
Jam besuk Gabriel habis tapi Gabriel menangis karena tak mau ditinggal sendirian diruangan itu lalu Willy dan Arka membujuk dokter agar ada yang dibolehkan menjaga Gabriel didalam satu orang dan dia mengijinkannya dan Willy lah yang menjaga Gabriel
Gabriel ingin sekali berbicara pada Willy tapi dia tidak bisa
Willy terus saja menggenggam tangan Gabriel
"Saya tebak pasti kamu ingin sekali kan berbicara banyak"Ucap Willy
Gabriel menganggukan kepalanya
"Cepat sehat yah cantik,supaya aku bisa ceritain semuanya"Ucap Willy
"By...."Ucap Gabriel dengan susah payah
"Iyah Riel"Ucap Willy
"Peluk..."Ucap Riel
"Gimana caranya?"Ucap Willy
"Peluk.."Ucap Gabriel
Willy tersenyum dan menaik kebrangkarnya Gabriel ,dia meletakan kepalanya Gabriel ditangan nya dan memeluknya
"Riel selama kamu tidak sadarkan diri saya benar-benar merasa Kehilangan nyawa saya"Ucap Willy
"Kamu pasti bertanya berapa lama koma kan?"Ucap Willy
Gabriel menganggukan kepalanya
"1 bulan lebih Riel,selama itu saya selalu berdoa berharap ada keajaiban buat kamu"Ucap Willy
"Aafff by...."Ucap Gabriel
"Gak papa Riel kamu sekarang sudah sadarkan?jadi saya sangat senang"Ucap Willy dan mencium kening Gabriel
"Sekarang istirahat yah"Ucap Willy sambil mengelus rambut Gabriel
__ADS_1
Gabriel menganggukan kepalanya
Tapi dia tak memejamkan matanya tapi malah mendekatkan wajahnya ke dada Willy
"Riel apa kamu bakal baik-baik aja kalau saya katakan kita kehilangan anak dikecelakaan ini?"Batin Willy
"Hey kenapa tidak tidur?"Ucap Willy
"Aku merasa ada yang bilang setalah aku mengalami kecelakaan ini bahkan pergi,tapi apa yah?"Batin Gabriel
"Sudah sekarang cepatlah tidur"Ucap Willy memasukan Gabriel dalam pelukannya
1 bulan berlalu
Gabriel sudah sudah pulang kerumah Willy tapi dia masih belum bisa berjalan dia masih dikursi Roda tapi kalau berbicara dia sudah lancar tentu dengan terapi yang selalu dijalaninya
Pagi tiba
Gabriel bangun dari tidurnya dia meraba tempat tidur Willy tapi tidak ada tapi dia kaget melihat Willy malah tidur dibawah tapi kepalanya diranjang mereka
"Kenapa?sakit lagi kakinya?"Ucap Willy dengan wajah nya masih mengantuk
"Kamu kenapa tidur disitu?"Ucap Gabriel
"Oh?tadi malam kamu nangis-nangis Riel karena kaki kamu kram kata kamu, emang lupa?"Ucap Willy
"Emang Iyah?"Ucap Gabriel sambil mengingat
"Makanya saya pijitin sampai saya ketiduran disini"Ucap Willy
"Hubby?"Ucap Gabriel sambil merentangkan kedua tangannya
"Kenapa?"Ucap Willy
"Peluk"Ucap Gabriel
__ADS_1
Willy terkekeh dan dia naik dan memeluk Gabriel sampai terjatuh kekasur
"Maafin aku yah,aku selalu nyusahin kamu"Ucap Gabriel
"Jangan pernah minta maaf ke aku Riel"Ucap Willy
Gabriel menganggukan kepalanya tapi kejahilannya muncul dan dia menggigit dada bidang Willy sampai meninggalkan bekas
"Riel"Ucap Willy sambil menutupi dadanya
"Aku balas kamu"Ucap Willy
"Eh! kata Aunty Nissa apa?jangan nakal by"Ucap Gabriel
Willy menunjukkan wajah manyunnya
Gabriel langsung menciumi pipi Willy
"Ingat umur by"Ucap Gabriel
Willy tetap memanyunkan bibirnya dan Gabriel menaikan posisinya jadi Willy berada tepat didada nya
Gabriel membuka bajunya karena dia tidak memakai dalaman jadi gunung kembar yang mulus tepat berada didepan Willy , Gabriel juga paham jika Willy pasti sangat merindukan Riel tapi karena kaki Gabriel masih belum sembuh dan larangan dari Nissa jangan melakukan itu jadi Willy tak berani melakukan nya,apalagi Gabriel baru saja mengalami keguguran
"Kamu ngapain?jangan pancing saya Riel"Ucap Willy
"Jika hanya seperti ini tidak papa kan?"Ucap Gabriel
Willy langsung memainkan gunung kembar Gabriel bahkan Willy meninggalkan bekas disana
10 menitan Willy memainkan nya sampai dia duduk
"Mau kemana?"Ucap Gabriel
"Burungku bangun,kalau tidak ditidurkan lagi bisa-bisa aku khilap"Ucap Willy dan dia masuk kekamar mandi melakukan senam 5 jari
"Maafkan aku ya hubby,karena aku sakit aku gak bisa layanin kamu"Ucap Gabriel
__ADS_1