
5 bulan berlalu
Sejak kejadian itu Gabriel sering sakit pada bagian perutnya beberapa bulan terakhir sampai dia sering pingsan tapi pada bulan kelima menuju keenam dia sudah mulai tak sakit lagi
Gabriel sedang duduk dikamarnya sambil melamun dia benar-benar sangat ingin pulang sekarang karena dia sangat merindukan keluarga besarnya apalagi suaminya
"Mah,Pah Riel kangen"Ucap Gabriel
"By....aku sangat merindukan mu"Ucap Gabriel
Gabriel mengelus jam tangan yang dia bawa saat itu sambil menangis dia menyebut nama Willy
"By...aku sangat ingin ketemu kamu hiks hiks"Ucap Gabriel sambil sesegukkan
Gabriel berjalan keluar menuju balkon kamar dia menatap langit yang malam yang penuh bintang di Paris
"5 bulan aku tahan kerinduan ku pada kalian dan semoga saja sebulan lagi aku bisa pulang"Ucap Gabriel
"Aku gak memikirkan jika aku jauh dari kalian dalam waktu yang cukup lama"Ucap Gabriel
"By kamu lagi apa sekarang"Ucap Gabriel sambil menatap langit
Disisi Willy dia juga sama dengan Gabriel duduk di balkon sambil menatap langit malam
"Sayang kamu sedang apa?"Ucap Willy kata-kata tadi benar terucap bersamaan,air mata Willy juga luruh dia benar-benar sangat merindukan Gabriel bahkan dia hampir setiap hari mencari Gabriel sendiri tapi usahanya sia-sia
Mereka sama-sama menatap langit malam,mereka memang jauh tapi secara tidak langsung langit dan bintang adalah saksi pengucapan rindu Willy dan Gabriel
"Aku masih menunggumu pulang Riel"Ucap Willy
Disisi Gabriel
"Aku masih belum sembuh by jika aku sudah sembuh aku akan pulang dan membawa kabar yang bagus"Ucap Gabriel
Disisi Willy
"Andai kamu tau sayang selama 5 bulan ini aku benar-benar tidak tau arah hidupku,aku mohon pulanglah"Ucap Willy
Disisi Gabriel
"Jaga kesehatan by jangan sampai sakit, sebentar lagi aku akan pulang"Ucap Gabriel
Langit dan bintang juga jadi saksi percakapan keduanya
Willy berteriak menyebutkan nama Gabriel menyuruh nya pulang sedangkan Gabriel hanya menyebutkan nama Willy jika dia rindu dengan nada lirih
Keesokan harinya
Gabriel sudah bangun,dia sudah terbiasa bangun pagi dan dia menyiapkan sarapan bersama Tante Tania untuk mereka bertiga sarapan pagi ini
__ADS_1
Setelah masakan siap mereka sarapan bersama berkat Tante Tania juga Gabriel menjadi bisa masak karena Tante Tania
Selama makan Gabriel hanya diam sambil menikmati masakannya
"Riel kamu mau jalan-jalan lagi kaya kemarin?"Ucap Fiko
"Gak usah Fiko aku mau disini aja,aku mau olahraga biar badanku makin bugar gak sakit-sakitan lagi"Ucap Gabriel
"Bukannya olahraga makin tambah badan makin sakit?"Ucap Fiko
"Aku mau di rumah aja"Ucap Gabriel
"Kamu kenapa Riel?"Ucap Fiko
"Aku gak papa"Ucap Gabriel
"Beneran?"Ucap Fiko
"Iyah Fiko"Ucap Gabriel dengan malas
Fiko menatap Gabriel
"Riel kamu saya liat-liat makin cantik,kulit kamu makin bercahaya gitu"Ucap Fiko
"Benarkah?bukannya aku selalu berkebun masa iya kulitku makin bercahaya?"Ucap Gabriel
"Aku gak bohong tau coba tanya Tante"Ucap Fiko
"Kamu emang cantik sejak kamu kesini Riel"Ucap Tante Tania
"Makasih Tante"Ucap Gabriel
"Riel kamu sudah ingin mau pulang?"Ucap Fiko
"Sangat"Ucap Gabriel
Fiko menatap Tante Tania dan Tante Tania hanya tersenyum tipis dia tau jika Fiko pasti akan sakit hati jika Gabriel pulang
Gabriel tetap makan khitmatnya sedangkan Fiko menatap nya
"Rasanya baru kemarin Riel kita datang kesini dan gak lama lagi kamu bakal pulang kerumah suamimu"Ucap Fiko dalam hati
Setelah selesai sarapan Gabriel membersihkan bekas mereka makanan mereka dan Gabriel ingin jalan-jalan ke kota yang memang sangat dia sangat rindu suasana kota dan tentu Fiko juga menemani Gabriel
1 jam perjalanan akhirnya mereka sampai kota
"Fiko kalau kita ke Villa suami ku sebentar aja boleh?"Ucap Gabriel
"Buat apa?kamu mau pulang?kan pengobatan kamu belum selesai?"Ucap Fiko
__ADS_1
"Aku sangat merindukan suami ku Fiko"Ucap Gabriel
"Tahan Riel,kalau seandainya kamu pulang bisa-bisa kamu gak bakal balik lagi dan nyawaku bisa melayang"Ucap Fiko
"Iyah juga yah?kalau seandainya kita liat dari jauh aja gimana?"Ucap Gabriel
"Itu terlalu berisiko Riel"Ucap Fiko
"Terus gimana Fiko?aku benaran gak bisa tahan lagi ketemu suamiku"Ucap Gabriel
"Riel kamu mau hamil buat siapa?kalau kamu pulang apa yang kamu lakukan gagal"Ucap Fiko
Gabriel diam sambil menatap Fiko
"Aku gak mau gagal Fiko"Ucap Gabriel
"Makanya kamu harus nurut Riel"Ucap Fiko
Gabriel menganggukan kepalanya
"Kita jalan-jalan aja Riel,pakai sepeda seru juga kayanya"Ucap Fiko
"Sepeda?"Ucap Gabriel dengan wajah ketakutan
"Iyah Riel!kenapa?kamu takut?"Ucap Fiko
Gabriel menggelengkan kepalanya
"Kita naik sepeda yah"Ucap Fiko
Gabriel menganggukan kepalanya
Fiko pun memarkirkan mobilnya dan mereka turun dan menyewa sepeda yang ada disana
Gabriel hanya diam sambil memegangi sepedanya sedangkan Fiko sudah menaiki sepeda nya
"Riel kamu kenapa gak naik?"Ucap Fiko dia tidak tau jika Gabriel tidak bisa menaiki sepeda bahkan dia sangat takut naik sepeda
"Kamu kenapa?"Tanya Fiko lagi
"Aku gak bisa naik sepeda Fiko"Ucap Gabriel pelan
Fiko tertawa kecil
"Ya sudah kita naik sepeda yang bisa dinaiki berdua yah"Ucap Fiko
Fiko pun mengganti sepedanya
Gabriel kali ini bisa naik dan mereka berkeliling menaiki sepeda itu
__ADS_1
Gabriel tidak takut sama sekali bahkan dia merasa senang bisa naik sepeda walaupun harus sepeda yang bisa dinaiki berdua
Gabriel mengayuh sepeda nya dengan sangat semangat sampai dia tidak tau jika Fiko tidak bisa mengendalikan nya dan hampir saja menabrak sepasang kekasih dan ketika mereka menoleh Fiko dan Gabriel terdiam bahkan Gabriel menatap dengan tatapan yang sangat dalam pada sepasang kekasih itu