
Gabriel menatap kebelakang dia menunggu Willy tak kunjung datang bahkan makanannya sudah habis
"Hubby kemana sih?"Ucap Gabriel
Gabriel ingin menelpon Willy tapi ternyata ponsel nya ada diatas meja
"Gabriel pun mengeluarkan uang dan dia pergi ingin menyusul Willy
Disisi Willy
Willy sedang berusaha menahan dirinya dari Jihan apalagi Jihan terus saja mendekatinya tapi Willy selalu mendorong nya
Willy hampir kehilangan kesadaran nya dan Jihan memeluk Willy dengan erat bahkan tangannya dengan lancang masuk kedalam baju Willy
"Rasanya saja Willy,apa kamu gak bosan dengan permainan istri bocil mu itu?"Ucap Jihan
"Jangan Jihan"Ucap Willy
Disisi Gabriel
Gabriel berada didepan toilet tapi ternyata toiletnya bertulisan sedang diperbaiki
"Terus hubby masuk toilet mana yah?"Ucap Gabriel
Gabriel masih berdiri disana sambil menatap sekitar
"Kalau bukan toilet yang ini terus yang mana dong?"Ucap Gabriel
Disisi Willy
Willy kakinya sudah lemas dan dia mulai tidak bisa mengontrol dirinya lagi dia pun mulai menyerang Jihan tapi bertepatan dengan Gabriel masuk
__ADS_1
"Hubby?"Ucap Gabriel pelan bahkan air matanya jatuh melihat kejadian didepan nya
Jihan tersenyum dan Willy menarik nafasnya dan mulai mengontrol dirinya
"Riel tolong"Ucap Willy dengar suara serak
Gabriel menatap Willy dia merasa jika ada terjadi sesuatu
Gabriel ingin mendekati Willy tapi Jihan menghalanginya
"By?kamu kenapa?"Ucap Gabriel
"Tolong saya Riel"Ucap Willy dengan nafas pendek
"Apa yang kamu lakukan pada suami ku?"Ucap Gabriel
"Apa yang kamu lihat sekarang kami sedang apa?"Ucap Jihan
Gabriel berjalan mendekati Willy tapi Jihan malah menarik rambut Gabriel agar dia tidak mendekati Willy
"Aaaaa"Ucap Gabriel kesakitan
"Lepasin gak!"Ucap Gabriel
"Gak!"Ucap Jihan dan dia menampar wajah Gabriel tapi dia masih menarik rambut Gabriel
"Riel!"Ucap Willy tapi masih berdiri dibelakang Jihan besandar pada dinding
"Berani nya kau!"Ucap Gabriel dan dia memutar tangannya Jihan dan menonjok wajah Jihan tapi tidak kena malah Jihan menendang perut Gabriel
Gabriel terduduk dilantai karena Jihan menendang benar-benar sangat kencang
__ADS_1
"Sakit….."Ucap Gabriel lirih
Jihan tersenyum melihat Gabriel kesakitan dan dia kembali menarik rambut Gabriel tanpa ada rasa kasihan
Willy mengepalkan tangannya melihat Gabriel disiksa didepan matanya,dia memaksakan dirinya dan menendang Jihan sampai dia terpental
"Riel!"Ucap Willy dengan suara serak
"By"Ucap Gabriel sambil memegangi perutnya
Willy langsung mengendong Gabriel tapi Jihan lagi-lagi menghalangi dengan menarik kaki Willy
"Jangan ninggalin aku Willy"Ucap Jihan
Willy menatap tajam kearah Jihan dan menepisnya
"Akan ku pastikan tangan dan kakimu yang menyakiti istri ku akan ku buat hilang!"Ucap Willy serius
Dan dia pergi keluar kamar mandi itu meninggalkan Jihan
Willy sepanjang perjalanan membawa Gabriel terus saja bernafas tak karuan bahkan tangannya sesekali meremas gunung kembar Gabriel
"By kamu kenapa?"Ucap Gabriel yang masih digendongan nya Willy
"Badan ku panas bahkan aku rasanya tidak bisa mengontrol diriku sendiri"Ucap Willy
Willy memasukkan Gabriel dalam mobil tapi dia mendudukkan nya dibelakang dan Willy langsung mengunci pintu mobilnya
"Riel bantu aku"Ucap Willy sambil mencium-cium leher Gabriel
Gabriel menganggukan kepalanya dan Willy langsung menyerang Gabriel
__ADS_1
Mereka pun melakukan aktifitas suami istri dalam mobil sampai mobil bergoyang-goyang dibuatnya dan untungnya Willy memarkirkan mobilnya di ujung jadi jarang orang lewat