
Seminggu berlalu
Disisi Tiara
Dia baru saja pulang berkerja dia membeli makanan untuknya makan malam ini,dan sudah seminggu juga Prince benar-benar menjauhi nya,dia sedih dan selalu bertanya pada Prince tapi Prince tak mau menjawab dia hanya cuek dan menjauhi Tiara
Tiara pulang hanya berjalan kaki tapi dijalan dia bertemu dengan kakek-kakek yang berpapasan dengannya
Kakek itu buta dia berjalan pincan dengan tongkat
Kakek itu hanya mengakatakan jika dia lapar membuat Tiara menghentikan langkahnya dan menghampiri Kakek itu
"Kakek mau kemana?"Ucap Tiara
Kakek itu terkejut mendengar suara seseorang
"Saya juga tidak tau mau kemana"Ucap Kakek itu
"Mau pulang dengan ku kek?"Ucap Tiara
"Tidak usah,aku tidak mau merepotkan orang"Ucap Kakek itu
"Tapi kamu punya makanan?saya sangat lapar"Ucap Kakek itu
"Saya tidak punya uang sama sekali karena hasil saya mengemis dirampas preman"Ucap Kakek itu
Tiara tanpa pikir panjang menyerahkan nasi bungkus yang dia beli untuk makan malam nya pada kakek itu
"Ini untuk kakek,kebetulan aku beli 2 tadi"Ucap Bohong Tiara
"Hah benar kah nak?terima kasih"Ucap Kakek itu pada Tiara
"Kakek bagaimana kita duduk dikursi yang disana itu?"Ucap Tiara menunjuk kursi yang ada dibawah lampu jalan
Kakek itu menganggukan kepalanya dan Tiara membawa nya ke sana
"Kakek makan aja dulu"Ucap Tiara
"Tidak saya akan makan nanti"Ucap Kakek itu
"Kamu pulang kemana?"Ucap Kakek itu
"Jalan perempat yang disana kek"Ucap Tiara
"Kamu pulang jalan kaki?gak takut kenapa-kenapa?"Ucapnya
"Aku udah biasa kok kek kaya gini"Ucap Tiara
"Nama kamu siapa?"Ucapnya
"Namaku Tiara kek"Ucap Tiara
"Kakek akan ingat nama kamu"Ucap Nya
"Kalau begitu kakek permisi"Ucap Kakek itu
"Kakek mau pulang kemana?gimana kalau menginap dirumah ku"Ucap Tiara
"Tidak perlu,dan untuk makanan terima kasih yah"Ucap Kakek dan dia pergi meninggalkan Tiara
Tiara pun juga pulang kerumahnya tapi sebelum dia pulang dia singgah dulu ke supermarket dekat rumahnya untuk membeli mie instan untuknya makan malam ini
Tiara juga membeli roti dan minuman dingin dan memakan rotinya disana sambil duduk tapi orang selalu menjahili nya datang dia adalah Ken
Ken langsung duduk didepan Tiara
"Ngapain lu disini?"Ucap Ken
Tiara tak menjawab dia hanya makan sambil memainkan ponselnya
"Oh ya lu udah gak sama Prince lagi kan?hm udah duga itu sih"Ucap Ken
Tiara menatap Ken
"Dia cuma mainin lu,dia gak beda sama gua bahkan dia lebih kejam,dia buat lu jatuh hati sama dia terus dia tinggalin lu"Ucap Ken
__ADS_1
"Gak mungkin lah Prince mau sama lu,apalagi dengan status keluarga nya"Ucap Ken
Tiara hanya diam tapi ucapan Ken membuat nya berpikir
"Nasib yang malang"Ucap Ken dan dia masuk kedalam supermarket
Tiara benar-benar diam dan dia meletakan kepalanya diatas meja dan dia menangis
"Aku wanita bodoh yang udah percaya sama kamu Prince, seharusnya aku sadar diri bukan malah menerima dia"Ucap Tiara
"Aku benci kamu Prince"Ucap Tiara
Ken kembali dia hanya membeli minuman dan beberapa cemilan
Ken melihat Tiara dia pun duduk lagi dikursi tadi
Ken bukannya menenangkan Tiara tapi dia malah menendang-nendang meja
"Woy lebih lu pergi aja deh!lu buat meja ini kotor karena air mata lu"Ucap Ken
Tiara mengangkat kepalanya dan menatap Ken dengan mata penuh air matanya
"Lu bikin kotor meja aja,nih sapu tangan gue"Ucap Ken menyerahkan sapu tangan pada Tiara
Tiara hanya diam
"Ambil gua bilang!sebelum gua suruh lu hapus air mata lu dengan baju lu"Ucap Ken
Tiara pun mengambilnya
"Hapus air mata lu dulu baru bersihin meja itu"Ucap Ken
Tiara menuruti ucapan Ken
"Kenapa lu bodoh banget sih hah?mau banget sama Prince?"Ucap Ken
"Prince itu lebih jahat dari gua,dia bela-belain lu cuma modus doang tapi apa sekarang setelah dia bosan sama lu dia pergi kan?"Ucap Ken
Tiara berdiri
"Terimakasih sapu tangannya,aku permisi"Ucap Tiara dan dia pergi sambil berlari bahkan sambil menangis
Disisi Gabriel
Gabriel sedang mengerjakan tugas-tugas kuliahnya
Willy dan Gabriel sudah pulang kerumah Willy
Gabriel sudah selesai mengerjakan tugasnya sedangkan Willy masih fokus pada ponselnya dan Gabriel langsung melompat kekasur mereka membuat Willy terkejut
"Hubby aku mau keluar"Ucap Gabriel
"Kemana?ini udah malam"Ucap Willy
"Aku mau keluar,cepat atau gak aku pergi sendiri"Ucap Gabriel
"Emang kamu mau apa keluar?"Ucap Willy
"Apapun soalnya aku bosan"Ucap Gabriel
"Iyah kita keluar"Ucap Willy
Dan mereka pun pergi
"Mau kemana Riel?"Ucap Willy
"Terserah"Ucap Gabriel
"Kamu yang ngajak keluar kok malah terserah sih?"Ucap Willy
"Ya emang terserah"Ucap Gabriel
"Kalau gini kita pulang aja"Ucap Willy
"Kok pulang sih?"Ucap Gabriel
__ADS_1
"Kalau gak tau kemana,lebih baik dirumah"Ucap Willy
"Ya emang terserah,yang penting jalannya sama kamu"Ucap Gabriel
Willy tersenyum karena ucapan Gabriel
"Kita ke restoran mau?atau mau makanan pinggir jalanan?"Ucap Willy
"Restoran aja,tapi aku mau martabak manis"Ucap Willy
"Iyah kita ketempat biasa"Ucap Willy dan mereka langsung meluncur
Mereka pun sampai ditempat martabak manis langganan Willy,mereka pun masuk
"Kamu rasa apa?yang spesial atau gak?eh yang biasa aja deh kan kamu udah spesial"Ucap Willy dan dia tersenyum
Gabriel langsung memukul tangan Willy
"Apaan sih?"Ucap Gabriel sambil mengulum senyumnya
"Aku coklat"Ucap Gabriel
"Oke deh"Ucap Willy dan dia pun memesan dan meninggalkan Gabriel dan disamping Gabriel juga ada sepasang kekasih mereka sangat romantis membuat Gabriel kesal
Willy datang dan duduk didepan Gabriel tapi tatapan Gabriel menatap sepasang kekasih di samping nya dengan tatapan sinis
"Sayang?"Ucap Willy lumayan kencang dan Gabriel menatap Willy sambil menaikkan kedua alisnya
"Ngapain liatin mereka?"Ucap Willy berbisik
"Mereka bikin aku kesel"Ucap Gabriel
"Coba sini"Ucap Willy
"Apa?"Ucap Gabriel sambil mencondongkan tubuhnya dan Willy pun mencium dahi Gabriel membuat kedua orang yang disamping mereka menatap Gabriel dan Willy
"Mau lagi?"Ucap Willy
Gabriel terdiam sambil menyentuh keningnya
Tak lama kemudian pesanan Willy datang
Pasangan yang disamping mereka saling suapan membuat Gabriel semakin kesal dan dia menyuap kasar martabak kedalam mulutnya
Willy geleng-geleng kepala melihat tingkah Gabriel
Willy pun menyodorkan martabak pada Gabriel
"Apa?"Ucap Gabriel
"Saya suapin"Ucap Willy
Gabriel menyuap martabak itu
Willy paham jika Gabriel juga ingin bermanja-manja atau romantis-romantisan
Willy bukan orang romantis tapi dia harus bisa memahami kehendak Gabriel tanpa harus bertanya
"Hubby mau gandeng"Ucap Gabriel
"Buat apa gandeng?kamu pegang kartu ATM ku aja"Ucap Willy dan menyerahkan kartu tanpa batasnya pada Gabriel
Kedua pasangan itu menatap Willy dan Gabriel
"Kamu bisa beli apapun dengan itu bahkan bisa beli restoran ini"Ucap Willy
"Ambil lagi!mana tangan kamu"Ucap Gabriel
"Kenapa?"Ucap Gabriel
"Aku mau tangan kamu,aku butuh pelukan"Ucap Gabriel
"Nanti dirumah yah,soalnya kalau didepan umum takut khilap saya"Ucap Willy
"Aku juga mau kayagitu sayang"Ucap Perempuan disamping Gabriel dengan berbisik
__ADS_1
"Ada sih kartuku tapi kosong"Ucap si laki-laki berbisik juga
Gabriel yang mendengar pun tertawa kecil