Istri Kecilku Yang Manja

Istri Kecilku Yang Manja
Kabar Willy?


__ADS_3

Disisi Willy


Willy baru saja terkena tembakan tepat ditangan kanannya karena ketika dia beristirahat di villa nya dia tiba-tiba diserang orang beberapa orang bersenjata pistol dan pisau belati dia bersama anak buahnya sudah bisa mengalahkan orang-orang itu tapi salah satu dari mereka bisa lolos bahkan menembak Willy


Ditempat Willy saat ini tidak ada rumah sakit yang ada hanya orang-orang pendalaman yang mengobati dengan obat-obatan tradisional,bahkan peluru yang ada ditangan Willy dikeluarkan tanpa bantuan medis namun dengan cara manual


Willy terus-menerus mengerang kesakitan wajahnya pucat karena terlalu banyak darah keluar


Tapi bukan sekali ini saja Willy terkena tembakan namun hampir sering sekali bahkan ada yang hampir menghilangkan nyawanya


Setengah tubuh Willy diperban dengan sarung bukan perban karena disana benar-benar pendalaman


"Apa aku bisa pulang?"Ucap Willy pada orang yang sudah mengobatinya


"Kamu belum bisa pulang sekarang,mungkin 3-5 hari lagi baru bisa"Ucapnya


Umurnya masih sangat muda dia berumur 25 tahun,dia juga memiliki paras wajah yang cantik yang alami, dia bermana Jihan


Willy benar-benar hampir tak bisa menggerakkan tubuhnya karena tenaga sudah terkuras untuk perkelahian tadi dan juga menahan sakit saat diobati oleh Jihan


"Riel maafkan aku,aku tidak bisa menepati janji ku untuk pulang tepat waktu"Batin Willy


Willy juga bukan pertama kali nya kesini dia sudah hampir 5 kali kesini sejak pembantai keluarga Aiden karena dari penyelidikan dari Gio dan dirinya kemungkinan besar mereka membangun markas disekitar sana,dan Willy jika kesini pasti ada saja luka pada tubuhnya dan Jihan lah yang selalu mengobati Willy


"Jihan selama kalian tinggal disini apa para mafia itu bertindak jahat pada kalian"Ucap Willy


"Tidak,Malah mereka sangat baik,mereka sering memberikan makanan pada kami semua"Ucap Jihan


"Tapi kami kurang paham kenapa mereka selalu ingin menghabisi kalian"Ucap Jihan lagi


"Kamu tau dimana tempat markas mereka?"Ucap Willy


"Kami tidak ada yang tau,karena mereka biasanya datang begitu saja tanpa tau dari mana"Ucap Jihan


Willy mengepalkan tangannya


"Sering sekali aku kesini tapi sampai saat ini aku belum tau markas mereka dimana"Batin Willy


Jihan terus saja menatap Willy sedangkan Willy masih saja berpikir


"Apa kamu sudah mendingan?"Ucap Jihan


"Ya!"Ucap Willy singkat


"Aku akan menginap disini,aku khawatir dengan keadaan mu"Ucap Jihan


"Baiklah"Ucap Willy


Villa yang tepati Willy bukan villa yang mewah melainkan hanya rumah yang terbuat dari kayu bahkan disana masih belum ada listrik


"Mas?"Ucap Jihan,Jihan memang memanggil Willy dengan sebutan mas jika saja seandainya Gabriel tahu pasti dia akan mengamuk


"Ya"Ucap Willy


"Apa kamu sudah memiliki pacar?"Ucap Jihan

__ADS_1


"Tidak ada"Ucap Willy


"Benarkah?"Ucap Jihan


"Ya!"Ucap Willy


"Tapi sudah memiliki istri"Ucap Willy dengan senyum manisnya


Senyum Jihan pudar dari wajah cantiknya


"Sepertinya kamu sangat bahagia Mas menikah dengan istrimu"Ucap Jihan


"Tentu,dia memang bukan wanita yang jago masak,jago bersih-bersih dll tapi entah kenapa dia sangat istimewa Dimata saya"Ucap Willy


Jihan hanya tersenyum tipis


Disisi Gabriel


Mereka sampai dan Prince menggendong Gabriel masuk karena Gabriel tertidur Gabriel langsung dibawa kekamarnya


"Apa terjadi?"Ucap Arka


Gio menjelaskan semuanya dan semuanya kaget


"Apa?ada ingin mengincar nyawa putri ku?"Ucap Arka


"Mereka sudah mulai menyatakan perang!"Ucap Arka


"Honey aku mohon,jangan buat aku gelisah memikirkan kalian semua"Ucap Hana


"Anak buah yang sudah terlatih perintah kan untuk menjaga rumah utama ini Gio"Ucap Arka


"Baik Arka"Ucap Gio


"Dan Rio kamu ajari Tiara untuk bela diri agar dia bisa menjaga dirinya"Ucap Arka


"Kenapa aku Om?"Rio


"Jika Prince yang saya perintahkan,malah Tiara akan menjadi wanita lemah"Ucap Arka


"Tiara kamu saya tidak usah lagi berkerja mulai besok kamu akan berlatih dengan Rio"Ucap Arka


"Baik Pah"Ucap Tiara


Prince hanya diam dia tak berani membantah jika Papahnya sedang serius


Gabriel meracau tak karuan lagi karena efek alkohol tadi dan Hana mencium bau alkohol dari mulut Gabriel


"Dia minum lagi"Ucap Hana


Arka memijat pangkal hidungnya


"Menurutku kejadian tadi tidak perlu dikatakan pada Kaka Mah,Pah"Ucap Prince


"Aku takut dia akan mengurung diri lagi, apalagi saat ini Om Willy lagi gak ada"Ucap Prince

__ADS_1


"Ya kamu benar"Ucap Arka


"Jika aku panggilkan Nissa pasti dia akan mengomel lagi kan?karena Gabriel untuk yang ketiga kalinya Willy tidak ada"Ucap Arka


"Hubby!!"Teriak Gabriel dan dia langsung terbangun dan duduk


Hana langsung memeluk Gabriel


"Mah aku mimpi hubby tertembak!"Ucap Gabriel


"Itu hanya mimpi buruk Gabriel"Ucap Hana


"Tapi ini kaya nyata Mah"Ucap Gabriel


"Pah Hubby gimana kabar nya disana?aku hubungin dia gak bisa-bisa"Ucap Gabriel


"Papah juga masih belum tau kabar dari dia Riel"Ucap Arka


Gabriel memegangi kepalanya yang terasa pusing


"Kamu minum lagi?"Ucap Hana


Gabriel diam dan Hana merebahkan nya lagi


"Sayang ingat apa kata auty cerewet kamu itu?kalau kamu masih minum kamu bisa sulit untuk hamil,dan itu akan membuat suami kamu kecewa"Ucap Hana


"Maafin Riel"Ucap Gabriel


"Minta maaf pun gak bakal bisa ngulang waktu Riel"Ucap Hana


"Ini yang terakhir kalinya kamu minum Riel,kalau sampai kamu minum lagi Mamah bakal kecewa sekali sama kamu"Ucap Hana


Gabriel diam


"Arka gua pamit!"Ucap Gio


"Ya"Ucap Arka


"Kamu ganti baju Riel,setelah itu istirahat"Ucap Hana


"Iyah Mah"Ucap Gabriel


"Tiara bisa tidur sama aku?"Ucap Gabriel


Tiara menganggukan kepalanya


"Kaka benaran istirahat,jangan sampai sakit lagi"Ucap Prince


Gabriel hanya mengangguk kepalanya


"Prince permisi"Ucap Prince dan dia pergi dan Rio mengikuti Prince


Arka dan Hana juga pergi


Tiara membantu Gabriel Menganti bajunya dan setelahnya Gabriel kembali tidur begitupun Tiara

__ADS_1


__ADS_2