
Gabriel sedang dikamar mandi sedangkan Willy menerima telpon dari Arka
"Wil seperti nya kita kehilangan jejak mereka semua"Ucap Arka
"Apa?"Ucap Willy terkejut
"Ya mereka menghilangkan semua jejaknya bahkan 1 hari lalu saya sempat mengirim mata-mata kesana sampai kemarkas mereka ternyata memang ada rumah mewah disana tapi tidak ada siapapun disana"Ucap Arka
"Sial!"Ucap Willy
"Persiapan kita gagal total!"Ucap Willy
Willy mengacak-acak rambutnya sendiri karena dia sangat kesal
Gabriel datang membuat Willy kaget dan bahkan dia mematikan ponselnya karena dia takut jika Gabriel tau tentang ini semua
"Telpon siapa?"Ucap Gabriel sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk
"Saya sedang telpon Papah kamu ya biasalah masalah kerjaan"Ucap Willy
"Oh"Ucap Gabriel dan Willy malah mencium lehernya Gabriel karena Gabriel baru mandi dan membuat nya sangat wangi
"Kamu sangat wangi sayang"Ucap Willy sambil terus mencium-cium leher Gabriel
"Ya jelaslah aku kan baru mandi"Ucap Gabriel
"Kamu gak mandi?aku mau ke mall by,ada barang yang ingin ku beli"Ucap Gabriel
"Lingerie?"Ucap Willy cepat
"Salah satunya"Ucap Gabriel
"Oke saya mandi"Ucap Willy dan dia pergi menuju kamar mandi
Gabriel geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya
Gabriel mengenakan baju kaos pendek warna hitam bahkan jika dia mengangkat tangannya perut buncitnya akan kelihatan dan juga celana jeans kulot dan sepatu snikers
Sedangkan Willy juga mengenakan baju yang senada karena Gabriel yang selalu mengatur style Willy selama dia menikah ini karena Gabriel selalu mengakatakan jika style Willy seperti bapak-bapak
Mereka pun pergi tak lama kemudian mereka sampai Gabriel mengajak jalan-jalan terlebih dahulu
"Tangan kamu gak papa tadi?kan kena air?"Ucap Willy
"Gak papa sih?kan bisa aku angkat kaya gini"Ucap Gabriel sambil mengangkat tanganya dan terlihatlah perut langsing Gabriel dan Willy langsung menarik baju Gabriel tapi tetap saja tidak bisa menutupinya
"Turunin tangan kamu?"Ucap Willy
"Aku kan cuma contohin gini"Ucap Gabriel dan mengangkat tangannya lagi
"Riel!"Ucap Willy
"Kenapa sih?"Ucap Gabriel sambil tersenyum karena dia memang sengaja mengangkat tangannya
"Turunin tangan kamu!"Ucap Willy
Gabriel pun menurunkan tangannya tapi dengan isengnya dia lagi-lagi mengangkat tangannya lagi
Willy diam menatap tingkah Gabriel
__ADS_1
"Oh gak mau dengar ucapan aku?"Ucap Willy
"Kenapa sih?"Ucap Gabriel
Willy mengangkat baju nya memperliatkan perut sixpack nya membuat Gabriel langsung memeluknya
"Ih ngapain sih by?"Ucap Gabriel
"Kan impas?"Ucap Willy
"Gak boleh gitu lagi by"Ucap Gabriel
"Kamu juga"Ucap Willy
Gabriel menganggukan kepalanya dan mereka berjalan lagi tapi Gabriel tetap memeluk pinggang Willy
"Mau beli buah gak by?"Ucap Gabriel
"Kayanya gak usah deh soalnya buah kita masih banyak"Ucap Willy
"Oke"Ucap Gabriel
Gabriel mengajak Willy ketoko baju wanita
Banyak wanita disana bahkan ada yang seumuran dengan Willy dan dia menatap Willy membuat Gabriel kesal dibuatnya
"By?"Ucap Gabriel
"Iyah?"Ucap Willy dengan santai karena dia tidak tau jika dia menjadi tatapan banyak wanita disana
"Pakai topi!"Ucap Gabriel karena Willy pergi tadi memakai topi tapi dia melepasnya karena Gabriel juga yang menyuruhnya
"Pakai aja sih?"Ucap Gabriel
"Iyah"Ucap Willy dan dia memakai topi
Gabriel membeli pakai dalaman miliknya yang sudah mulai membesar sedangkan Willy malah pergi ketempat baju lingerie
Willy mengambil berbagai macam lingerie seksi untuk Gabriel
Gabriel masih fokus memilih-milih dan Willy datang dan langsung memasukkan baju-baju haram itu keranjang Gabriel bahkan Gabriel tak tau sama sekali
Dan ketika dia ingin membayar Gabriel melotot melihat lingerie yang bermacam jenis ada dalam keranjang nya sedangkan Willy tersenyum
"By kamu beli sebanyak itu buat apa?"Ucap Gabriel sambil mencubit tangan Willy
"Biar kita cepat baby sayang"Ucap Willy
"Apa hubungan sih?"Ucap Gabriel
"Ssstttt"Ucap Willy dan dia menutup wajah Gabriel dengan tanganya dan dia maju untuk membayarnya semuanya
Setelah selesai ditempat itu Gabriel pergi ke tempat cosmetics lagi
Hampir setengah sehari mereka berkeliling Mall dan Willy mengajak Gabriel makan siang
"Riel mulai besok kayanya saya akan berkerja sepertinya kamu bakal dirumah sendirian"Ucap Willy
"Hah?kamu kerja? maksudnya seharian gitu?"Ucap Gabriel
__ADS_1
"Iyah"Ucap Willy
"Tapi gak sampai malam kan?"Ucap Gabriel
"Gak tau sih,liat kondisi aja"Ucap Willy
"Gak mau by"Ucap Gabriel dan memeluk tangan Willy dengan erat
"Kenapa?"Ucap Willy
"Gak mau lama-lama ditinggal perginya"Ucap Gabriel
"Kan kamu bisa kekantor aku kan sayang?kamu juga udah gak kuliah lagi"Ucap Willy
"Iyah kamu benar"Ucap Gabriel dan melepaskan pelukannya Willy tersenyum melihat tingkah istrinya
Makanan mereka datang
Gabriel dan Willy makan dengan lahap
Willy merasa tubuhnya panas sampai dia meminum minuman dingin milik Gabriel namun tetap saja panas
"Sayang aku ke toilet dulu yah?"Ucap Willy
"Oh Iyah"Ucap Gabriel
Willy didalam toilet terus membasahi wajahnya dengan air namun tetap saja panas
"Saya kenapa?"Ucap Willy
Ada tangan melingkar memeluk tubuh Willy dan dia kaget dan berbalik ternyata dia adalah Jihan
"Jihan?"Ucap Willy tapi Jihan malah tersenyum
"Apa yang kamu rasakan sekarang Willy?"Ucap Jihan
Willy menelan ludahnya bahkan nafasnya terasa pendek sekarang
Jihan mendekati Willy dan bahkan menyentuh tubuh Willy dan entah kenapa Willy malah gairah nya naik ketika Jihan menyentuhnya
Jihan tersenyum tapi Willy berusaha ingin pergi dan Jihan malah sengaja berdiri didepan pintu membuat Willy tak berani mendekatinya
"Obat itu ternyata berjalan dengan maksimal dikamu Wil?"Ucap Jihan
"Obat apa maksudnya?"Ucap Willy sambil menahan dirinya karena dia benar-benar terangsang sekarang
"Wil lebih baik lepaskan saja daripada kamu tersiksa seperti itu"Ucap Jihan dan berjalan mendekati Willy
"Jangan Jihan!"Ucap Willy
"Aku benar-benar akan hamil anak kamu Willy agar istri kamu yang songong itu tau"Ucap Jihan
"Dan kamar mandi ini juga tidak akan ada yang masuk karena aku sudah meletakan tulisan jika kamar mandi sedang diperbaiki"Ucap Jihan
"Riel?"Ucap Willy lirih
"Ngapain sih manggil dia?lebih baik dengan ada didepan kamu saja"Ucap Jihan
Willy memundurkan tubuhnya sampai dibenturan dengan dinding dan Jihan tersenyum
__ADS_1