Istri Kecil Sang Miliyader 1

Istri Kecil Sang Miliyader 1
Hari bahagia Riana


__ADS_3

happy reading all, sekedar info jika cerita ini akan segera berakhir. author gak rela sebenarnya harus pisah dari Regha dan Riana, tapi kalian bisa lanjutkan ceritanya di secuel cerita ini sudah author up yah. Tunggu beberapa episode lagi yah, sebentar lagi sabar.


Tina berbaring dirumah sakit, untung saja suaminya datang tepat pada waktunya. Jika tidak entah apa yang akan dilakukan oleh wanita gila itu.


" kau sudah lebih baik sayang, aku pasti akan memberikan pelajaran pada wanita gila itu," mengelus pucuk kepala istrinya.


Tina menyentuh lembut lengan suaminya, mengatakan jika dirinya baik-baik saja saat ini dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


" Aku tidak mengerti mengapa Carly begitu bisa terobsesi padamu," mengingat bagaimana Carly yang begitu terobsesinya pada suaminya ini.


" Aku juga tidak tahu, tapi semuanya sudah berlalu. Tuan muda mengatakan jika akan lebih baik kita melupakan ini, dan yah dengan kondisi nona Riana yang sedang mengandung tidak baik jika dirinya sampai tertekan jika sampai tau masalah ini,"


Tina mengangguk, sebaiknya melupakan semuanya. Toh kini gadis itu sudah mendapatkan apa yang dia pantas dapatkan.


***


Riana membuka matanya, suara Regha berhasil membangunkannya dari tidur.


" Sayang apa yang terjadi dengan Tina," mengambil tempat di dekat Regha.


" Tidak ada Ina tidur lah hemm," membantu Riana kembali pada posisinya.


Jelas jika Regha sedang berbohong saat ini, tampak sekali diraut wajahnya yang terlihat menahan sesuatu itu.


" Sayang katakan, apa yang terjadi pada Tina," Riana kembali bertanya untuk memastikan.


" Tidak perlu khawatir Ina, dengarkan aku dan tidurlah sekarang," berbaring disamping sang istri.


Riana tahu jika Regha tidak mungkin mau mengatakannya, mungkin pria ini membutuhkan waktu. Tapi apa yang terjadi hingga membuat wajah suaminya ini tampak begitu marah.


***


Carly meraung menolak setiap siksaan ditubuhnya. Kini gadis itu tampak tak berdaya, menebus semua kesalahannya dengan pemalasan yang setimpal.

__ADS_1


" Lepaskan aku, apa yang kalian inginkan dariku," berusaha memberontak dengan kondisi tubuh yang begitu lemah.


" Tentu saja memberimu apa yang pantas kau dapatkan," Selly datang dengan raut wajah penuh amarah.


Satu lagi orang kepercayaan Regha, wanita ini akan mengurus segalanya. Tidak perduli jika yang dihadapannya adalah seorang wanita juga, karena orang yang pantas dikasihani adalah orang yang punya hati.


"Berikan goresan yang sama padanya, pastikan itu sama persis dengan yang dialami oleh nona Tina. Obati lalu lukai lagi," menatap tajam kearah Carly yang masih terus memberontak.


Tidak ada yang perduli dengannya, kini Carly akan disiksa sedemikian rupa hingga dia lupa bagaimana untuk hidup. Ini bukanlah ketidak Adilan, tapi sebuah hukuman untuk orang yang berani bermain-main dengan nama Tanjung grup. Bukan hanya Regha dan keluarganya namun seluruh orang yang terlibat didalamnya.


***


kondisinya sudah membaik, tetapi suaminya ini belum juga membolehkan Tina untuk kembali kerumah mereka. Bahkan pria ini tidak bekerja hanya untuk menungguinya dirumah sakit.


Seperti pagi ini, Tina dikejutkan oleh kedatangan Riana dan Regha secara tiba-tiba.


" Tina maafkan aku, aku fikir Carly bisa merubah dirinya jika diberikan kesempatan kedua. Aku salah dan aku minta maaf," Riana mendekati Tina yang menatapbya terkejut.


" Tidak Riana, bukan salahmu. Kau memang wanita yang berhati malaikat, kau tidak akan pernah bisa marah meski dunia begitu kejam padamu. Jadi jangan khawatir ingat kau sedang mengandung saat ini," menggenggam tangan sahabatnya itu.


" Untung saja aku memiliki cara untuk membujuk Regha memberitahuku semuanya, jika tidak aku pasti masih akan percaya pada Carly." Riana menggerutu mengingat bagaimana upayanya untuk membujuk Regha mengatakan semuanya.


Dirinya bahkan tidak dibiarkan beristirahat sehari semalam karena melayani pria itu. Regha memang pria yang mau menang sendiri, jika hal lain sudah pasti akan dilarang keras untuk dilakukan oleh istrinya dengan alasan tidak ingin membuatnya merasa lelah. Tapi jika sudah urusan ranjang pria itu tidak ingin pikir panjang lagi.


***


Semua sudah kembali tenang seperti sebelumnya, bahkan hari ini pasangan lama kita akan mengadakan pesta pernikahan mereka.


Regha memberikan kejutannya hari ini, dimana dirinya menyiapkan pesta pernikahan yang selalu diimpikan oleh sang istri.


" Ina, aku tau ini terlambat. Bahkan kita sudah akan memiliki buah cinta kita, tapi aku ingin pernikahan ulang ini. Anggap ini sebagai penebus semua kesalahanku padamu dimasa lalu," Regha berlutut untuk pertama kalinya dihadapan sang istri.


Kembali terbayang dimana dulunya kebencian yang Regha bawa karena kesalahpahaman justru malah membawa cinta diantara mereka. Kenangan mereka disaat Riana harus berjuang melawan penyakitnya dan merelakan anaknya.

__ADS_1


" Kau tidak suka, kenapa menangis Hem," Regha panik sendiri karena kini istrinya menangis sangat kencang.


" Tidak bukan begitu, aku hanya senang karena kau jadi milikku," memeluk Regha erat.


Regha tersenyum senang, tentu saja istrinya harus senang. Regha sudah susah payah menyiapkan segalanya, tidak mudah membuat pesta pernikahan sesuai dengan impian istrinya ini.


Mereka kembali mengikat sebuah hubungan, namun kali ini dengan cara yang benar dengan saling bersumpah di altar pernikahan. Bukan hanya dengan sebuah perjanjian hitam diatas putih, tidak ada tangis dan beban hari ini adalah pernikahan yang penuh cinta persis yang diinginkan oleh Riana selama ini.


Gaun putih itu membalut tubuhnya, tampak sangat kontras dengan kulit putih miliknya. Perutnya yang sudah mulai membesar tak menghalangi pesonannya.


"Lihatlah putriku ini, siapa sangka jika selama ini putra bodohku tidak menikahinya dengan cara yang benar. Jika aku tau sudah pasti aku akan menyeretnya dulu ke altar pernikahan," Mama Regha datang dan membantu Riana untuk bersiap.


Riana berjalan ke altar pernikahan, ditemani sang ayah angkat yang kini menuntunya untuk menuju kearah sang mempelai.


Sungguh Riana tidak akan pernah melupakan ini seumur hidupnya. Dimana Regha tampak begitu tegang menanti dirinya.


***


" Pernikahan kita sangat unik bukan, anak kita bahkan bisa hadir disaat pernikahan kita," Riana terkekeh geli mengingat bagaimana lucunya situasi sekarang .


" Hemm bukankah sekarang terhitung malam pertama kita sayangku," Regha bergelayut manja dibahu istrinya.


Riana mendelik, menjauhkan tubuhnya dari Regha.


" Aku lelah, kau ingin membuat anakmu susah hemm," mengelus perutnya.


Baiklah sepertinya Regha harus mengalah malam ini, toh mereka masih memiliki ribuan malam lagi untuk bersama.


" Aku mencintaimu istriku," bisik Regha sebelum tidur.


Biasanya kata-kata itu hanya akan diucapkan oleh Riana seorang, Regha akan sengaja menyiksa dirinya untuk mengatakan kata cinta dulu. Dan lihatlah sekarang kebencian dan balas dendam kini berubah menjadi rasa cinta yang begitu besarnya.


Entah siapa yang lebih beruntung Riana ataukah Regha, yang jelas mereka merasa bersyukur karena bisa mendapatkan cinta tulus didunia fana dan penuh dengan sandiwara ini.

__ADS_1


__ADS_2