
Disisi Gabriel
Gabriel baru saja sampai dirumah sepupu Fiko
Rumahnya lumayan bagus dengan desain Eropa yang kental namun rumah itu berada didalam hutan sebenarnya Gabriel tidak mau masuk karena hutannya memang sangat seram apalagi jika dimalam hari tapi Fiko menyakinkan Gabriel dan akhirnya dia mau
"Ayo masuk"Ucap Fiko
Gabriel mengikuti Fiko dibelakang Gabriel hanya dibelakang Fiko membuat Fiko tersenyum dengan tingkah Gabriel
"Tante aku datang!"Ucap Fiko
"Tante!"Panggil Fiko lagi
"Apa sih? teriak-teriak gak sopan banget?"Ucapannya yang datang dari dapur
Gabriel semakin bersembunyi dibelakang Fiko
"Ada tamu nih"Ucap Fiko dan menatap Gabriel
Dia tersenyum melihat Fiko datang dia menengok Gabriel yang bersembunyi dibelakang Fiko
Dia sepupu Fiko tapi Fiko biasa memanggil nya Tante Tania,dia sudah berumur 43 tahun namun dia masih terlihat sangat muda karena dia suka meminum ramuan racikannya sendiri dan juga pintar merawat dirinya tapi dia tidak memiliki suami
"Kamu kenapa bersembunyi?saya memang tinggal di hutan tapi saya bukan hantu kok"Ucap Tante Tania
Gabriel tersenyum canggung dan mulai memberanikan dirinya muncul
"Cantiknya"Puji Tante Tania
"Jelaslah Tante tapi sayang istri orang bukan jodohnya Fiko"Ucap Fiko
Tante Tania tersenyum tipis
"Nama kamu siapa?"Ucap Tante Tania
"Gabriel Tante"Ucap Gabriel pelan
"Tante seperti nya dia malu ketemu Tante"Ucap Fiko
Tante Tania mendekati Gabriel dan memeluknya
"Malu kenapa sih?"Ucap Tante Tania dengan lembut
"Aku belum terbiasa aja Tante"Ucap Gabriel
"Oh gitu yah?"Ucap Tante Tania
"Kalian istirahat aja dulu yah,pasti kalian cape kan gara-gara perjalanan yang jauh?"Ucap Tante Tania
"Iyah Tan"Ucap Fiko
Tante Tania membawa Gabriel kekamar yang sudah dia siapkan karena Fiko sudah menghubungi jika dia akan datang dengan Gabriel
Tante Tania memang orang yang sangat lemah lembut dan penyanyang
"Kamu istirahat yah,saya mau siapin makan siang dulu"Ucap Tante Tania
"Tunggu Tante"Ucap Gabriel dan dia menarik tangan Tante Tania
"Tante apa aku bisa hamil lagi?"Ucap Gabriel
"Saya gak bisa pastikan Gabriel tapi saya akan bantu kamu sebisa saya"Ucap Tante Tania
"Aku bakal bayar Tante berapa pun asal Tante bisa buat aku hamil Tante,aku benar-benar frustasi gara-gara gak hamil"Ucap Gabriel
"Gabriel keahlian seseorang tidak bisa kamu hargai dengan uang"Ucap Tante Tania
"Tapi saya akan usahakan yah"Ucap Tante Tania
"Pengobatan ini apa akan lama Tante?"Ucap Gabriel
__ADS_1
"Saya tidak bisa pastikan Gabriel karena sama menyembuhkan orang yang sedang sakit kita tidak tau harus berapa lama dia sembuh"Ucap Tante Tania
Gabriel diam sambil mengangguk kepalanya
"Intinya kamu harus sabar dan ikutin apa kata saya yah"Ucap Tante Tania
"Iyah Tante"Ucap Gabriel
"Saya ke dapur dulu yah"Ucap Tante Tania
"Aku bantu ya Tan"Ucap Gabriel
"Gak usah kamu istirahat aja yah"Ucap Tante Tania
"Tapi..."Ucap Gabriel terpotong
"Istirahat Gabriel"Ucap Tante Tania
"Iyah"Ucap Gabriel
Jam sudah menunjukkan pukul 12.46 waktu Paris
Mereka makan siang bersama dirumah Tante Tania
"Gabriel kamu benar-benar cantik pantas saja Fiko suka kan sama kamu?"Ucap Tante Tania
Gabriel tersenyum canggung sedangkan Fiko hanya bersikap santai
"Tante jangan bahas itu nanti Riel ngajak pulang lagi?"Ucap Fiko
Tante Tania tertawa
"Maafin Tante ya Riel"Ucap nya
Gabriel menganggukan kepalanya
"Kamu nikah muda Riel?"Ucap Ucap Tante Tania
"Iyah Tante"Ucap Gabriel
"Beberapa bulan yang lalu aku mengalami kecelakaan Tante sampai buat aku koma selama sebulan lebih dan pada saat bersamaan aku sedang hamil"Ucap Gabriel dengan suara gementar menahan tangis dan Fiko mengelus punggung tangan Gabriel
"Aku mengalami keguguran karena aku mengalami benturan yang keras diperut ku dan beberapa gak lama ini aku mendekat kekerasan dari seseorang dia menendang perut ku dengan kuat sampai rahim ku benar-benar mengalami perubahan pada posisinya"Ucap Gabriel
"Tunggu?kekerasan?"Ucap Fiko
"Ya"Ucap Gabriel
"Suami kamu gimana Riel?kok bisa-bisanya kamu mengalami kekerasan dan sampai buat kamu gini?"Ucap Fiko
"Ada sesuatu yang terjadi pada kami saat itu jadi dia gak bisa dekatin aku"Ucap Gabriel
"Obat perangsang?"Ucap Tante Tania
Gabriel menganggukan kepalanya
"Saya akan usahakan semampunya buat bantu kamu sayang"Ucap Tante Tania
"Aku mohon Tante buat aku hamil lagi,aku gak mau mandul,ini sama aja kaya aib untuk suami dan keluarga ku"Ucap Gabriel
"Mulai besok pengobatan sudah kita mulai yah,langkah pertama kamu yaitu bangun pagi"Ucap Tante Tania
Gabriel menganggukan kepalanya
Setelah selesai makan Gabriel membantu Tante Tania membersihkan bekas makan mereka karena dia tidak ada pembantu disana
Gabriel sudah mulai akrab dengan Tante Tania karena Gabriel orang mudah akrab begitupun sebaliknya
Keesokan harinya
Jam menunjukkan pukul 06.00 pagi waktu Paris tapi Gabriel masih belum bangun bahkan dia masih tertidur pulas karena dia tidak bisa tidur tadi malam karena terbiasa tidur sambil memeluk Willy
__ADS_1
Tante Tania masuk kamar Gabriel dia gelang-gelang kepala melihat Gabriel masih tertidur
"Riel bangun"Ucapnya dengan lemah lembut sambil mengelus kepala Gabriel
"By peluk aku,aku gak mau bangun"Ucap Gabriel tapi matanya masih terpejam
Tante Tania tersenyum
"Riel ini saya Tante Tania bangun ayok"Ucap Tante Tania
Gabriel membuka matanya dia langsung duduk karena kaget
"Tante?"Ucap Gabriel
"Maaf Tante Riel kesiangan yah?"Ucap Gabriel
"Hampir"Ucapnya sambil tersenyum
"Aku siap-siap dulu Tante"Ucap Gabriel dan dia berlari masuk kekamar mandi
Setelah selesai siap-siap Gabriel langsung mencari pakaian yang sudah disiapkan oleh Tante Tania
Dia tercengang melihat baju yang ada dilemari banyak baju sederhana bahkan ada daster
"Baju apaan ini?"Ucap Gabriel
"Gak boleh ngeluh!"Ucap Gabriel lagi dia langsung mencari baju yang dia suka dan langsung memakannya
Gabriel berlari lagi tapi ternyata masih Fiko dan Tante Tania sudah duduk dimeja makan menunggu nya
"Riel sarapan dulu"Ucap Tante Tania
Gabriel dengan malu-malu berjalan mendekati keduanya
"Maaf Tante aku kesiangan"Ucap Gabriel
"Gak papa Riel"Ucap Tante Tania
"Udah kita sarapan dulu"Ucap Tante Tania
Gabriel terdiam melihat sarapannya yang beda sendiri
Lebih banyak sayuran hijau yang bahkan dia tidak pernah liat bahkan memakan
"Riel kamu sarapan itu yah,soalnya baik untuk kesehatan luar dan dalam"Ucap Tante Tania
Dengan berat hati Gabriel mengiyakan dan memakan sayuran sudah dimasak oleh Tante Tania
Wajah Gabriel tidak bisa dikondisikan karena rasanya memang asing dimulutnya
Mereka pun sarapan bersama setelah selesai sarapan tante Tania memberikan minuman ramuan pada Gabriel
"Minum yah,ya rasanya agak pahit sih"Ucap Tante Tania
Gabriel mencium minuman itu wajahnya kembali kecut membuat Fiko dan Tante Tania menahan tawanya
Dengan mengambil nafas sebanyak-banyaknya Gabriel mulai berusaha memasukan minuman itu kedalam mulutnya
1 kali tegukan masih bisa dia tahan rasa pahit yang teramat
"Apa aku bakal kuat lewatin ini?"Ucap Gabriel dalam hati
"Ini bisa dicicil gak Tante minumnya?"Ucap Gabriel
"Harus dihabiskan sayang kalau buat siang nanti minum kamu bukan ini lagi"Ucap Tante Tania
"Apa?"Ucap Gabriel terkejut
Fiko tertawa kecil melihat wajah Gabriel
Gabriel kembali berusaha meminum minuman itu sampai dia ingin muntah tapi dia tahan setelah minuman habis dia langsung berlari mencari gula karena mulutnya benar-benar sangat pahit
__ADS_1