
Prince dan Rio sampai dikantor Arka dan pas sekali Arka dan Riko baru saja keluarga dari kantor mereka dan bertemu mereka di lift
"Pah!"Ucap Prince
"Akhirnya kalian datang!"Ucap Riko
"Kenapa Pi?"Ucap Rio
"Kita keatas!"Ucap Arka
Dan mereka pun masuk lagi ke lift
Mereka sudah diruangan Arka
"Baru saja kami mendapat kan kabar jika mereka sudah mulai bergerak!"Ucap Arka
"Papah tau markas mereka?"Ucap Prince
Arka menganggukan kepalanya
"Kenapa kita semua hanya diam? bukankah kita bisa menyerang mereka sekarang?"Ucap Rio
"Tidak bisa Rio, Raihana dan om Willy sedang kurang fit jika kita bergerak gegabah akibat nya bisa fatal"Ucap Riko
"Terus apa yang harus kita lakukan?tunggu mereka menyerang kita lagi?"Ucap Prince
"Oh ya mereka juga tadi ada mengirim pesan padaku"Ucap Prince dan menyerahkan ponselnya pada Arka
Arka dan Riko sama-sama menatap Rio membuat Rio kebingungan
"Kenapa natap aku kayagitu?"Ucap Rio
"Nyawa kamu dalam bahaya!"Ucap Arka
"Kenapa aku?kan yang dichat Prince"Ucap Rio
"Ini hanya simulasi,saat kita menjaga Prince dan kita semua lengah terhadap kamu dan mereka dengan mudah menghabisi kamu"Ucap Arka
Rio tertawa
"Om Pi?aku Rio putra tunggal Riko Wijaksono apa dengan mudah membunuhku?bahkan mendengar nama ku apalagi Papi pasti mereka berpikir 2 kali"Ucap Rio
Prince hanya diam menatap Rio
"Mulai saat ini lu Rio jangan pernah jauh-jauh dari gua!kemana pun kalau bisa berak pun lu sama gua"Ucap Prince
"Lu gila hah?"Ucap Rio
"Ini serius Rio"Ucap Riko
Rio diam sambil menatap satu-persatu orang yang didepannya
"Pa aku takut dengan ka Riel dan juga Mamah"Ucap Prince
"Papah juga Prince"Ucap Arka
Riko menatap Arka dan Prince dengan tatapan heran
"Kalian takut?jangan buatku menyebut kalian pengecut!"Ucap Riko
"Arka bukankah sudah lama tidak berseru hebat dengan para musuh-musuh yang belum tahu siapa kita?"Ucap Riko
"Aku sangat ingin Om tapi keadaan Hana yang membuatku khawatir"Ucap Arka
"Jika Hana kenapa-napa maka aku sendiri yang akan membuat mu menyusulnya saya tau kamu tidak akan bisa hidup tanpa dia kan?"Ucap Riko
"Jangan jadi pengecutlah,kita buat damai lagi keluarga kita"Ucap Riko
__ADS_1
Arka menatap Prince dan menepuk pundak putranya itu
"Baik Om!"Ucap Arka
Riko dan Rio tersenyum bahkan ketika mereka tersenyum sangatlah mirip
"Kita tunggu Willy sehat maka kita akan adakan rapat dimarkas"Ucap Arka
Mereka menganggukkan kepalanya
Disisi Willy
Willy terbangun dia tertidur setelah meminum obat dia mencari keberadaan Gabriel karena Gabriel tidak ada dikamar
"Sayang!"Ucap Willy dan mulai gelabakan
Willy ingin berdiri tapi kepalanya entah kenapa sangat pusing dia pun merebahkan dirinya lagi
"Sayang kamu tinggalin aku?"Ucap Willy sambil memegangi kepalanya
Disisi Gabriel
Gabriel sedang bermain dengan Widis di rumah Widis
"Widis 1+1\= berapa?"Ucap Gabriel
Widis menggonggong 2 kali membuat Gabriel Tertawa
"Wah anak Papap pintar banget"Ucap Gabriel dan menggendong Widis seperti bayi
"Papap kamu udah bangun belum yah?dia tidur udah 2 jam loh"Ucap Gabriel
"Biarin aja lah dia istirahat"Ucap Gabriel
"Oh iya Widis kamu tau gak?Papap kamu itu 2 bulanan ini manjanya minta ampun loh?kenapa yah?"Ucap Gabriel
"Malah diam aja!jawab dong?biar aku gak ngomong sama anjing"Ucap Gabriel
Widis menggonggong dan Gabriel tertawa
"Hehe maaf iya kan kamu emang anjing makanya gak bisa jawab yak?"Ucap Gabriel
"Dia 2 hari lalu bentak aku terus aku cuekin malah demam kan?ditinggal dikit aja bisa nangis kaya anak kecil"Ucap Gabriel
"Nih kalau dia bangun aku gak ada bisa nangis kaya anak kecil minta susu"Ucap Gabriel
"Kamu nanti kalau udah punya istri terus anak jangan manja-manja sama istri Widis nanti istri kamu sakit kepala"Ucap Gabriel
"Oh ya Widis anjing tipe kamu gimana?"Ucap Gabriel
Widis mengangkat tangannya menyentuh mulut Gabriel seakan-akan menutup mulut Gabriel menyuruhnya diam
"Kamu nyuruh aku diam?"Ucap Gabriel dan memeluk gemas Widis
"Ya sudah,aku udah bosan ngomong sama kamu soalnya kamu cuma diam aja"Ucap Gabriel dan menurunkan Widis dia memanggil pelayan untuk membawa Widis kekandangnya
Gabriel naik kekamarnya dia menengok Willy bahkan dia berjalan perlahan dia mengira jika Willy masih tidur tapi Gabriel terdiam membeku karena Willy tiba-tiba duduk
"By..."Ucap Gabriel dengan senyum dipaksa
Willy hanya diam menatap Gabriel dan Gabriel menghampirinya dan Willy memeluk Gabriel dan menangis
"Kamu kenapa aja sayang?aku kangen pengen peluk"Ucap Willy seperti anak kecil
"By..."Ucap Gabriel sambil mengelus-elus rambut Willy
"Kamu kemana kok tinggalin aku sendirian dikamar?"Ucap Willy sambil terus menangis
__ADS_1
"Aku kangen pengen peluk kamu"Ucap Willy
Gabriel tertawa kecil melihat suaminya seperti anak kecil merengek pada nya
"Aku tadi main sama Widis by soalnya aku bosan"Ucap Gabriel
"Kamu bosan sama aku?"Ucap Willy
"Bukan gitu by,aku bosan disini apalagi kamu juga tidur"Ucap Gabriel
"Maafin aku yah"Ucap Gabriel dengan lembut
Willy menganggukan kepalanya sambil memanyunkan bibirnya
"Astaga by aku kaya punya bayi bukan suami"Batin Gabriel
Disisi Rio
Rio sudah pulang kerumahnya tapi dia ingin keluar lagi
Rio keluar dengan celana pendeknya dan juga Hoodie dia ingin pergi ke supermarket terdekat menggunakan motor kesayangannya
Setelah selesai membeli dia pun pulang tapi tak disangka ada beberapa mobil yang mengikuti nya dia bisa melihat dari spion dia langsung tancap gas
"Benar prediksi Ka Arka dan juga Papi ternyata aku yang mereka incar,tapi bukan Rio Wijaksono dengan motornya kalau gak bisa kabur"Ucap Rio
Rio dengan lincah menyalip mobil bahkan truck sampai mereka kehilangan jejak Rio
Rio tertawa karena mereka sudah tidak ada dibelakang Rio dia pun sampai rumah dengan selamat
Seminggu berlalu
Willy sudah sembuh bahkan dia sudah bisa pergi kekantor dan selesai sudah Gabriel menghadapi kemanjaannya Willy
Willy sedang dimarkas dengan yang lainnya
"Bagaimana pun kalau kita diam! bisa-bisa kita terancam!"Ucap Hero
"Aku juga sependapat dengan Hero"Ucap Gio
"Menurutku keluarga kita akan aman-aman saja"Ucap Gio
"Begini saja kita buat kekacauan dia markas mereka agar semua anak buahnya yang ada disini kesana agar tidak ada yang tersisa atau bahkan bala bantuan untuk mereka"Ucap Willy
"Itu ide yang bagus!"Ucap Prince dan Rio menjawab
"Biar kamu yang lakukan kekacauan itu"Ucap Prince
"Itu sangat bahaya"Ucap Bagus
"Kenapa om?kalau penyerangannya menggunakan helikopter bagaimana?tenang saja aku dan Prince bisa kemudian helikopter"Ucap Rio
"Bagaimana semuanya?"Ucap Prince
"Selagi mereka kalut kita Serang mereka"Ucap Gio
"Bukan ide yang buruk"Ucap Arka
"Lakukan saja!"Ucap Arka
Rio dan Prince berkompak dan mereka tersenyum
"Rioprin beraksi!"Ucap Hero
"Kalau berhasil nanti jalan lupa minta foto ya om ke kami"Ucap Rio
"Siap"Ucap Hero
__ADS_1