
15 menit berlalu dan Willy pun keluar dari kamar Gabriel
Willy melewati semuanya begitu saja tanpa berbicara apapun pada yang lain
Bodyguard langsung mendorong kursi rodanya Willy dan pergi
2 Minggu berlalu
Willy sudah lumayan sehat tapi tangannya masih diperban karena tangan Willy juga mengalami patah dibagian pergelangan nya
Tapi Gabriel Masih belum sadarkan diri selama Gabriel dirawat Willy benar-benar menjadi pendiam bahkan teman-teman nya mengajak bicara saja dia hanya menjawab dengan anggukan atau bahkan tak menjawab sama sekali
Semua tau jika Willy terpukul dengan kejadian ini,apalagi dia kehilangan calon bayinya yang belum dia ketahui jika Gabriel sedang mengandungnya
Bayang-bayang kecelakaan itu terus saja menghantui Willy
Kondisi Gabriel masih sama bahkan seminggu yang lalu semua panik karena detak jantung Gabriel sempat berhenti beberapa menit dan itu hampir membuat Arka dan bahkan Willy gila dibuatnya
Arka ingin membawa Gabriel kerumah sakit yang ada diluar negeri tapi dokter menyarankan jangan karena kondisi Riel yang memang sangat tidak memungkinkan
Tapi Arka memanggil beberapa dokter terkena dari luar negeri namun nihil Gabriel tak ada perubahan sampai saat ini
Willy berdiri dari balik kaca besar tapi dia bisa melihat Gabriel terbaring lemah diatas brangkar nya dengan alat bantu yang semakin hari semakin banyak saja ditubuhnya,bahkan Willy tak tega melihat tangan mungil istrinya harus selalu ditusuk dengan jarum sampai tangan Gabriel membengkak
"Riel saya merindukan mu"Ucap Willy bahkan air matanya jatuh membasahi pipinya tapi dia segera menghapusnya
Hana berdiri disamping Willy
"Ana maafkan saya,saya gagal menjaga Gabriel,bahkan membuat dia koma seperti ini"Ucap Willy
"Tidak ada perlu minta maaf Willy,jika kamu menyalahkan kamu apakah Riel akan bangun?"Ucap Hana
Willy diam sambil mengusap matanya
"Tapi saya memang salah kan?"Ucap Willy dan Willy menangis karena dia sudah tak bisa menahan kesedihannya
Hana mengelus belakang Willy menenangkan teman masa kecil nya itu
__ADS_1
Willy tanpa mengucapkan apa-apa dia langsung pergi
Gio, Bagus,Hero dan Arka melihat wajah Willy yang serius tau jika Willy pasti akan berbuat nekat mereka pun mengejar Willy
Willy hilang begitu saja membuat mereka panik
"Sial!"Ucap Arka
"Berpencar saja!"Ucap Gio
"Jangan!kita ke parkiran pasti dia kesana"Ucap Hero
Semuanya menganggukan kepalanya dan berlari secepat mungkin agar tidak keburu Willy pergi
Arka dan teman-teman nya menemukan Willy dan benar saja jika Willy menuju parkiran mereka pun mengejar nya dan menangkap Willy
"Lepasin!"Ucap Willy
"Lu mau kemana hah?"Ucap Arka
"Saya mau kemarkas mafia brengsek itu!lepaskan saya!"Ucap Willy
"Saya tidak perduli!saya mati atau tidak tapi saya bisa membalas dendam saya atas kematian calon anak saya"Ucap Willy
"Bodoh!"Ucap Arka
"Jika kau mati lalu bagaimana dengan Gabriel?dia sudah Kehilangan anaknya apakah dia harus kehilangan suaminya juga?"Ucap Arka
"Gua juga lagi rencakan sesuatu buat mereka bukanya gua cuma diam aja"Ucap Arka
"Lu lagi emosi Wil?pikiran lu kalut,lu gak bakal bisa kalahin mereka sekarang"Ucap Bagis
Willy berontak dan mengancungkan pistol kekepala Arka tapi Arka hanya bersikap santai
"Kalian cuma bisa berbicara tanpa tau perasaan saya kan?"Ucap Willy
"Kata siapa?saya Papah Gabriel Wil lu harus ingat itu!apa lu lupa betapa gua mencintai Riel bahkan jika boleh saya ingin bertukar tempat dengan dia"Ucap Arka
__ADS_1
"Dia putri sulung saya!dan saya juga kehilangan calon cucu pertama saya Wil"Ucap Arka
Willy diam dan dia menjatuhkan pistol nya lagi dia menangis kembali
"Wil?"Ucap Hero
Mereka semua diam menatap Willy yang menangis
"Apa saya gak berhak hah bahagia?kenapa saya belum mengetui jika Riel hamil kenapa malah diambil lagi?"Ucap Willy
"Bahkan Riel sampai sekarang belum sadarkan diri?dia hampir meninggalkan saya!apa saya gak berhak hah bahagia?Riel adalah kebahagiaan saya saat ini kenapa malah seperti ini?"Ucap Willy
Gio,Bagus dan Hero ikut merasakan kesedihan Willy bahkan mereka menunduk sambil mengusap air mata mereka
"Kamu pantas bahagia Wil tapi belum saat nya"Ucap Arka
"Kapan itu Arka? umurku sudah tua bahkan aku belum memiliki anak?"Ucap Willy
"Sedangkan Gabriel?dia masih sangat muda bahkan dia bisa saja meninggalkan saya"Ucap Willy
"Banyak laki-laki yang mengejarnya dan mengaharapkan janda nya Gabriel"Ucap Willy
"Tapi saya tau Wil jika anak saya mencintai kamu"Ucap Arka
"Siapa tau hati manusia Arka,apa kau tau awal kami menikah Gabriel menjalin hubungan dengan laki-laki lain"Ucap Willy
Arka diam karena dia memang tidak tau karena Willy menutupi ini semua dari Arka
"Aku selalu berdoa mudahan saja Gabriel mencintai ku dengan tulus"Ucap Willy
"Kalian tau kan saya gak punya siapa-siapa lagi selain kalian yang ku anggap keluarga ku"Ucap Willy
Arka mendekati Willy dan memeluk sahabatnya itu
"Saya minta maaf Wil atas kelakuan Gabriel"Ucap Arka
"Saya sudah maafkan dia Arka"Ucap Willy
__ADS_1
Hero, Bagus dan Gio juga mendekati Willy dan Arka dan mereka pun berpelukan