
Disisi Prince
Prince, Bagus dan Hero tidak menyamar bahkan mereka lebih terbilang lebih berani dengan style mereka masing-masing
Tapi disana tidak ada yang mengenali mereka
"Om kita bakal pesan minuman nih?"Ucap Prince
"Pesan aja nanti om ganti pakai teh yang ada ditas om"Ucap Bagus
"Om bawa teh?"Ucap Prince tak percaya
"Iyah lah saya bawa,kalau auty kamu itu tau saya minum aduh bisa putus burung saya"Ucap Bagus
"Apa sih takut baget sama istri?"Ucap Gio
"Lu belum rasain punya istri sih, apalagi lu gak dikasih jatah aduh sakit nya dunia ini"Ucap Bagus dengan lebaynya
"Banyak ngomong lu,gua pesan dulu"Ucap Gio dan dia pergi untuk memesan
"Om kok tempat nya kaya biasa aja sih?"Ucap Prince
"Kayanya mereka gak ada,mungkin lagi melakukan transaksi ilegal mereka"Ucap Bagus
"Gimana kalau kita ledakin aja nih tempat om"Ucap Prince
"Prince kamu tau orang paling gila yang saya temui itu siapa?"Ucap Bagus
"Siapa?"Ucap Prince dengan polosnya
"Papah kamu tapi setelah kamu ngomong tadi kamu lebih gila"Ucap Bagus
__ADS_1
Prince tertawa
"Tapi kata Papah om loh yang paling gila dipersahabatan kalian"Ucap Prince
"Hah? bisa-bisa orang gila nyebut saya gila"Ucap Bagus
"Om gak sedih gitu?"Ucap Prince
"Kenapa?"Ucap Bagus
"Dikatain gila sama orang gila?"Ucap Prince
"Mau sedih gimana lagi?saya kerja buat orang gila terus saya apa dong?"Ucap Bagus
Prince kembali tertawa dan Gio datang dengan minuman ditangannya
"Tawain apa?"Ucap Gio
"Gila lu Gus"Ucap Gio dan Prince kembali tertawa
Namun tiba-tiba dibelakang Gio ada orang yang mengacungkan pistol mereka bertiga diam tapi saling tatap
"Berani sekali kalian masuk kesini?"Ucapnya
"Kami hanya sedang minum disini apa yang kami takut kan?"Ucap Bagus dengan santai nya
"Kalian anak buahnya keluarga Dhekson kan?"Ucap nya
"Kok tanya sih?"Ucap Prince
Orang itu mengacungkan pistol kekepala Prince
__ADS_1
"Kau putranya Arka kan?"Ucapnya
Dia pun berteriak memanggil teman-temannya tapi dengan cepat Prince memelintir tangan orang itu sampai pistol berada ditangan Prince
Prince juga menendang wajah orang itu membuatnya jatuh kelantai
Para teman-teman nya datang dengan jumlah tak sedikit dan bahkan mereka mengepung Mereka bertiga
Anak buah Prince juga datang namun hanya sedikit karena yang lainnya menunggu diluar sebagai jaga-jaga
"Aduh kalau gua mati konyol gimana istri gua yang lagi hamil?"Ucap Bagus
Prince menatap semua orang itu tanpa ada takut diwajahnya
"Kita tanpa bersusah payah menangkap anak Arka tapi dia datang sendiri"Ucap nya
dengan kelincahan nya Prince Dengan cepat mengambil kursi dan memukulkannya pada kepala mereka ketika ada ruangan mereka berlari agar tidak terkepung lagi
Mereka bertiga menembaki dengan membabi buta Sampai pelanggan disana berlarian keluar
Semuanya berjatuhan tewas ditempat membuat Bagus kesenangan
"Periksa semua ruangan apa masih ada tersisa"Ucap Gio pada anak buahnya
"Kalau semudah ini kita tanpa minta bantuan bodyguard pun bisa menang mudah"Ucap Bagus sombong
Namun Prince tersungkur kelantai
"Prince?"Ucap Gio dan Bagus, ternyata dibelakang Prince masih ada anak buah penjahat itu yang bersembunyi dibawah meja kasir tapi Gio langsung menembak dengan 4 tembakan membuatnya tewas
Prince tertusuk dibagian pinggang dan Gio langsung membawanya kemobil menuju rumah sakit
__ADS_1