
Sebulan kemudian
Semuanya masih sibuk mencari Gabriel dinegara ini
"Sudah sebulan Gabriel,kamu dimana?"Ucap Willy dengan tatapan kosong seakan-akan nyawanya menghilang entah kemana
"Aku butuh kamu Riel"Ucap Willy dan menghisap rokok nya
Willy sedang duduk Villa nya
Wajah Willy pucat sekali karena dia kurang tidur karena waktunya hanya mencari keberadaan Gabriel
"Aku sangat merindukan kamu Riel"Ucap Willy
Willy Tertawa tapi matanya mengeluarkan air mata
Willy mengambil pistol yang ada diatas meja dan dia berdiri sambil membidik anak buah yang sedang berjaga lalu dia menembak nya dan tewas ditempat lalu dia tertawa
Pintu kamar Willy terbuka yang masuk adalah Gio,bagus,dan Hero,Arka juga
"Willy!"Teriak Gio
Willy menatapnya sambil tersenyum manis
"Apa?kalian juga mau ikut menembak dari sini?"Ucap Willy
"Hentikan Willy!"Teriak Arka
"Kalian coba saja dulu pasti kalian suka!"Ucap Willy dan dia membidik lagi tapi Gio buru-buru berlari dan mengambil pistol Willy
"Kembalikan!"Ucap Willy
"Bodoh! daripada membunuh anak buah sendiri lebih baik kita cari Riel lagi Willy"Ucap Bagus
"Kemana?bahkan hampir semua tempat sudah kita cari kan?"Ucap Willy seakan-akan pasrah
"Kalau seandainya Gabriel kenapa-napa apa kamu akan diam saja hah bodoh?"Ucap Arka dengan suara meninggi
"Dia pergi tanpa sebab Arka!dia suruh saya jangan cari dia?terus sudah 1 bulan dia menghilang apa kita masih berharap dia baik-baik saja?"Ucap Willy
Arka langsung menarik kerah baju Willy sorot matanya tajam
"Apa maksud mu hah?apa yang kau maksud jika putri ku sudah mati?"Ucap Arka
"Arka jika dia menyuruh kita jangan mencarinya mungkin dia sedang dengan seseorang sekarang"Ucap Hero
"Dia pasti sedang baik-baik saja"Ucap Bagus
"Kalian semua kenapa hah?kalau seandainya putri ku kenapa-napa bagaimana?"Ucap Arka
"Aku yakin jika Gabriel sedang dengan orang baik,karena Gabriel bukan orang yang mudah percaya pada orang asing"Ical Riko tiba-tiba masuk
"Saya yakin dia sedang dinegara ini tapi dimananya kita yang tidak tahu"Ucap Riko
"Om kenapa kamu sangat jika Riel sedang baik-baik saja?"Ucap Arka
"Sejak dia pulang kerumahmu dia berubah Arka!dia bukan lagi Gabriel yang kekanakan-kanakkan tapi dia sudah menjadi sangat dewasa"Ucap Willy
"Bukan sembarang orang yang bisa menghasut istri ku sekarang"Ucap Willy
Arka terdiam sambil menatap Willy dia pun melepaskan tangannya dari baju Willy
"Apakah kita hentikan pencariannya?"Ucap Bagus
Semuanya saling tatap satu sama lain
Disisi Gabriel
Gabriel sedang memetik sayuran untuk mereka makan nanti siang
"Tante ini segini cukup?"Ucap Gabriel sambil memperlihatkan keranjang yang berisi sayuran
"Iyah sudah Riel"Ucap Tante Tania
__ADS_1
Fiko tiba-tiba datang dan mengambil keranjang Gabriel
"Aku bantu Riel"Ucap Fiko dan Gabriel menganggukan kepalanya
"Kamu kok mau Riel berkebun bahkan panas-panasan gini?"Ucap Fiko
"Aku cuma mau belajar hal baru yang gak pernah aku lakukan"Ucap Gabriel
"Bukan karena disuruh Tante Tania?"Ucap Fiko
"Itu salah satu nya"Ucap Gabriel mereka tertawa berdua
"Kamu sekarang sudah bisa masak apa,kata Tante kamu udah mulai bisa masak kan?"Ucap Fiko
"Iyah bisa,aku bisa masak capcay"Ucap Gabriel dengan bangga
"Mau dong dibikinin"Ucap Fiko
"Oke nanti aku bikinin yah"Ucap Gabriel
"Usahain asin yah?"Ucap Fiko
"Kok gitu? seharusnya harus pas?"Ucap Gabriel
"Iyah biar kamu disebut mau nikah lagi"Ucap Fiko
"Fiko!"Ucap Gabriel
"Bercanda Riel"Ucap Fiko
"Bercanda kamu gak lucu"Ucap Gabriel
"Yang lucu apa dong?"Ucap Fiko
"Gak ada"Ucap Gabriel
"Oke deh...."Ucap Fiko
Mereka membawa sayuran itu kedapur dan mencucinya
Fiko bukannya membantu tapi malah mengganggu keduanya
"Tante kaya nya aku bakal kaya Tante deh"Ucap Fiko
"Apa?jadi wanita?"Ucap Gabriel
"Bukan Riel"Ucap Fiko
"Terus?"Ucap Tante Tania
"Bakal jomblo selamanya"Ucap Fiko dan dia menatap Gabriel
"Soalnya gak akan ada wanita yang kaya Gabriel lagi kan?"Ucap Fiko
"Kalau secantik aku emang gak ada sih?tapi kalau sifat aku kayanya pasaran"Ucap Gabriel
"Emang ada sifat pasaran?yang ada itu muka Riel"Ucap Fiko
"Gak tau kan aku jarang liat orang satu-satu"Ucap Gabriel
"Ih gemes aku"Ucap Fiko ingin menggigit Gabriel tapi Gabriel langsung lari bersembunyi dibelakang Tante Tania
"Berani gigit!aku bakal suruh kamu suntik vaksin"Ucap Gabriel
"Emang aku apaan?anjing Riel?"Ucap Fiko
"Aku gak bilang"Ucap Gabriel
"Udahlah aku kekamar aja"Ucap Fiko dan dia pergi
"Yah ngambek"Ucap Gabriel
Tante Tania hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Gabriel dan Fiko
__ADS_1
Makanan pun siap Fiko keluar dia tersenyum melihat makanan sudah tersaji atas meja
"Makan"Ucap Fiko dan dia langsung duduk
"Tante Riel gak makan sayur khusus lagi?"Ucap Gabriel
"Selang-seling Riel,bulan ini kamu puas makan apa aja tapi kalau minuman tetap Tante akan kasih kamu"Ucap Tante Tania
Gabriel langsung berjoget kesenangan membuat Fiko tersenyum bahkan gemas dengan sikap Gabriel
"Aku bisa makan apapun kan?"Ucap Gabriel
"Iyah"Ucap Tante Tania
"Ayo Tante kita makan"Ucap Gabriel
Tante Tania tersenyum dan mereka pun makan bersama dan tentu Gabriel makan dengan lahap karena dia bisa makan seperti layaknya manusia menurut nya
Sore harinya Fiko membawa Gabriel kekota untuk bermain skateboard
1 jam perjalanan akhirnya mereka sampai ditempat biasanya mereka bermain skateboard
Gabriel memakai baju yang sangat tertutup agar dia tidak kenali oleh orang suruhan Willy
Fiko tersenyum melihat Gabriel sudah bisa bermain skateboard dan Fiko memoto Gabriel yang sedang asyik bermain skateboard
"Nice!"Ucap Fiko sambil tersenyum melihat foto hasil tangkapan nya
"Fiko kamu kok diam aja?"Ucap Gabriel
Fiko menyimpan ponselnya dan langsung mengejar Gabriel
Fiko menggandeng tangan Gabriel
"Fiko!"Ucap Gabriel dan dia menatap tangan Gabriel
"Jangan dilepas Riel"Ucap Fiko
"Kenapa?"Ucap Gabriel
"Intinya jangan"Ucap Fiko
Mobil Willy baru saja sampai ditempat yang sama dengan Gabriel
Willy ingin menghibur dirinya dengan melihat orang-orang yang sedang bermain skateboard disana
Willy duduk sambil menatap orang-orang
"Sayang andai aja kamu ada pasti kamu bakal minta ke aku buat main skateboard kan?"Ucap Willy sambil tersenyum tapi senyum nya hilang karena dia melihat Gabriel dan Fiko berpegangan tangan tapi dia tidak tau jika itu Gabriel,Fiko juga memakai baju yang tertutup dan wajahnya memakai masker
Willy terus menatap keduanya
"Kenapa saya sangat cemburu melihat sepasang kekasih itu?"Ucap Willy
"Wanita itu seperti Gabriel tapi tidak mungkin"Ucap Willy
Willy masih tetap menatap kedua tanpa mau mendekati nya
Hatinya benar-benar tidak nyaman melihat kedua nya bahkan dia mengepalkan tangannya dan dia berdiri ingin menghampiri Gabriel
"Bodoh!"Ucap Willy
disisi Gabriel
"Udah gelap kita pulang yuk, kasian Tante sendirian"Ucap Gabriel
"Ayo"Ucap Fiko mereka pun pergi membuat Willy tak jadi menghampiri mereka
"Kenapa dengan ku?apa karena aku terlalu merindukan Gabriel? sampai-sampai ingin menganggu mereka pacaran?"Ucap Willy
Willy menendang Kursi itu karena dia benar-benar terbakar api cemburu
__ADS_1
"