
maaf karena author baru bisa up sekarang, happy reading all. sekarang author akan usahan untuk up sehari tiga episode yah
“Baru saja Sayang, dimana Regha mama ingin bicara sesuatu yang penting setelah makan malam,” mama Regha tampak membawa seorang bocah berdarah campuran.
Riana tersenyum kepada bocah lelaki yang tampak sedang memandangi dirinya juga. Bocah yang mungkin baru berusia 7 tahun itu memiliki kulit putih pucat serta hidung mancung seperti Regha, tidak diragukan lagi jika dia pasti salah satu keponakan Regha.
"Halo siapa namamu?," Riana mengulurkan tangannya.
" Dia Jonathan salah satu anak dari kerabat mama," mama Regha menjawab sambil menyuruh bocah itu menjabat tangan Riana.
Bocah yang sangat lugu dan pendiam, itu pandangan pertama Riana begitu melihat bocah lelaki itu.
"mom kapan kau datang,"Regha datang keruang makan dan mengalihkan atensi semua orang.
"Kenapa kalian menanyakan hal yang sama, apakah kalian tidak ingin menyuruh mama untuk duduk dan makan malam saja," protes mama Regha karena sepasang suami istri itu menanyakan pertanyaan yang sama padanya.
Riana terlihat kikuk dan akhirnya mempersilahkan wanita yang berstatus sebagai mertuanya itu untuk duduk dan menikmati hidangan makan malam bersama.
Mereka makan bersama bahkan Sellypun ikut terlibat dalam perjamuan makan malam kali ini, tidak seperti hari biasanya yang hanya melibatkan Regha dan Riana saja. Terlebih ada bocah bernama Jonathan yang baru saja Riana temui beberapa saat lalu namun sudah bisa merebut hatinya.
Makan malam berjalan seperti biasanya, Riana hanya diperbolehkan oleh Regha untuk memakan makanan yang menurutnya baik, bahkan mama Reghapun tidak bisa menghentikan putranya yang satu itu dalam mengatur istrinya.
"Mom ada apa kau datang kemari malam-malam begini," Regha bertanya setelah mendaratkan bokongnya disofa panjang tepat disamping Riana duduk.
__ADS_1
"Mama datang untuk menitipkan Jonathan, kau tau sendirikan jika kedua orang tua anak itu sangat sibuk, mereka juga ditugaskan oleh papamu itu keluar negeri untuk mengurus beberapa proyek disana," terang mama Regha.
"tidak bisa," "tentu saja," Regha dan Riana menjawab dengan bersamaan. Yang otomatis membuat dua orang itu saling menatap tidak mau mengalah.
"tidak bisa mom, kau tau aku sangat sibuk belakangan ini bekerja. Dan Ina juga baru saja pulih, aku tidak ingin dia setres jika harus menjaga seorang anak lagi," Tolak Regha dengan sangat jelas.
Riana dengan cepat menggeleng, dia tidak setuju perkataan Regha.
"sayang aku juga butuh seorang teman, Jonathan juga anak yang baik biarkan saja dia tinggal disini untuk sementara," Riana membujuk selembut mungkin agar tidak meluluhkan hati keras suaminya.
Melihat manik sang istri pun Regha menghela nafas kasar, jika sudah melihat wajah seperti itu mana bisa dia menolak Riana.
"hemm tapi awas saja kau sampai lupa dengan kondisimu apa lagi sampai tidak minum obat," jari telunjuknya sudah mendarat tepat dikening sang istri membuat Riana sedikit termundur dari posisi duduknya sebelum Regha kembali menariknya lagi hingga tubuh mereka kembali menempel.
Mama Regha yang melihat keromantisan anak muda itu hanya bisa tersenyum kikuk, putranya benar-benar sudah ditaklukkan sekarang eh seorang gadis muda yang terlampau cukup jauh dari umurnya sekarang.
Hubungan mama dan papa Regha kini sudah kembali seperti semula lagi, meski awalnya ada sedikit kendala akhirnya mama Regha mau menerima suaminya lagi dan melupakan kejadian yang terjadi beberapa waktu lalu.
Riana menatap bocah yang kini duduk bersama Selly ditanam belakang, menunggu pembicaraan antara orang tua selesai.
Riana sedikit terpaku, fikirannya menerawang jauh kedepan. Jika anak mereka masih ada pastinya Riana bisa melihatnya bertumbuh, bahkan mungkin sekarang kelahirannya sudah dinanti-nantikan oleh keluarga besar Tanjung.
Tanpa sadar Riana kembali mengelus perutnya, berharap malaikat kecil yang sempat tumbuh disana dapat merasakannya. Sudah beberapa bulan berlalu tapi sepertinya Tuhan belum memberikan kepercayaan untuk dirinya menjadi seorang ibu lagi dalam waktu dekat ini.
__ADS_1
Saat tatapannya masih terpaku kepada Jonathan, tangan lembut dan kekar Regha meringsut memeluk tubuhnya dari belakang. Membisikkan sesuatu yang membuat Riana tersenyum geli.
"Sayang jika Jonathan disini kau tidak akan melupakan aku kan?, ini baru beberapa menit tapi kau sudah mengalihkan seluruh perhatianmu padanya," Ikut menatap Jonathan yang sepertinya sedang asyik mengobrol dengan Selly.
" Kau juga akan cemburu dengan bocah berusia tujuh tahun. Tidak kau bahkan cemburu kepada adikku Vivi," tersenyum geli melihat tingkah Regha yang tidak mau kalah dengan anak kecil.
Riana memanggil Jonathan, mengantarkan bocah itu kekamarnya. Lalu kembali kekamar untuk menidurkan bayi besarnya yang sepertinya masih tidak setuju jika Jonathan tinggal disini untuk sementara waktu.
"Sayang kenapa meletakkan handuk basah dikasur," Riana mengomel begitu memasuki kamar, pasalnya pria itu malah berbaring diatas kasur dengan ponselnya dan meninggalkan handuk basah miliknya di pinggir kasur.
Regha hanya tersenyum tanpa dosa lalu mengembalikan handuk itu pada tempatnya sebelum singa betinanya kembali mengamuk lagi.
"Ina kau tau sepertinya belakangan ini sikap Sam swdikit aneh, dia lebih terkesan sangat sensitif kepada wanita," Regha sepertinya ketularan Riana yang suka bergosip, pria ini akan mulai berbicara banyak saat malam hari.
" Memangnya kapan dia bersikap baik kepada seorang wanita," memperbaiki posisinya dengan memeluk Regha erat.
" Kau tidak tahu saja jika dulu Sam pernah menyukai seorang gadis, dia adalah pria bodoh nan ceroboh dulunya," terang Regha sambil membelai Surai sang istri yang bertebar didada polosnya.
Riana ternganga tidak percaya, ternyata pria songong angkuh menjengkelkan dan tidak bisa diajak kompromi selain dengan tuannya itu pernah menyukai seorang gadis dulunya.
" Benarkah lalu dimana gadis itu sekarang, aku ingin menanyakan banyak hal padanya bagaimana bisa dia membuat seorang manusia robot seperti asisten Sam menyukainya," Riana yang awalnya tidak terlalu tertarik dengan topik kini terlihat paling semangat hingga bangun dari dada Regha yang dijadikan sandarannya.
Regha kembali menarik kepala sang istri dan mendaratkannya lagi didada miliknya, kemudian mulai berbicara lagi.
__ADS_1
"Aku tidak begitu tau, aku tau dari paman bahwa sebelum dia ditunjuk untuk menjadi asistenku dia adalah bocah bodoh yang terus saja mengikuti seorang gadis. Tapi seiring berjalannya waktu dia menjadi pria dewasa dan anti wanita," jari-jarinya turun dan menjelajahi wajah mungil milik Riana.
" Dewasa dari mananya, dia terlihat seperti manusia es menurutku. Dia hanya akan peduli kepadamu selain itu dia tidak akan pernah mau perduli lagi," jawab Riana sedikit ketus apa lagi saat membayangkan wajah asisten Sam yang secara tidak langsung sering membuatnya terjebak dengan rencana ya yang sudah matang.