
Gabriel minta diantar kekamar dan Willy mengantarnya , Gabriel langsung tiduran dan menyelimuti seluruh tubuhnya dan Willy disuruh Gabriel pergi tapi Willy tidak mau dan dia menunggu disofa sambil terus memperhatikan istrinya
"Andai saja kamu sudah bisa jalan,mungkin kamu akan pergi Riel"Batin Willy
"Riel saya harap kamu jangan berlarut dalam kesedihan"Batin Willy
Gabriel hanya diam dibalik selimut dan Willy juga tak berani mendekati Gabriel
Willy membuka ponselnya sambil mencari sesuatu disana
Tapi ponselnya berdering yang menelpon adalah Prince
"Om Kaka Riel mana?aku kaya gak tenang"Ucap Prince
"Kaka kamu sudah tau semuanya Prince dan sekarang dia hanya diam"Ucap Willy
"Apa?"Ucap Prince
"Apa om perlu bantuan?"Ucap Prince
"Yah"Ucap Willy
"Apa om?"Ucap Prince
"Kamu nanti kesini aja sama Rio"Ucap Willy
"Oke om"Ucap Prince
Dan Willy mematikan ponselnya sepihak
"Semoga saja Rio dan Prince bisa membantuku"Ucap Willy pelan
Willy menatap Gabriel masih saja diam dibalik selimutnya
Willy menarik nafasnya dan menghembuskan nafasnya dengan perlahan
Willy pun berdiri dan menghampiri Gabriel dia duduk didepan Gabriel
"Sampai kapan seperti ini?"Ucap Willy
Gabriel diam tak menjawab
"Apa dengan seperti ini kamu bisa hamil lagi?"Ucap Willy
"Mungkin karena kita tidak diamanahkan anak"Ucap Willy
Gabriel membuka selimutnya dan menatap Willy
"Kamu seperti anak-anak Riel"Ucap Willy
"Aku seperti anak-anak?"Ucap Gabriel sambil tersenyum
"Ya!"Ucap Willy
"Terus kenapa kamu mau menikah dengan anak-anak ini hah?"Ucap Gabriel
"Kamu anggap aku anak-anak?bukan sebagai istri"Ucap Gabriel
"Riel bukan gitu maksud saya"Ucap Willy
"Terus apa hah?oh atau kamu cuma anggap aku keponakan kamu?"Ucap Gabriel
Gabriel duduk dengan susah payahnya dan Willy ingin menolongnya tapi Gabriel menolak nya
__ADS_1
"Kamu istri saya Riel"Ucap Willy
"Really?"Ucap Gabriel yang seperti meragukan Willy
"Kamu bilang aku tadi anak-anak makanya kita gak di amanah kan anak kan?jadi kamu nyalahin aku gitu?makanya aku keguguran?"Ucap Gabriel
"Oh atau ini cuma alasan kamu yah?biar kita berantem terus kamu ceraiin aku dan kamu nikah lagi gara-gara aku cacat sekarang?"Ucap Gabriel
"Riel kok kamu mikirnya makin jauh sih?"Ucap Willy
"Itu benar kan?Gak usah ngelak deh"Ucap Gabriel
"Kalau kamu mau pisahin dari aku bilang jangan bikin Malasah kayagini malah kamu yang kaya anak kecil"Ucap Gabriel
Willy diam sambil menatap Gabriel dia tidak mau menjawab Gabriel karena pasti akan menjadi-jadi
"Kenapa diam? benar kan?"Ucap Gabriel
"Ternyata kamu gak ikhlas menikahi aku,ketika aku cacat kamu malah gini"Ucap Gabriel
Gabriel menatap tajam Willy
"Ternyata kata-kata manis kamu itu gak ada artinya sekarang"Ucap Gabriel
"Stop Riel!"Ucap Willy dengan lantang dan Gabriel bukannya takut tapi dia malah tersenyum miring
"Kenapa marah?aku benar kan?"Ucap Gabriel
"Apa yang kamu katakan itu semuanya salah Riel,saya sangat mencintai kamu,gak ada dipikirkan saya ingin menceraikan kamu cuma gara-gara kamu cacat"Ucap Willy
"Benarkah?"Ucap Gabriel
"Lebih baik akui sekarang saja!daripada nanti kan?aku gak harus sakit hati"Ucap Gabriel
"Saya tau kamu sedang bersedih Riel,tapi kamu gak harus gini Riel"Ucap Willy
"Lepaskan aku!"Ucap Gabriel
"Gak akan kecuali kamu berhenti berbicara aneh"Ucap Willy
"Aneh?apa yang kamu maksud aneh?bukannya kamu sendiri yang bilang aku kaya anak-anak terus makanya kita gak diamanahkan anak kan?"Ucap Gabriel
"Siapa yang salah?siapa yang aneh?kamu mengucapkan itu seakan-akan menyalahkan aku"Ucap Gabriel
"Aku sadar emang aku kaya anak-anak tapi emang bisa sikap kekanakan-kanakkan ku bisa membuat kita gak bisa punya anak?"Ucap Gabriel dengan suara gementar karena menangis
Willy semakin memeluk Gabriel
"Maafkan saya Riel"Ucap Willy
"Kata-kata kamu benar-benar menyakiti hati ku by"Ucap Gabriel
"Aku gak mau maafin kamu"Ucap Gabriel
"Aku gak mau dekat-dekat sama kamu"Ucap Gabriel dan terus mendorong Willy
"Maafkan saya Riel"Ucap Willy
"Aku gak mau maafin kamu,kamu nyalahin aku atas keguguran aku"Ucap Gabriel sambil menangis
Willy melepaskan pelukannya dan menatap Gabriel dan dia menangkup wajah Gabriel tapi Gabriel menepisnya
"Aku emang manja dan kekanak-kanakan apa gara-gara itu aku guguran?apa hubungan hah?"Ucap Gabriel
__ADS_1
"Jika kamu mau punya anak lepaskan aku"Ucap Gabriel
Willy menggelengkan kepalanya
"Aku mau pulang kerumah Papah Mamah"Ucap Gabriel
"Rumah kamu disini Riel"Ucap Willy
"Rumah?rumah apa kamu maksud?"Ucap Gabriel
"Aku mau pulang!aku gak mau tinggal sama kamu"Ucap Gabriel
"Kamu jahat!"Ucap Gabriel
Willy diam dan ingin menyentuh tangan Gabriel tapi Gabriel menghindari nya
"Aku mau pulang!"Ucap Gabriel
"Aku gak mau disini"Ucap Gabriel
"Tapi ini rumah kamu sekarang sayang"Ucap Willy
"Gak!aku mau pulang"Ucap Gabriel
"Tidak!kamu gak bakal kemana-mana"Ucap Willy
"Aku...mau...pulang!"Ucap Gabriel dengan tegas
Willy menggelengkan kepalanya
Gabriel menampar wajah Willy membuat Willy diam sambil menunduk karena dia takut dia akan terbawa emosi
"Aku mau pulang!"Ucap Gabriel dan dia mulai bergerak sendiri sambil menyeret kakinya masih sakit
Sambil menahan sakit nya Gabriel ingin turun dari ranjang nya dan Willy menahannya sambil memeluk Gabriel erat diatas ranjang nya, Willy memeluk Gabriel dari belakang
"Riel kamu istri saya dan ini rumah kamu"Ucap Willy
"Gak!aku bukan istri kamu,kamu bilang aku anak-anak"Ucap Gabriel sambil berontak
"Lepasin aku!aku mau pulang kerumahnya Papah dan Mamah"Ucap Gabriel
"Maafkan saya Riel,saya mohon maafkan"Ucap Willy
"Aku gak butuh minta maaf kamu"Ucap Gabriel
Willy diam dan melepaskan pelukannya dan dia turun dari ranjang membuka lacinya dia mengambil pistol dan dia berdiri tepat didepan Gabriel
Willy melempar kan pistol kedepan Gabriel
"Kamu gak akan pergi kemana-mana kecuali sama saya jika kamu pergi tanpa saya berarti kamu harus buat saya pergi dari dunia"Ucap Willy
Gabriel diam sambil menatap Willy
"Ambil pistol itu!dan tembakan dimana pun yang kamu mau asal saya mati dan baru kamu bisa pergi"Ucap Willy
"Sebentar lagi Rio dan Prince juga datang pas kan?kamu bisa pergi dari sini"Ucap Willy
Gabriel langsung mengambil pistol itu dan mengarahkan ke Willy,membuat Willy tersenyum
Dor!
Satu tembakan dilepaskan oleh Gabriel
__ADS_1