
Setelah puas disana mereka pun memutuskan untuk pulang
Mereka sampai Gabriel langsung masuk kekamar mandinya untuk membersihkan dirinya sedangkan Willy duduk disofa menunggu Gabriel
Willy mengecek ponselnya ternyata ada pesan masuk dari Laura
"Willy liburan dimana?aku boleh kesana gak?"Tulis Laura
"Willy?"Tulis Laura
"Balas dong!Aku bosen kalau gak sama kamu"Tulis Laura
Willy hanya membaca pesan Laura tanpa membalasnya,sering sekali Laura mengirim Willy pesan tapi Willy tak pernah mau menggubrisnya
Ponselnya berdering ternyata telpon dari Prince dia pun mengangkatnya
"Hallo om?"Ucap Prince
"Ya ada apa Prince?"Ucap Willy
"Kaka mana?aku mau ngomong sama dia?soalnya aku kangen sama dia"Ucap Prince
"Dia sedang dikamar mandi"Ucap Willy
"Yah pasti lama tuh"Ucap Prince karena dia tau sifat sang Kaka
"Emang kenapa?biar om sampaikan"Ucap Willy
"Aku cuma mau ngomong yang gak penting sih om,aku cuma kangen dia aja,soalnya sekarang yang sering sama dia kan Om bukan prince lagi apalagi postingan juga kan?"Ucap Prince
"Kenapa?kamu cemburu?saya tidak pernah mengambil Riel dari kamu tapi saya malah akan menjaga dia"Ucap Willy
"Iyah om,yaudah sampaiin aja salam ku buat Kaka yah"Ucap Prince
"Iyah"Ucap Willy dan dia mematikan ponselnya
1 jam berlalu
Gabriel pun keluar dari kamar mandi dan dia langsung masuk kekamar ganti dan Willy pun juga masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri
15 menit berlalu
Willy keluar dari kamar mandi tapi dia tak melihat dimana Gabriel
"Riel?"Ucap Willy sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk
__ADS_1
Gabriel tidak ada dan Willy pun keluar dia melihat Gabriel sedang didapur memasak sesuatu sambil mengikuti arahan dari ponselnya
Willy pun turun dan menghampiri Gabriel hanya dengan mengenakan handuk yang melilit dipinggangnya,Dia sangat fokus sampai-sampai tak mengetahui keberadaan Willy
Willy berdiri tepat disampingnya Gabriel ketika Willy ingin mengambil tepung ingin mencoret pipi nya Gabriel dengan itu tapi Malah tangan Willy yang diambil oleh Gabriel bahkan Gabriel mentaburi tangan Willy dengan tepung kering karena Gabriel sangkin fokusnya
Gabriel tidak bisa memasak sama seperti Hana tapi entah jin apa yang merasuki Gabriel menjadikan mau memasak
Gabriel ingin memasak pancake untuk Willy dan juga untuk dirinya
Gabriel memasukan tangan Willy kedalam wajah membuat Willy berteriak dan Gabriel menatap kesamping
"Hubby?"Ucapnya dengan kaget
Willy meniup-niup tangannya yang terkena wajan panas
Gabriel ikut panik dan dia mencari kotak obatnya kedalam kamar yang selalu dia bawa
Setelah menemukannya dia pun mengobati Willy
"Ngapain sih kok diam-diam aja disamping aku?"Ucap Gabriel sambil mengobati tangan Willy
"Aku takut ganggu kamu tadi soalnya kamu fokus banget,bahkan tangan aku dikira adonan"Ucap Willy
"Baru pertama kali saya liat kamu turun kedapur?"Ucap Willy
"Aku pengen makan pancake tapi aku malas cari diluar jadi aku belajar aja"Ucap Gabriel
"Tumben mikirnya gitu? biasanya selalu beli"Ucap Willy
"Ini bukan dirumah hubby makanya gak kepikiran kaya gitu"Ucap Gabriel sambil memperban tangan Willy
"Kamu gak mau makan aja?"Ucap Willy
"Aku mau makan pancake, kalau makan bisa nanti"Ucap Gabriel
"Aku buatin mau?"Ucap Willy
"Eh?tangan kamu aja gini emang bisa?"Ucap Gabriel
"Aku makan biasa aja gak jadi deh"Ucap Gabriel karena dia tak tega melihat Willy membuat kan nya
"Yang benar?"Ucap Willy
"Iyah benar"Ucap Gabriel
__ADS_1
Willy memeluk Gabriel
"Hem nanti kalau tanganku mendingan Akan ku buatkan untuk kamu yah"Ucap Willy
Gabriel menganggukan kepalanya
Tiba-tiba handuk Willy terlepas dan dia telanjang sambil memeluk Gabriel
Gabriel langsung berteriak sambil menutup wajahnya bahkan dia juga mendorong Willy agar menjauh
"Cepat!pakai handuk kamu hubby"Ucap Gabriel
Willy tersenyum dan dia ingin mengerjai Gabriel
"Tanganku tidak bisa melakukan nya sendiri"Ucap Willy
"Jangan bohong!cepetan!serem tau"Ucap Gabriel
"Kamu baru aja perban tanganku kan?jadi aku gak bisa handukin sendiri"Ucap Willy
"Tolongin bisa?"Ucap Willy
"Gak!gak!gak!"Tolak Gabriel cepat
"Ya sudah kalau gitu aku bakalan gini terus"Ucap Willy
Gabriel diam
"Cepetan Riel aku kedinginan"Ucap Willy
Dengan berat hati Gabriel pun membantu Willy memasang handuknya sambil memejamkan matanya
Willy menahan tawanya karena berhasil mengerjai Gabriel
Gabriel membuka matanya karena rudal Willy mengenai wajahnya bahkan dia berjongkok tepat didepannya, Gabriel dengan cepat menutup matanya lagi
"Astaga apa itu?kok bentuknya membuatku ingin muntah,mana besar lagi"Batin Gabriel
"Dia bawa itu setiap hari kan?apa gak berat yah?"Batin Gabriel
Dan memasangkan handuk Willy dengan cepat dan dia pergi begitu saja meninggalkan Willy
"Riel kok saya ditinggalin?"Ucap Willy dan mengejar Gabriel
Gabriel terus berjalan meninggalkan Willy
__ADS_1