
Hari-Hari Willy benar-benar sulit karena Gabriel benar-benar menjauhinya bahkan Gabriel tak mau berbicara pada Willy sama sekali Bahkan seminggu lagi adalah hari pernikahan mereka tapi Gabriel dan Willy tak ada bertemu sama sekali karena Gabriel yang menghindari Willy
Pagi tiba Gabriel masih tidur tapi alarm ponselnya berdering dan dia duduk tapi matanya masih terpejam dan dia membukanya ada seseorang yang dia sangat hindari selama beberapa Minggu ini
"Om?"Ucap Gabriel yang sedikit terkejut
"Baru bangun princess?"Ucap Willy dengan senyum manisnya tapi Gabriel malah seakan-akan kesal melihat Willy
"Om sekarang keluar aku mau siap-siap"Usir Gabriel
"Saya mau ngobrol sesuatu sama kamu Riel!"Ucap Willy dengan tegas
"Gak ada waktu,nanti aku telat lagi"Ucap Gabriel
"Riel kenapa kamu jauhin om?apa karena pernikahan ini?kalau kamu gak mau nikah sama Om kamu tinggal bilang batalkan kan?"Ucap Willy
"Aku batalin pernikahan ini?Sama aja aku buat Papah dan Mamah malu om"Ucap Gabriel
"Malu?kenapa?dari pada dipernikahan kita tidak harmonis lebih baik batalkan saja"Ucap Willy
"Aku males debat om!lebih baik om keluar,itu pintunya kan?aku mau siap-siap"Ucap Gabriel dan dia pergi menuju kamar mandinya meninggal kan Willy begitu saja
Willy tak pergi tapi malah menunggu Gabriel selesai mandi membuat Gabriel semakin kesal dengan Willy
"Om keluar dari aku!aku mau pakai baju"Ucap Gabriel
"Kan ruang pakaian kamu bisa pakai baju kan?"Ucap Willy
"Aku panggilin Papah nih kalau om gak keluar sekarang juga!"Ucap Gabriel
"Panggil aja!malah mungkin kalau om minta tidur disini pun akan dibolehin sama Mamah Papah kamu"Ucap Willy dengan senyum nakalnya
"Om jangan aneh-aneh yah?keluar sekarang juga atau aku benar-benar gak mau ngomong sama om lagi"Ucap Gabriel
"Oke om keluar tapi kamu kuliah om yang anter jemput oke!"Ucap Willy
"Gak!aku bisa sendiri"Ucap Gabriel
"Tapi kata Papah kamu tadi semua mobil dirumah ini sedang servis bahkan Papah kamu naik motor gedenya ke kantor"Ucap Willy
"Hah yang benar om?"Ucap Gabriel
"Coba liat tanggal"Ucap Willy
__ADS_1
"Tapi aku bisa naik angkotan kota"Ucap Gabriel
"Yakin?sekarang marak kejahatan loh"Ucap Willy
"Om berisik!Om keluar dari kamar aku!"Ucap Gabriel dan dia mendorong Willy keluar dari kamarnya dan menguncinya agar Willy tak masuk kamarnya lagi
1 jam berlalu
Gabriel tak kunjung turun dari kamarnya Willy dan Hana pun naik kekamar Gabriel sedangkan Arka sudah pergi kekantor
"Sayang ayo turun!nanti kamu telat kuliahnya loh"Ucap Hana
"Gabriel?"Ucap Hana
Tak ada jawaban sama sekali Hana pun membuka kamar Gabriel dengan kunci cadangan tapi mereka tak menemukan keberadaan Gabriel tapi jendelanya terbuka
"Dia sudah pergi duluan,aku cari dia ana!"Ucap Willy dan dia pergi
Disisi Gabriel dia baru saja menaiki taksi
"Akhirnya bisa bebas dari Om"Ucap Gabriel
"Kemana de?"Ucap sopir taksi
"Ke kampus Nusindo pak!"Ucap Gabriel
Gabriel mengantur nafasnya karena dia berlari agar bisa lepas dari Willy karena dia benar-benar tak mau pergi dengan Willy
"Hm dengan gini kan aku gak perlu takut kenapa-napa"Ucap Gabriel
Tapi sialnya Gabriel baru saja dia melihat kebelakang dia sudah melihat mobil Willy tepat berada dibelakang nya
"Astaga om bisa kejar aku?"Ucap Gabriel
"Pak bisa lebih cepat lagi gak?soalnya aku buru-buru"Ucap Gabriel
"Baik!'Ucap sopir
Tapi bukannya menjauh malah mobil Willy semakin dekat
"Pak aku suruh cepat kan bukan malah tambah lambat"Ucap Gabriel
"Ini udah cepat de"Ucap Sopir taksi
__ADS_1
"Lebih cepat lagi pak!"Ucap Gabriel
Gabriel bisa bernafas lega karena kampus nya sudah terlihat taksinya pun berhenti didepan kampus Gabriel dan dia memberikan ongkos untuk sopir
"Ini aja pak!"Ucap Willy dengan uang yang banyak dari tangan Gabriel sopirnya bingung
"Om apaan sih?"Ucap Gabriel tapi Willy tetap diam
"Ambil aku aja pak soalnya aku yang jadi penumpang bapak!"Ucap Gabriel
"Ambil uang aku aja pak coba liat lebih banyak kan?"Ucap Willy
"Kelamaan bapak!"Ucap Gabriel dan memasukan uangnya kedalam kantong sopir itu
"Nanti jam 2 siang jemput aku bisa gak pak?nanti aku kasih ongkos lebih buat jemput aku"Ucap Gabriel
"Gak usah jemput dia pak!bapak bisa ambil uang ini buat bapak gratis!"Ucap Willy
"Om apaan sih?aku gak mau pulang sama om!"Ucap Gabriel
"Kamu harus pulang sama om!"Ucap Willy
"Tapi aku gak mau!itu hak aku om gak perlu ikut campur bahkan atur aku paham!"Ucap Gabriel
"Dan saya juga punya hak yaitu gak perduli dengan itu"Ucap Willy
"Bapak ambil ini aja yah!"Ucap Willy dan ikut memasukkan uang ke dalam kantong pak supir
Gabriel menjadi-jadi kesal dengan Willy dia pun turun dan meninggal kan Willy begitu saja dengan wajah masam
Willy mengekor dan meraih tangan Gabriel tali Gabriel menangkisnya bahkan tatapan manja dan hangat yang biasa Willy lihat dari mata Gabriel tidak ada yang ada hanya tatapan tak suka bahkan benci
"Riel om mohon jangan seperti ini!"Ucap Willy
"Kenapa?bukannya seharusnya om senang kan?jadikan gak perlu berurusan dengan Riel lagi?"Ucap Gabriel
"Om kangen princess keluarga Dhekson bukan orang didepan om sekarang!bahkan tatapannya bukan seperti ini ke om"Ucap Willy
"Jauhi aku Om!"Ucap Gabriel
"Mustahil!kamu sudah sejak kecil bahkan bayi adalah dekat dengan om mana mungkin om bisa jauhi kamu?"Ucap
"Apalagi kamu akan jadi istri om Riel!"Ucap Willy tapi Gabriel malah menutup telinga mendengar Willy mengucapkan kata istri
__ADS_1
"Stop Om,Riel gak mau jadi istri Om!"Ucap Gabriel dan berlari masuk meninggalkan Willy
"Waktu kamu masih bayi dulu om pernah bilang kan?jangan pernah suruh om pergi,jangan pernah jauhin Om kan?tapi kenapa Riel kamu malah gini?"Batin Willy sambil menatap Gabriel yang sudah menghilang