
"Riel pulang yuk!Udah mau gelap nih"Ucap Willy
"Gak mau!"Ucap Gabriel
"Kamu emang gak cape?"Ucap Willy
"Gak!kan bisa istirahat"Ucap Gabriel
"Aku deketin kamu yah?"Ucap Willy karena dia masih saja menjaga jarak dari Gabriel
"Gak boleh"Ucap Gabriel
"Sayang aku mau peluk"Ucap Willy dengan manjanya
"By ini ditempat umum jangan kayagitu"Ucap Gabriel
"Gak perduli"Ucap Willy
"Sayang panas gak?"Ucap Willy
"Dingin mana ada panas?makanya aku pakai jaket"Ucap Gabriel
"Aku gerah,lepas baju yah?"Ucap Willy dan ingin melepaskan bajunya dan Gabriel langsung menatap tajam Willy
"Ayo lepas!"Ucap Gabriel
"Kenapa?kok kaya marah gitu?"Ucap Willy pura-pura tak mengerti padahal dia juga memang memancing Gabriel
"Gerahkan?jadi lepas aja"Ucap Gabriel
Willy melepaskan bajunya dan terlihatnya badan sexy Willy membuat wanita-wanita bule disana langsung menatapnya
"Suka kan jadi perhatian gitu?"Ucap Gabriel
"Apa?aku emang gerah sayang"Ucap Willy
"Terserah kamu"Ucap Gabriel dan dia berlari meninggalkan Willy dan Willy mengejarnya sambil memasang kembali bajunya
Gabriel terus berlari sampai dia masuk mobil karena mereka memang sudah berada didekat mobil mereka parkir tadi
Willy juga masuk
__ADS_1
"Kenapa dipasang lagi bajunya?bukannya suka yah diliatin sama cewek-cewek tadi?"Ucap Gabriel
"Sayang aku gak maksud gitu?"Ucap Willy
"Aku mau pulang!"Ucap Gabriel dan dia langsung diam
"Katanya tadi gak..."Ucap Willy terpotong
"Aku...mau...pulang..."Ucap Gabriel tegas
"Oke kita pulang"Ucap Willy
Diperjalanan Gabriel hanya diam bahkan tak mau menatap Willy
"Sayang jangan diam aja"Ucap Willy
"Aku gak ngomong sama orang yang suka cari perhatian"Ucap Gabriel
Willy terdiam karena ucapan Gabriel karena dia berniat untuk Gabriel memeluknya tapi malah sebaliknya
"Maafin aku yah"Ucap Willy ingin menggenggam tangan Gabriel tapi Gabriel menjauhkan tangannya
Sampai di Villa Gabriel langsung turun dari mobil bahkan dia berlari masuk kedalam tanpa menganggap Willy ada
"Aku lebih suka cerewet dan mengomel sayang daripada mendiamkan ku begini"Ucap Willy
Didalam kamar mandi Gabriel sedang bingung karena dia sedang bocor
"Aaa pembalut ku ada tas gimana dong?"Ucap Gabriel
"Kalau minta tolong,aku kan lagi ngambek"Ucap Gabriel
"Sayang...."Ucap Willy sambil mengetuk pintu kamar mandi
"Sayang...."Ucap Willy lagi
"Apaan sih?"Ucap Gabriel dan dia membuka kamar mandinya
Willy menyerahkan pembalut milik Gabriel membuat Gabriel terdiam sambil menatap Willy
"Kamu lagi bocor kan?aku liat dari ****** ***** kamu tadi"Ucap Willy
__ADS_1
"Makasih"Ucap Gabriel pelan dan mengambilnya dan masuk lagi kedalam kamar mandinya
20 menit kemudian Gabriel keluar dengan malu sedangkan Willy duduk dikasur sambil memainkan ponselnya
"Udah selesai mandinya?"Ucap Willy dan Gabriel menganggukan kepalanya
"Gantian"Ucap Willy dan dia masuk kekamar mandi
15 menit Willy keluar dia tak melihat Gabriel dikamar dia pun memakai baju santainya dan turun ke bawah pasti Gabriel sedang makan dibawah
Dan benar saja jika Gabriel sedang makan disana tapi Willy tersenyum melihat ada piring yang sudah Gabriel siapkan untuknya
Willy mencium kepala Gabriel dengan duduk disamping Gabriel
"Sayang kamu siapin ini buat aku?"Ucap Willy
"Siapa lagi?"Ucap Gabriel
"Makasih"Ucap Willy
Mereka hanya makan tanpa berbicara karena Gabriel tak mau berbicara pada Willy
Setelahnya selesai makan Gabriel meninggalkan Willy tapi Willy juga mengikuti Gabriel
Willy terdiam melihat Gabriel membawa selimut dan tidur di sofa
"Sayang kok kamu tidur disofa?nanti kamu sakit mana lagi menstruasi kan?"Ucap Willy
Gabriel tak menghiraukan ucapan Willy dan dia menutupi tubuhnya dengan selimut
Willy mengambil bantal dan guling dan tidur dibawah nya Gabriel
Willy memejamkan matanya dan entah kenapa langsung terlelap dengan mudah sedangkan Gabriel masih terjaga tapi ketika berbalik dia kaget melihat Willy ada dibawah tanpa selimut
Gabriel menjadi tak tega dan dia turun dan ikut tidur dibawah dan menyelimuti tubuh mereka berdua dan Gabriel juga memeluk Willy
Willy terkejut dan terbangun
"Sayang?"Ucap Willy
"Udah sekarang tidur lagi by"Ucap Gabriel
__ADS_1
Willy tersenyum dan membalas pelukan Gabriel