana kekantornya, bukankah Regha ingin menutupi identitas Riana namun kenapa malah justru membawanya kekantor seperti ini.

__ADS_1


" Sayang bagaimana jika ada yang curiga dengan kita nantinya," bisik Riana pelan ketika mendapati senyum diwajah semua orang yang menyapanya dan Regha.


" mama datang kekantor, dia menyuruhku membawamu juga kemari," menarik tangan Riana agar lebih cepat untuk berjalan.


__ADS_2