
Willy menjadi sangat khawatir karena tak menemukan Gabriel
"Riel!"Teriak Willy
"Gabriel kamu dimana?"Ucap Willy sambil terus berjalan
Gabriel mendengar teriakannya Willy dan dia pun ingin berteriak tapi Jacob menutup mulut Gabriel
"Mau teriak?Setelah aku selesai sama kamu nanti bakal aku anter pulang kok cantik"Ucap Jacob
"Om Willy Riel disini!tolongin aku please"Batin Riel bahkan air matanya menetes tanpa permisi karena sangkin takut bahkan dia hampir pasrah
"Riel kamu dimana?jangan sembunyi dong!gak lucu! Riel!"teriak Willy lagi
Kampus sudah benar-benar sepi hanya tersisa satpam disana
Willy memeriksa ponselnya
"Ketemu!"Ucap Willy dan dia langsung berlari
Disisi Gabriel,Gabriel terduduk kebawah tapi Jacob malah menarik rambut Gabriel dengan kasar karena dia memang sudah kesal dengan Gabriel sebab Gabriel selalu berontak
"Lu cuma tinggal diam aja kenapa susah sih hah?"Ucap Jacob dengan amarah yang sudah mulai menaik
"Lepasin aku Jacob!"Ucap Gabriel dan Jacob pun duduk
"Lepasin lu?buat apa?lu sekarang santapan gua"Ucap Jacob
Baju Gabriel sudah tak tau bentuk lagi karena ulah Jacob
"Kalau Om Willy tangkap kamu bisa-bisa kamu gak bakal selamat"Ucap Gabriel
"Oh si supir lu itu?gua takut Gabriel?dia itu cupu coba liat dia aja gak temuin kamu kan?"Ucap Jacob dan dia menjilat telinga Gabriel
"Gabriel lebih baik diam aja?dari pada lu gua buat sakit kan?atau bahkan lu gua tinggal tanpa busana disini?"Ucap Jacob
Brug!
Pintu terbuka bahkan kursi-kursi yang menghalangi berjatuhan yang membuka pintu tentu Willy dengan wajah yang sangat marah melihat Gabriel yang sangat berantakan
Jacob terdiam sambil membelakangi Gabriel dia menggenggam tangan Gabriel dengan erat
Willy berjalan santai dengan wajah yang sangat mengerikan dan tiba-tiba ayunan kakinya tepat mengenai wajah Jacob dan dia terjatuh bahkan hidungnya mengeluarkan darah
Gabriel langsung berlari memeluk Willy sambil menangis membuat Willy semakin ingin menghabisi manusia yang tersukur didepannya
"Sekarang kamu kesana yah"Ucap Willy dengan kepada Gabriel
Willy bahkan melepaskan baju yang dia pakai untuk Gabriel dan terlihatlah tubuh kekar Willy
Nafas Willy tidak beraturan karena melihat tanda merah yang ada dileher Gabriel
Gabriel hanya diam menuruti ucapannya Willy
Willy kembali mendekati Jacob yang masih kesakitan dia langsung menginjak tangan Jacob dengan kuat bahkan tangan Jacob terdengar patah
__ADS_1
Suara rintihan Jacob tak dihiraukan oleh Willy karena dia sekarang sangat marah
"Tadi pagi saya sudah cukup sabar dengan anda tapi sekarang saya benar-benar sudah tidak tahan lagi!"Ucap Willy
"Kemarin motormu yang saya bakar sekarang anda!bahkan membakar mu saja tidak cukup karena harus ada penyiksaan yang pantas untukmu karena sudah berbuat dosa besar kepada Gabriel ku!"Ucap Willy menekankan kata Gabriel ku dan Willy menendang kaki Jacob sampai kakinya tergeser
Bodyguard yang selalu mengikuti Willy pun ikut masuk
"Bawa dia kemarkas!selama perjalanan buat dia selalu merintih kesakitan!Tapi jangan sampai dia mati!"Ucap Willy
"Baik tuan!"Ucap mereka
Willy kembali mendekati Gabriel yang berada disudut sambil terus menangis
Willy memeluknya dan membawanya kemobil
Willy tak langsung membawa Gabriel kerumah Arka melainkan kerumahnya karena tidak mungkin dia membawa Gabriel pulang dengan keadaan sekarang
Willy benar-benar sakit hati melihat Gabriel seperti sangat tertekan akan kejadian tadi
Willy membawa Gabriel kekamar yang biasa Gabriel gunakan jika dia menginap atau tak mau pulang kerumahnya
"Riel?"Ucap Willy dengan lemah lembut
"Aku takut om"Ucap Gabriel dengan pelan sambil terus menangis
Willy langsung memasukan Gabriel dalam pelukannya
"Udah gak papa Riel,om ada disini yah"Ucap Willy
Gabriel menganggukan kepalanya dan dia masuk kekamar mandi
"Om keluar yah"Ucap Willy
"Iyah!"Ucap Gabriel
Willy ingin menunggu Gabriel diruang kerjanya tapi ketika dia ingin masuk Keruangan ada tangan yang menarik bajunya orang itu adalah Arka
"Mana putri gua Willy?"Ucap Arka dengan amarah yang menggebu
"Dia sedang mandi"Ucap Willy
"Apa yang terjadi dengannya hah?"Ucap Arka,Arka tak datang sendiri dia datang dengan Riko
"Apa yang terjadi dengan keponakan ku Willy?"Ucap Riko
"Biasakan kita bicara didalam saja?"Ucap Willy dengan santai
Arka melepaskan baju Willy dan menganggukan kepalanya
Willy masuk dan diikuti oleh Arka dan Riko
Mereka sudah duduk dan Arka langsung menanyai lagi karena dia benar-benar ingin tau dengan kejadian putrinya karena para bodyguard hanya diam ketika dia menanyai itu
"Cepat Willy apa yang terjadi dengan putriku hah?"Ucap Arka
__ADS_1
"Kau ingat teman kuliah yang bernama Jacob dan dia juga orang mengajak Riel ke hotel?"Ical Willy
"Ya!terus?"Ucap Arka
"Dia tadi hampir saja memperkosa Riel"Ucap Willy tapi hati Willy entah kenapa menjadi perih
Arka dan juga Riko sama-sama mengepalkan tangannya
"Berani nya,aku akan membunuhnya dengan sangat sadis!berani sekali hah melakukan pada princess nya keluarga Dhekson?"Ucap Arka dengan amarah yang kembali menggebu
"Tapi bagaimana keadaan Riel?"Ucap Riko
"Dia syok ka Riko tapi dari kejadian juga ada salahku karena kelalaiku menjaganya"Ucap Willy
"Jangan salahkan dirimu Wil,ini semua salah laki-laki brengsek itu!"Ucap Arka
Willy diam dan mengusap wajahnya
"Tapi laki-laki sudah kamu tangkap kan Wil?"Ucap Riko
"Ya sudah ka,dia sudah dibawa ke markas"Ucap Willy
"Bagus! kita akan eksekusi dia!"Ucap Arka
Arka berdiri tanpa mengucapkan apa-apa
"Mau kemana Arka?"Ucap Willy
"Mau liat keadaan putriku,aku sangat khawatir pada nya"Ucap Arka
Willy dan Riko ikut berdiri mengikuti Arka
Arka mengetuk pintu tapi tak ada jawaban lalu dia langsung masuk,dia tersenyum melihat Gabriel dengan kimono sedang duduk disisi kasur dan Arka langsung menghampiri nya dan memeluk Gabriel
"Princes Papah gak papa kan?"Ucap Arka
Gabriel kembali menangis dipelukan sang Papah
"Riel takut Pah,Riel takut sekali"Ucap Gabriel
"Maafin Papah yah cantik karena Papah gak bisa jagain kamu"Ucap Arka
"Papah gak salah tapi dia Pah,tapi dia"Ucap Gabriel
Arka melepaskan pelukannya dan menatap putrinya,Arka melihat leher Gabriel yang sangat banyak tanda merah membuatnya semakin ingin menghabisi Jacob
"Papah peluk Riel"Ucap Gabriel dan Arka kembali memeluk anaknya
"Jangan nangis lagi ya cantik"Ucap Arka tapi mata Arka juga meneteskan air mata karena melihat kondisi putri yang sangat dia sayangi
"Sekarang Riel istirahat aja yah,Papah bakal selesaikan semuanya,Riel jangan nangis lagi"Ucap Arka lemah lembut
Riko dan Willy menatap kehangatan anak bapak itu hanya diam
1 jam berlalu Arka akhirnya bisa pergi karena Gabriel tak mau jauh-jauh dari Arka tapi setelah dia tertidur Arka bisa pergi tertinggal Willy yang menjaga Gabriel
__ADS_1