Istri Kecilku Yang Manja

Istri Kecilku Yang Manja
Kerinduan Gabriel


__ADS_3

Tante Tania juga menyuruh Gabriel untuk lebih banyak bergerak jadi menyuruh Gabriel membersihkan halaman rumah nya dengan menyapu saja tapi dia Tante Tania juga ikut membantu nya sedangkan Fiko mencuci mobilnya


"Riel apa boleh Tante tanya?"Ucap Tante Tania


"Tanya aja Tante"Ucap Gabriel


"Kamu suka minum alkohol?"Ucap Tante Tania


Gabriel terdiam sambil menatap Tante Tania dan dia mengangguk kepalanya


"Tapi aku udah gak minum lagi Tante"Ucap Gabriel


"Apa itu salah satu aku gak bisa hamil?"Ucap Gabriel


"No!malah itu bukan penyebab kamu gak bisa hamil tapi Tante cuma tanya"Ucap Tante Tania


"Kamu pernah obat penunda kehamilan?"Ucap Tante Tania


Gabriel langsung menggelengkan kepalanya


"Gak pernah sama sekali Tante"Ucap Gabriel


"Tapi dari periksaan saya tadi kamu seperti pernah meminum obat penunda kehamilan yang sangat keras bahkan bisa membuat kamu benar-benar mandul"Ucap Tante Tania


"Aku gak pernah minum obat seperti itu Tante"Ucap Gabriel


"Mentruasi kamu lancar?"Ucap Tante Tania


"Udah gak lancar sejak aku keguguran bahkan keluarnya itu kaya sedikit-sedikit kayagitu Tan tapi lama kaya semingguan gitu"Ucap Gabriel


"Berarti kita mulai dari kelancaran menstruasi kamu yah"Ucap Tante Tania


Gabriel menganggukan kepalanya


Mereka pun fokus pada pekerjaan mereka lagi sedangkan Fiko dari tadi menatap dari kejauhan keduanya


"Aku ngerasa kaya keluarga bahagia sekarang"Ucap Fiko


"Liat mereka kaya menantu dan mertua sedang ngomong"Ucap Fiko sambil tersenyum


Setelah selesai membersihkan halaman Tante Tania mengajak Gabriel memetik sayuran yang ada disamping rumah karena Tante Tania suka berkebun sekaligus dia juga menanam sendiri tanaman untuk ramuannya


Gabriel mau-mau saja walaupun potensi dia akan menghitam gara-gara ini


Tante Tania hanya menyuruh Gabriel memetik mentimun saja sedangkan tante Tania memetik yang lain nya tapi dia berlari pontang-panting bahkan hasil pentikannya terbalik dan dia bersembunyi dibelakang Tante Tania


"Kenapa sayang?"Ucap Tante Tania


"Udah ulet tan mana gede terus juga dibawahnya ada cacing"Ucap Gabriel dengan ketakutan


"Kamu yang benar?"Ucap Tante Tania dan ingin berjalan mendekati kebunnya tapi Gabriel menahannya


"Tante jangan kesana nanti Tante kenapa-napa"Ucap Gabriel


"Riel Tante cuma mau liat aja kok"Ucap Tante Tania dan Gabriel melepaskan Tante Tania

__ADS_1


dan benar saja jika ada ulat yang lumayan besar dipohon timunnya dia pun mengambil obat pembasmi hama dan menyemprot kannya pada pada seluruh pohon timun nya


"Tante kok cacingnya gak disemprot?"Ucap Gabriel


"Buat apa?kan cacing bikin tanah kita subur"Ucap Tante Tania


"Oh gitu"Ucap Gabriel


"Udah yuk kita masuk,kayanya ini udah cukup"Ucap Tante Tania dan Gabriel berlari kecil mengejar Tante Tania


"Bersihin diri kamu dulu yah, biar Tante aja yang urus ini"Ucap Tante Tania


Gabriel menganggukan kepalanya dan pergi kekamarnya


45 menit kemudian Gabriel kembali dengan baju daster bermotif bunga


"Tante"Ucap Gabriel


"Aku bantu apa?"Ucap Gabriel


"Udah mau selesai semua Riel"Ucap Tante Tania


"Kamu duduk aja disana tuh udah Fiko juga"Ucap Tante Tania


"Iyah Tan"Ucap Gabriel


"Kamu pakai daster bawaan aku?"Ucap Fiko Gabriel mengurucutkan alisnya sambil mendudukkan dirinya


"Bawaan kamu?"Ucap Gabriel


"Oh gitu makasih yah"Ucap Gabriel


"Kamu suka?aku gak salah nih?seorang anak CEO dan istri seorang CEO kaya pakai daster yang harga 40 ribu?"Ucap Fiko


"Emang kenapa?"Ucap Gabriel


"Gak aku heran aja,aku tau Riel harga pakaian kamu itu gak ada yang murah bahkan celana pendek kamu aja mungkin bisa beli ponsel android"Ucap Fiko


"Emang Iyah?"Ucap Gabriel


"Pertama liat baju ini aku emang heran tapi dari pada gak ada kan?"Ucap Gabriel


"Kamu realistis juga yah"Ucap Fiko


Fiko tersenyum menatap Gabriel dan dia juga menggenggam tangan Gabriel tapi Gabriel langsung menjauhkan tangannya


"Maaf..."Ucap Fiko


"Ingat Fiko aku udah bersuami,aku kesini buat dia bukan buat selingkuh dari dia"Ucap Gabriel


"Maaf Riel"Ucap Fiko


Gabriel menganggukan kepalanya


Tante Tania datang dengan membawa makanan ditangannya dan dia menyajikannya Gabriel ingin membantu tapi dia menolaknya takut Gabriel kenapa-napa

__ADS_1


Gabriel termenung lagi melihat makanan kali ini lebih aneh dari tadi yaitu SOP sayur hijau


"Ini apa tan?"Ucap Gabriel


"Kamu juga gak bakal tau Riel kalau Tante Tania jelasin"Ucap Fiko


"Makan aja Riel"Ucap Fiko lagi


Dengan wajah terpaksa Gabriel memakan sayur itu ketika dia merasakan rasanya wajahnya langsung kecut


"Rasanya agak masam Riel"Ucap Tante Tania


"Semakin sedikit kamu tau itu lebih baik Riel"Ucap Fiko


"Papah"Ucap Gabriel pelan


Gabriel hanya bisa menghabiskan setengah nya sisanya dia tidak kuat


"Minuman kamu"Ucap Tante Tania


Gabriel tanpa bertanya langsung meminum minuman itu dia heran karena minuman enak


"Enak Tante rasanya kaya jua semangka gitu"Ucap Gabriel


"Baguslah kalau enak"Ucap Tante Tania


Gabriel dengan cepat menghabiskan minuman nya itu


Setelah selesai makan kali ini Gabriel dan Fiko yang membersihkan tempat Mereka makan


Sedangkan Tante Tania masuk kekamar nya karena paksaan Fiko dan Gabriel


"Riel kamu gak pakai cincin nikah?"Ucap Fiko


"Aku takut dia tau aku disini,karena dicincin itu ada pelacaknya"Ucap Gabriel


"Oh gitu?"Ucap Fiko


"Riel kalau boleh tau,kenapa kamu bisa nikah sama ajudan pribadi kamu sendiri?"Ucap Fiko


"Cerita nya panjang"Ucap Gabriel dan dia meletakkan piring-piring yang sudah bersih dan pergi kekamarnya meninggalkan Fiko begitu saja


Gabriel duduk disisi ranjang dia menatap jam tangan miliknya


"Entah kenapa aku merindukan kamu by"Ucap Gabriel


"Kamu lagi apa by?jangan sampai sakit yah"Ucap Gabriel


"Aku akan pulang kok ketika aku udah benar-benar sembuh"Ucap Gabriel


Gabriel menghapus air matanya yang mengalir membasahi pipinya


"Apa yang dikatakan Laura masih membekas by dibenakku makanya aku mau menerima tawaran ini,agar kamu gak selingkuh dan menerima anak dari wanita lain"Ucap Gabriel


Gabriel menatap jendela air matanya tak henti keluar karena dia benar-benar merindukan suami dan keluarga nya

__ADS_1


__ADS_2