Istri Kecilku Yang Manja

Istri Kecilku Yang Manja
Menjenguknya


__ADS_3

Noah menggandeng tangan Gabriel sambil melompat kesenangan bahkan dia sesekali menatap Gabriel lalu dia tertawa


"Dimana ruangan Mamah kamu de?"Ucap Gabriel


"Sebentar lagi kita sampai ka"Ucap Noah


Willy dan Gabriel terdiam melihat ruangan yang dimaksud Noah ternyata adalah ruangan Jenazah


Gabriel berjongkok didepan Noah lagi


"Noah kamu yakin ini ruangan Mamah kamu?"Ucap Gabriel


"Iyah,ini ruangannya Mamah tadi dibawa kesini"Ucap Noah


Gabriel menatap Willy


"Tapi Mamah dibawa dalam keadaan tidur"Ucap Noah


"Coba kita masuk saja"Ucap Willy


Mereka pun masuk ada 2 jenazah didalam sana dan Noah menunjuk salah satunya dan Gabriel mengelus kepala Noah


"Keluarga kamu selain Mamah mana Noah?"Ucap Gabriel


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka ternyata Tante dan omnya Noah datang


Mereka langsung mengambil Noah dan menggendong nya


Willy dan Gabriel diam sambil menatapnya


"Maaf sudah merepotkan"Ucapnya


"Kalau boleh tau Mamah Noah meninggal karena apa?"Ucap Gabriel


"Karena melahirkan"Ucap Tante Noah sekaligus Kaka kandung Mamahnya Noah


Gabriel dan Willy hanya mengangguk kepalanya dan Willy mengajak Gabriel pergi tapi Noah malah menarik tangan Gabriel dengan raut wajah yang seperti sedih


"Kaka..."Ucap Noah


Gabriel mengelus pipi Noah dan menciumnya membuat Noah tersenyum


"Noah harus jadi anak yang pintar yah,kalau udah gede dan kita ketemu lagi jangan lupain Kaka yah"Ucap Gabriel


Noah menganggukan kepalanya


Gabriel pergi meninggalkan keruangan itu


Gabriel merasa kasihan pada Noah


"By aku kasihan pada Noah"Ucap Gabriel


"Sama"Ucap Willy


"Dia pasti bakal jadi anak kuat"Ucap Willy


Gabriel menganggukan kepalanya


Tapi diparkiran Willy dan Gabriel melihat Jihan dan Gio bertengkar mulut membuat keduanya terdiam melihat,Willy sudah terbiasa melihatnya sedangkan Gabriel baru pertama kali


"Lagi?"Ucap Willy


Gabriel menatap Willy dengan tatapan heran


"Lagi?maksudnya?"Ucap Gabriel


"Mereka selalu bertengkar dimana pun hanya karena hal sepele"Ucap Willy


"Kok gitu?kan Om Gio orangnya sabar banget?masa iya marah-marah ke istri yang lagi hamil"Ucap Gabriel


"Kamu kira mereka menikah karena cinta?tidak Riel,mereka menikah cuma karena kehamilan Jihan saja Riel"Ucap Willy

__ADS_1


"Kalau gak cinta kenapa nikah?kan jadi bertengkar kayagitu serem,dan anaknya lahir liat Mamah Papahnya selalu bertengkar kasian anaknya"Ucap Gabriel


"Jihan sudah ingin mengugurkan Riel tapi Gio melaranganya dengan terpaksa gio menikahi nya"Ucap Willy


Sampai Gio menampar wajah Jihan membuat Gabriel kaget bahkan menutup mulutnya sedangkan Willy hanya diam menatap


Gio langsung menyuruh paksa Jihan masuk mobil dan mereka pun pergi meninggalkan rumah sakit


"Kenapa diam aja sih?"Ucap Gabriel pada Willy


"Memang saya harus apa?"Ucap Willy


"Kalau saja saat itu Gio tidak datang mungkin saya sudah menghabisi Jihan"Ucap Willy dengan geram


"Hah maksudnya?"Ucap Gabriel


Willy menatap Gabriel dan dia mulai menceritakannya


Flashback on


Para bodyguard sudah pergi semuanya sisa Willy dan Jihan diruangan itu


Willy menatap datar tubuh tanpa sehelai benang itu


"Ayo Wil lakukan saja!aku akan menerima nya, keluar kan benih-benih mu didalam rahimku"Ucap Jihan


Willy mengambil kotak peti membuat Jihan bingung


"Apa itu?"Ucap Jihan


Willy membuka kotak itu dan Jihan langsung berteriak melihat ular king kobra yang sangat besar ada didalam peti itu tapi masih dilindungi oleh aquarium


"Kalau dia yang mengeluarkan racun nya dirahimu bagaimana?"Ucap Willy


"Jangan Willy"Ucap Jihan dengan ketakutan


"Kenapa?bukannya dia sangat gagah"Ucap Willy dengan senyum sinisnya


"Aku mohon jangan Willy"Ucap Jihan


"Gio tolong aku!lihat lah aku ingin diperkosanya"Ucap Jihan


Gio menatap jengah Jihan


"Jangan bunuh dia Wil!dia hamil anak ku"Ucap Gio


"Dia berusaha menggoda mu dan ketika kau tergoda dia akan mengakatakan jika anak yang dia kandung adalah anak mu dan aku tidak biarkan itu"Ucap Gio


"Dia bohong!sejak kapan aku hamil anak kamu hah?"Ucap Jihan


"Aku akan menikahinya"Ucap Gio tanpa beban


Willy menatap Gio


"Kamu yakin?ini akan pertentangan Gio"Ucap Willy


"Demi anak ku Wil,jika anak ku sudah lahir,aku akan biarkan kalian menghabisinya"Ucap Gio


"Kamu yakin anak yang dia kandung anakmu?"Ucap Willy


"Aku yakin!karena aku orang yang pertama merenggut keperawanan nya"Ucap Gio


"Walaupun saya dalam keadaan mabuk tapi saya bisa rasa itu bahkan ketika saya bangun ada bercak darah di ranjang"Ucap Gio


"Itu bohong!ini bukan anak kamu!"Ucap Jihan


"Diam lah!"Ucap Gio


"Kita akan menikah!dengan begitu aku bisa menjaga anakku,karena aku tau kau sering ingin menggugurkan nya kan?"Ucap Gio


Gio mengambil kain hitam untuk menutupi tubuh Jihan

__ADS_1


"Tolong antarkan kami ke hotelku Willy"Ucap Gio


"Saya harus pulang! sebentar lagi akan pagi"Ucap Willy


"Sekali ini saja"Ucap Gio


"Apa yang akan kamu lakukan?"Ucap Willy


"Menghukumnya"Ucap Gio


"Tapi tolong rahasia kan ini dari semuanya termasuk Arka"Ucap Gio


Willy diam sejenak dan dia mengangguk kepalanya dan mereka pun pergi


Flashback off


Gabriel menatap Willy dengan tatapan penuh arti


"Kenapa baru bilang sekarang?seharusnya kamu harus jujur"Ucap Gabriel


"Menurutku itu bukan hal yang penting Sayang"Ucap Willy


"Tapi kenapa kamu bilang ke Papah sudah menghabisi Jihan?"Ucap Gabriel


"Permintaan Gio"Ucap Willy


"Gak usah bahas itu"Ucap Willy


"Tapi aku penasaran"Ucap Gabriel


"Kan sudah tau sayang"Ucap Willy


"Iya sih"Ucap Gabriel


Willy menarik tangan Gabriel untuk pergi dan mereka pun pergi


Didalam mobil Gabriel diam tak mau memeluk tangan Willy tapi Willy memasukan tangan Gabriel seakan-akan Gabriel memeluknya Willy juga menyadarkan kepala Gabriel dibahunya


"Aku merindukan ini sayang"Ucap Willy


Willy memperlihatkan jam tangan pemberian Gabriel padanya


"Aku sangat suka jam ini sayang"Ucap Willy


Gabriel hanya diam dan Willy mengambil kotak merah yang berisi cincin pernikahan mereka


Willy menepikan mobilnya


"Kamu pasang lagi yah cincin ini"Ucap Willy


Gabriel tersenyum dan mengangguk kepalanya dan Willy memasangkan jam tanganya pada Gabriel


Gabriel mengangkat tangannya sambil menunjukkan tangan indahnya


Willy tersenyum dan mengelus pipi Gabriel dan memeluk Gabriel


"Jangan pernah tinggalkan aku lagi sayang"Ucap Willy


Gabriel hanya mengangguk kepalanya


Willy menurunkan kursi yang Gabriel gunakan dan Willy ingin naik ketubuh Gabriel


"Kamu mau apa?"Ucap Gabriel


"Aku ingin menjenguk perumahan calon anak ku"Ucap Willy


Gabriel menggelengkan kepalanya


"Gak by,jangan disini kamu liat kan?ini dimana disini sangat ramai"Ucap Gabriel dan Willy tersenyum nakal


"Jadi mau dimana?mau ditempat sepi?"Ucap Willy

__ADS_1


"By...."Ucap Gabriel tapi Willy tak merubah posisinya


Willy tersenyum kecut karena penolakan Gabriel


__ADS_2